
Happy Reading 💓
.
"Ra sebenarnya gue ngajak lo kesini karena ada sesuatu yang ingin gue omongin sama lo"ucap Vero.
Ara yang penasaran mendengar perkataan Vero tadi menatap kearah Vero dan saat ini mereka saling bertatapan.
"Emang ada apa Ver?"tanya Ara.
"Ra,gue dah lama nyimpan perasaan sama lo.Sejak lo ngejar ngejar Vian gue selalu merhatiin lo.Dan ya sekarang gue udah jatuh cinta sama lo Ra."Vero menatap lekat mata Ara dan ia juga sudah tau jawaban dari Ara nantinya.
Ara yang mendengar ucapan Vero barusan sedikit terkejut.Bagaimana mungkin Vero bisa menyukainya dan selama ini Ara hanya menganggap perhatian Vero kepadanya sebagai seorang abang ke adiknya tanpa mengira kalau Vero menyimpan perasaan kepada dirinya.
"Ver maaf tapi lo taukan gue suka sama Vian,dan kenapa tiba tiba lo bilang suka sama gue?"tanya Ara.
"Gue tau Ra dan gue juga nggak bakalan maksa lo buat balas perasaan gue.Alasan gue nyatain perasaan gue sekarang karena gue nggak mau terus kepikiran sama perasaan ini Ra.Tentang gue suka sama lo ini bukan tiba tiba Ra,semenjak gue pertama kali liat lo dan lo udah ada dipikiran gue tiap hari Ra tapi gue tau cinta lo cuman buat Vian."ucap Vero.
"Oh ya Ra kalau lo nggak sanggup dengan perjuangan lo ke Vian gue bakalan selalu ada buat lo"ujar Vero lagi.
"Ver gue minta maaf ya karena gue udah masuk dalam kehidupan lo dan buat lo sedih karena tau perasaan gue yang sebenarnya."Ara menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"no problem Ra,ini bukan salah lo.Kita juga nggak bisa mengarahkan hati buat suka sama siapa"ucap Vero.
"Eh udah jam 7 nih,lo mau keliling lagi atau langsung pulang"Vero mengalihkan pembicaraan.
"pulang aja gimana?"tanya Ara.
"oke tapi lo tunggu disini bentar ya"Vero melangkahkan kakinya meninggalkan Ara.
..
"makasih ya Ver"Ara menerima permen kapas dengan senang.
Motor Vero mulai melaju membelah jalanan,udara sejuk di malam hari dapat dirasakan oleh Ara.Pinggir jalan yang terlihat ramai oleh lampu penerang menambah keindahan dimata Ara.
"Ver makasih ya udah ngajak jalan jalan dan maaf buat yang tadi"ucap Ara setelah turun dari motor.
"lo nggak perlu minta maaf Ra karena lo nggak salah.Yaudah gue pulang dulu ya."Vero mulai melajukan motornya.
.....
Selesai membersihkan badan,Ara berlalu ke kasurnya dan merebahkan badan.
"Huft kenapa jadi gini ya.Kenapa juga Vero suka sama gue kan gue jadi ngerasa bersalah sama dia."batin Ara.
Ara menatap langit langit atap dengan berbagai macama pikirannya dan sejenak kemudian Ara teringat dengan orang tuanya.
"Ma,Pa Ara kangen kenapa mama sama papa ninggalin Ara sendirian.Ma,Pa apa kalian tau sebentar lagi Ara bakal lulus SMA.
Pa Ara pengen jalan jalan terus beli ice crean sama papa kayak dulu lagi.
Ma banyak yang pengen Ara ceritain sama mama,Ara rindu sama pelukan mama disetiap Ara selesai cerita.
Mama sama Papa jagain Ara terus ya,Ara rindu."ucap Ara dengan air mata yang mengalir.