
Happy Reading 💓
Ara yang baru sampai di Cafe dan segera mengganti pakaiannya terlebih dahulu.Setelah selesai ada bunyi notifikasi di ponselnya,terlihat ada beberapa pesan dari no baru.
"Hai Ra"
"Ini Vero,sv ya"
^^^"Iya"^^^
"Jangan lupa nanti gue jemput ya Ra."
^^^"ok Ver"^^^
Ara menyimpan ponselnya dan kembali melanjutkan pekerjaan.
Hari ini tidak begitu ramai jadi Ara bisa sedikit santai hari ini.
.
.
Vero yang melihat jam ditangannya yang menunjukkan bahwa sebentar lagi jam pulang kerja Ara dengan segera bersiap siap.15 menit Vero selesai dan turun ke bawah untuk pamit terlebih dahulu dengan mamanya.
"Ma Vero keluar bentar ya."pamit Vero.
"lah perasaan baru nyampe udah berangkat lagi Ver,mau kemana sih kok rapi banget."ucap mamanya.
"ada perlu sebentar ma,nanti Vero balik lagi kok ma.Vero pamit ya ma"ucap Vero menyalami mamanya.
"Hati hati ya"balas mamanya.
.....
Ara yang baru siap mengganti pakaiannya mendengar dering ponsel dan mengangkat panggilan dari seseorang
"Halo Ra.Lo udah selesai kerja?" tanya Vero
^^^"Udah baru aja beres beres.Lo udah sampe?"^^^
"Iya,gue didepan Ra"
^^^"Oke gue ambil tas dulu ya"^^^
Ara memasukkan ponsel ke tas dan berjalan keluar Cafe menemui Vero yang telah menunggunya.
"Dah lama nunggu Ver?"tanya Ara.
"Nggak gue juga baru sampe kok"jawab Vero.
Suasana jalan raya pada sore hari ini membuat hati Ara tenang,tidak terlalu ramai dari biasanya jadi bisa menikamati perjalanan dengan tenang.Kecepatan motor Vero yang sedang dan angin yang bertiup dipipi polos Ara membuat Ara kembali merasakan kebahagiaan yang setelah kepergian kedua orang tuanya tidak pernah ia rasakan lagi.Dulu sewaktu kecil hampir tiap hari Ara di ajak jalan jalan sore oleh ayahnya mengitari komplek rumah dan terkadang pergi ke jalan raya.
"Ra kita udah sampe."ucap Vero sembari menghentikan motornya.
"Ha beneran dah sampe.Ini di-"ucapan Ara terhenti saat melihat sekelilinya.Taman yang sangat indah dan lebih indah dari taman yang pernah ia kunjungi dengan Cerin waktu itu.
"iya kita ketaman Ra,lo nggak suka ya?"tanya Vero.
"gue suka kok,suka banget malahan.Yok turun"ujar Ara turun dari motor Vero.
"Lo mau jalan jalan disekitar sini nggak?"tanya Vero lagi.
"iya gue mau"balas Ara.
Vero terus menggandeng tangan Ara sambil mengajak Ara jalan jalan disekitar taman.
Senang rasanya saat Ara yang menerima gandengan tangannya.
"kok berhenti Ra?"tanya Vero saat Ara menghentikan langkahnya tiba tiba.
"Ver gue mau itu boleh nggak"Ara menunjuk penjual ice cream yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Vero yang melihat ekspresi menggemaskan dari Ara seperti anak kecil yang pura pura sedih agar keinginannya dipenuhi oleh orang tua.
"Boleh yuk gue beliin"mereka menuju penjual Ice cream tersebut.
"mas pesan 3 ice cream coklat ya"ucap Vero kepada si penjual.
"kok 3 Ver?"tanya Ara.
"buat lo dua buat gue satu"balas Vero sembari membayar dan memberikan 2 buah ice cream kepada Ara.
"aa thank's ya Ver"ucap Ara dengan ekspresi mata yang berbinar melihat dua buah ice cream ditangannya.
"yaudah duduk dulu,disana ada kursi"mereka berjalan ke kursi yang ada didekat taman.
Ara menghabiskan dua buah Ice Cream tadi dengan cepat membuat Vero menggeleng melihat tingkah Ara yang sangat berbeda dari biasanya,persis seperti anak kecil yang kesenangan.
"Ra lo senang nggak gue ajak kesini?"tanya Vero.
"Seneng banget,kayaknya besok besok gue pengen pergi kesini lagi deh"balas Ara.
Mereke terdiam sejenak tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Ra sebenarnya gue ngajak lo kesini karena ada sesuatu yang ingin gue omongin sama lo"ucap Vero.