Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Kecelakaan.



HAPPY READING GUYSS🍒


Vian sangat emosi saat ini kala mengingat Vero yang memeluk Ara pagi tadi.Perasaan macam apa ini kenapa gue harus terngiang ngiang sama lo Ra.Gue benci sama lo.


"Gue benci sama lo Ara" teriak Vian dalam hati, ia semakin menambah kecepatan motornya tanpa memperhatikan pengendara lainnya.


Saat mendekati lampu merah ia tidak bisa mengendalikan kecepatannya dan akhirnya...


Duarr


"HAA" teriak beberapa orang yang berada di tempat.


.


.


"Ra" panggil Vero berlari ke arah Ara.


"ada apa Ver?" tanya Ara kebingungan melihat ekspresi Vero.


"Lo kenapa cemas gitu Ver?" tanya Leon dan Cerin yang berda di tempat itu juga.


"Vian.Dia kecelakaan".ucap Vero dan sontak membuat ketiga orang yang mendengar berita itu kaget.


"V-Vian kecelakaan.Ver gue mau ketemu sama Vian,please ver anterin gue ketemu sama Vian hiks hiks" tangis Ara pecah saat itu juga,walaupun hatinya terasa sakit karena kata kata Vian tadi tapi saat ia mendengar berita ini ia tak kuat membayangkan bagaimana kondisi Vian saat ini.


"Gue mohon Ver tolong anterin gue" ucap Ara kembali.


"Iya Ra gue anterin lo tapi lo tenang dulu" Vero merasa kasihan melihat Ara yang menangis tersedu sedu.


"Ver pakek mobil gue aja,biar bisa sama sama berangkat". tawaran Leon.


"Yaudah ayok".


Mereka berangkat kerumah sakit dimana Vian saat ini sedang dirawat,Cerin duduk di belakang sambil menenagkan Ara yang kadang kembali menangis.


.


.


Sesampainya dirumah sakit,mereka langsung menuju ruang rawat Vian.


"Dokter gimana keadaan teman saya dok?" tanya Vero kepada dokter yang baru keluar dari ruang rawat Vian.


"Benturan dikepalanya cukup keras jadi kalo sampai besok pagi dia belum sadar kemungkinan terbesarnya teman kalian mengalami koma".


Nafas Ara semakin sesak saat mendengar penjelasan dokter.Cerin yang melihat ara semakin lemah langsung memeluk sang sahabat.


"Apa kami bisa melihat teman kami dok?" tanya Leon.


"Silahkan"ucap dokter tersebut.


.


.


Terlihat Vian yang tengah berbaring dengan beberapa alat medis yang terpasang dibadannya.


"Yan lo ngapain sampai kecelakaan kayak gini,lo harus bangun yan lo gak boleh tidur lama lama disini bro" ucap Leon yang juga tak kuasa menahan air mata.


.


.


.


Semenjak pulang dari rumah sakit,Ara tampak jauh berbeda ia kini sering melamun.Tak lama ponselnya berbunyi,ia mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Ra gimana keadaan lo,lo nggak nangis lagi kan atau lo sering ngelamun" ucap Cerin diseberang sana.


^^^"Gue nggak papa rin,lo jangan khawatir"^^^


"Beneran Ra lo gak papa,gue takut lo nanti sakit gara gara ini"


^^^"Gue nggak bakal sakit Rin,gue istirahat dulu ya"^^^


"oh iya tapi kalo lo butuh apa apa bilang sama gue Ra"


^^^"iya"^^^


"Mama papa kenapa orang yang Ara sayang selalu kena masalah,mama sama papa udah ninggalin Ara sekarang Vian kecelakaan.Apa ara gak bisa nemuin kebahagiaan ara.Ara kangen kalian" Ucap Ara.


Disisi lain Vero kini merasa khawatir dengan keadaan Ara,apa ia aman saat ini.


Tak nyaman dengan perasaannya ia mencoba untuk mengirim pesan kepada Ara.


"Ra are you okay now?" ketik Vero.


^^^"Gue baik baik aja Ver" jawab Ara^^^


"Ra,apa lo nangis lagi?"


^^^"Nggak Ver"^^^


"Ingat Ra kalo lo butuh seseorang buat cerita,lo hubungin gue ya.Jangan lupa kalo lo udah jadi adik gue"


^^^"Makasih yah Ver,maaf juga karena selama ini gue nggak bisa jadi teman yang baik buat lo"^^^


"Ra jangan ngomong gitu,yaudah sekarang lo istirahat ok"


^^^"iya"^^^


Beberapa menit setelah mengirim pesan ponsel Ara kembali berdering.Sebuah pesan melalui e-mail.Ara membuka dan sontak kaget bercampur bahagia yang ia rasakan saat ini.Pesan dari sekolah yang menyatakan bahwa Kiara Louren mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke universitas dinegara lain.


"Ma pa Ara dapat beasiswa,apa mimpi ara akan tercapai.hiks hiks"batin Ara seketika ia merasa hatinya yang tadi hancur mengingat keadaan Vian kini sedikit membaik dengan kabar beasiswa itu


.


.


Readers tolong tinggalin jejaknya ya🤗


Tingkiuu 🙏