
HAPPY READING 💓
Tepat satu bulan Vian akhirnya sadar dari koma,Vero,Leon dan Cerin yang nengetahui kabar tersebut segera menuju rumah sakit.
"Vian."Mereka bertiga bergegas mendekati Vian yang kondisinya masih berbaring.
"Yan lo kenapa betah amat tidur disini sih." ucap Leon dan mendapat cubitan dari Cerin.
"ih kamu ngapain cubit aku." mengusap usap lengannya.
"kamu ya teman baru sadar malah bilang gitu." jawab Cerin.
"Yan gimana keadaan lo?" tanya Vero.
"Gue nggak papa cuman sakit kepala dikit." jawab Vian.
Vian menatap temannya satu persatu,sangat terlihat dimatanya ia mencari keberadaan seseorang tapi ntah siapa mungkinkah Ara?.
"Yan lo kenapa kok clingak clinguk gitu sih." ucap Leon.
"nggak papa".singkat nya.
"Yan lo cepet pulih biar bisa ngumpul sama kita lagi".ucap Vero.
Vian hanya mengangguk.
.
.
.
Setelah beberapa jam dirumah sakit mereka bertiga pamit untuk pulang kepada mama Vian yang sudah datang kembali.
Sementara itu dinegara lain Ara tengah melamun dikamarnya.Pulang dari kampus ara langsung ke apartemen dan merebahkan badannya.
"Gimana keadaan kamu Vian.Satu bulan kamu koma tapi gak ada kabar dari Vero." batin Ara.
Dring dring.
"Ana?" ucap Ara melihat nama seseorang yang menelfonya.
"Hallo Ra" . panggil Leana di seberang sana.
"iya An.Ada apa?." jawab Ara.
"Lo sibuk nggak sekarang?." tanyanya.
"Enggak kok."
"yaudah kalo gitu kita jalan jalan yok." ajak Leana
"mm ok,gue siap siap dulu an."
"Sharelock ya Ra biar gue jemput."
"iya."
.
.
"Ra nggak nyangka gue ternyata lo tinggal di apartemen mana mewah lagi."Mata Leana tak berkedip melihat isi apartemen Ara yang berupa barang barang mahal.
"Bukan punya gue.Apartemen ini punya abang gue." sejenak Ara tersenyum saat mengingat Vero.
"Omg lo punya abang Ra?."
Ara hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sedikit kata.
Hampir seharian mereka berdua menghabiskan waktu di sebuah taman.
"Ra,btw abang lo sekarang dimana?." tanya Leana.
"Di indo."
"mm ortu lo?" tanyanya lagi.
"udah meninggal." jawab Ara.
"eh sorry Ra." menatap Ara dengan rasa bersalah.
"Gak papa kok."
Disisi lain Vero Leon dan Cerin tengah duduk di Cafe Permata.Cerin berfikir mungkin saja ia bisa mengetahui keberadaan Ara di sana karena selama ini tidak ada informasi tentang ara sedikitpun.
Sayangnya setelah mengorek informasi dari manager dan karyawan lainnya mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan Ara saat ini,mereka hanya memberitahukan bahwa sebulan yang lalu Ara memang datang untuk memberitahukan ia akan resign dari pekerjaannya.
"Yon kenapa nggak ada yang tau Ara dimana."
ucap Cerin yang telah putus asa.
"Sabar Rin,nanti kita pasti bisa temuin Ara."
"Aku pengen ketemu sama Ara kenapa dia jahat sama aku." Cerin berusaha sekuatnya untuk menahan tangis.
"Mungkin ada alasan dibalik kepergian Ara dari kita." ucap Vero.
"Tapi gimana kalo Vian tau Ara menghilang."ucap Leon.
"Gue juga nggak tau,apa mungkin Vian akan nyariin Ara.Sementara sebelum dia koma dia nggak mau deket deket sama Ara."ucap Vero.
BACK TO ARA.
"Ra ada yang lo pikirin?." tanya Leana yang melihat Ara tidak seperti biasanya.
"gue cuma keinget sama sahabat gue di indo.Semenjak gue kesini kami lost contact."
jawab Ara.
"kenapa lo nggak coba hubungin dia lagi?." tanya Leana.
"ya mungkin gue bakal coba hubungin dia lagi."jawab Ara. ( tapi nanti kalo udah saatnya) batinnya.
Readers tolong bantu like vote nya yahh.🙏🙏
Thank's Readers.😊