Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Diantar Vian



Happy Reading🍒


Hari ini Ara telah berada di Cafe untuk memulai aktifitas seperti biasa.Sehabis mengantarkan pesanan ke meja pengunjung Ara melangkahkan kakinya ke meja kerja Eza.


Ara menarik sebuah kursi dan duduk disamping Eza.


"Za gue mau cerita sama lo,selama ini gue udah berusaha buat luluhin hati seseorang yang gue cinta tapi dia nggak pernah ngerespon balik perasaan gue,apa gue nyerah aja ya Za tapi gue juga nggak bisa ngelupain dia gitu aja "Ucap Ara.


"Ya sebenarnya gue sih bukan ahli percintaan juga Ra,tapi yang bisa gue saranin saat ini ya ikutin kata hati lo.Jika lo ngerasa dia bakalan berubah besoknya ya lo bisa lanjut tapi kalo hati lo dah nyerah gitu aja mungkin emang harusnya lo ngelupain dia."jelas Eza.


"gue juga bingung sama perasaan gue Za,bisa bisanya suka sama orang yang nggak bakal bisa gue miliki"tutur Ara.


"tapi masih ada kok orang yang bisa lo miliki contohnya di samping lo ini Ra,dan kalo lo mau dia akan menyayangi lo dengan tulus."Eza menampilkan cengengesannya.


"he itu mah mau lo aja sama gue kan,yang ada lo beruntung gue depresi tiap hari dibikin kesal."Sembari menjentik kening Eza.


Sehabis bercerita Ara kembali ke dapur untuk mengambil pesanan dan menuju meja berikutnya.


"Ini pesanannya,silahkan dinikmati tu-"Ara melihat orang yang dia kenal berada dimeja tersebut.


"hai Ra thank's ya,mau makan bareng nggak?"ucap Vero seseorang yang dilihat Ara.


"eh maaf tapi masih banyak kerjaan Ver"balas Ara.


"Ra besok selesai lo kerja gue mau ngajak lo jalan,apa lo bisa Ra?"tanya Vero.


"Kemana Ver?"tanya Ara.


"Ada deh pokoknya,apa lo bisa temenin gue nggak lama lama kok Ra"ucap Vero.


"Iya bisa Ver,yaudah gue lanjut kerja dulu ya"balas Ara.


.


.


.


Ara yang terbiasa dengan lamunannya terkejut karena suara klakson motor yang berhenti didepannya.


Ara yang semakin terkejut saat melihat orang yang berada didepannya.


"Buruan naik"ucap Vian yang tengah berada dimotornya.


"nggak usah aku nunggu kendaraan umum aja"ntah kenapa perasaan Ara tidak karuan saat ini,kenapa tiba tiba Vian menawarkan tumpangan kepadanya ya walaupun cara bicaranya tetap sama seperti biasa.


"terserah kalo lo mau kena begal tunggu aja disini"ucap Vian yang membuat Ara bergidik ngeri.


"Gue cuma punya waktu 3 detik dengan ajakan gue barusan"ucap Vian lagi.


Tanpa pikir panjang Ara langsung naik ke atas motor Vian,bagaimana pun ini juga sudah agak gelap dan jika memang ada begal sudah pasti ia tidak punya kekuatan super untuk melawan.


Ditengah perjalanan motor Vian berhenti dan membuat Ara betanya tanya.


"kok berhenti?"tanya Ara.


"Emang gue tau rumah lo dimana"balas Vian.


"eh rumahku di jalan anggrek no 45"ucap Ara.


Vian kembali mengendarai motornya,tanpa ada sedikit pun kata yang keluar dari mulut mereka masing masing.


20 menit mereka sampai di rumah Ara.


"Thank's ya Vian,oh ya kamu mau masuk dulu nggak?"tanya Ara.


"nggak usah"Vian langsung menghidupkan motornya kembali dan pergi dari gang tersebut.


....


Ara masuk ke rumah dengan perasaan senang,apakah Vian sudah bisa menerimanya.Semoga saja pikir Ara.