
Saat ini para siswa berhamburan menuju parkir setelah bel pulang berbunyi,Ara yang tadi terus terpikir dengan perkataan Cerin berniat untuk menemui Vian sepulang sekolah,dengan harapan Vian bisa bersikap sedikit ramah kepadanya walaupun ia tidak yakin itu akan terjadi.
"Vian tunggu."Vian yang akan melajukan motornya bersama Leon dan Vero berhenti ketika mendengar panggilan dari seseorang yang ia kenal.
"Vian thank's ya udah bawa aku ke UKS.Maaf ngerepotin lo."ucap Vian.
"gak usah banyak omong,gue nolongin lo cuman karena gue reflek gak bisa liat orang pingsan bukan berarti gue perhatian sama lo dan jangan harap itu bakal terjadi.mustahil ngerti lo."ucap Vian mengendarai motornya menjauh dari parkiran.
"Eh Vian kamvret,tinggalin aja terus."umpat Leon menyusul Vian.
Kini hanya tinggal Ara dan Vero yang berada diparkiran,ya Ara sudah menduga reaksi Vian dan tidak mungkin juga dia akan perhatian kepada seseorang yang dia benci tapi bukan berarti Ara akan berhenti berusaha.
"Ra sorry ya sama sikapnya Vian tadi,gue tau lo pasti terluka banget kan."Vero yang turun dari motornya dan berdiri tepat didepan Ara.
"hehe iya gak papa,lo gak usah minta maaf juga kali Ver"balas Ara dengan senyum yang terukir diwajahnya.
"hm kalo gitu lo mau kan pulang bareng gue,kemarin cuman sekali berangkatnya jadi nggak bisa liat senyum lo dipagi haru deh Ra"bujuk Vero.
"kalo gue nggak mau gimana?"tanya Ara.
"Yah Ra kok gitu sih,lo nggak suka naik motor ya Ra tapi kemarin lo bilang seneng naik motor."Vero yang memasang wajah memelas.
"wih baru tau gue Vero bisa memelas kek gitu,momen langka nih."Ara tertawa saat melihat wajah yang sangat berbeda saat ditampilkan Vero biasanya.
"ih lo kok malah ketawa Ra,Ra please mau ya pulang bareng gue.Nanti gue beliin cake cokelat mau nggak?"Ara yang mendengar itu reflek mengangguk dan membuat Vero tersenyum.
"okeh let's go Ara."Ucap Vero.
Vian mulai melajukan motornya setelah memastikan Ara aman dibelakangnya.Sekitar 15 menit mereka sampai disebuah toko kue.
Vero masuk kedalam toko dan meminta Ara untuk menunggu sebentar.Vero yang selesai membeli sebuah kue kemudian melangkahkan kakinya ketempat Ara dan memberikan sebuah kotak kue.
"aa thank's ya ver ternyata beneran lo beliin ya eh tapi ini mahal kan nanti uang lo habis kek mana,Ver gue nggak usah ambil aja ya nanti lo mintak ganti sama gue kan gue nggak punya uang"ucap Ara.
"heh lo ada ada aja,mana mungkin gue minta kue yang udah gue kasih ke lo.Tenang aja uang gue gak bakal habis karena beliin lo kue."Vero terkekeh dengan tingkah Ara.
"yaudah yok,naik lagi nanti keburu sore."ucap Vero naik ke atas motornya.
Motor Vero mulai melaju membelah jalanan dengan kecepatan sedang.Keheningan diantara mereka terpecahkan karena hujan yang tiba tiba turun dan Vero yang menyadari Ara yang mulai kedinginan menghentikan motornya disebuah halte bis dan berteduh.
"nih pake jaket gue Ra,lo udah kedinginan banget keliatannya."Vero mengulurkan jaketnya ke pundak Ara.
"tapi lo kek mana Ver,kan jaketnya cuman satu."balas Ara.
"gue gak papa kok,yang penting lo gak boleh sakit karena kehujanan sama gue."ucap Vero.
"thank's ya Ver."balas Ara.
Hujan yang belum juga reda sedari tadi membuat Ara melamun menghadap jalanan yang mulai sepi dengan lalu lalang kendaraan.
"Ra lo kenapa,sakita ya kok ngelamun?"tanya Vero yang dari tadi memperhatikan Ara.
"gak papa Ver cuman pengen ngelamun aja menikmati suasana hujan kayak gini."tutur Ara.
"tapi jangan ngelamun Ra gak baik.oh iya hari ini udah jam kerja lo ya Ra?"tanya Vero.
"enggak Ver kemarin gue udah gantiin shift temen,jadi sekarang gue bisa libur dulu."ucap Ara.
"Ra apa lo nggak capek harus kerja kayak gitu?"tanya Vero
"pasti,tapi gue lebih mikirin gimana gue bisa mencukupi kebutuhan gue daripada mikirin capeknya Ver."ungkap Ara.