Don'T Leave Me My Girl

Don'T Leave Me My Girl
Mungkinkah telah berubah?



Happy Reading guys🍒


Selesai beres beres Ara mengambil tas dan bergegas menuju dapur,mengambil dua lembar roti dan mengoles selai coklat diatasnya.Segelas air putih mengakhiri sarapan Ara pagi ini.Ara berencana untuk pergi sekolah hari ini karena kakinya yang sudah aman menurutnya.


Seperti biasa Ara menunggu bis terlebih dahulu.Tanpa diduga sebuah motor berhenti tepat didepannya dan ia tau betul kalau itu motor Vian.


"Naik"ucap Vian selepas membuka helm.


"hah,kamu nawarin tumpangan sama aku?"Ara benar benar bingung dengan sikap Vian dan menurutnya semakin hari tidak bisa ditebak.


"gue ngga suka ngulang perkataan untuk kedua kalinya"dengan tegas.


Ara yang tidak ingin berdebat langsung naik kemotor vian dan menurutnya lumayan nggak perlu keluarin uang buat naik bis, kapan lagi bisa diboncengin Vian lagi.


Setibanya di parkiran sekolah Ara langsung turun dan untungnya belum banyak yang datang jadi aman dari gosip ibu ibu komplek,bagi Ara pun tidak masalah jika digosipkan dengan Vian namun Ara tahu betul kalo Vian tidak menyukai itu.


"Thank's ya Vian,sorry juga kalo ngerepotin lo"ucap Ara canggung.


"Pulang sekolah tunggu disini"ujar Vian.


"maksudnya?"Ara yang benar benar bingung.


"gue antar pulang"Vian berjalan duluan dengan Ara yang masih terdiam mencerna ucapan Vian barusan.


Ara berjalan menusuri koridor sembari bergelut dengan fikirannya.Mungkinkah Vian telah berubah dan mulai membuka hari untuk Ara?.


"Ra lo sakit lagi?baru aja sekolah"Cerin yang melihat Ara senyum senyum sendiri.


"gue nggak sakit kok.Rin lo tau nggak"ucap Ara yang dipotong oleh Cerin.


"nggak tau"ucap Cerin


"is gue belom selesai Rin,tadi gue kesekolah bareng sama Vian"ujarnya.


"Hah serius Ra.kok bisa sih?"tanya Cerin.


"gue juga nggak tau terus katanya nanti pulang sekolah gue diantar dia"tutur Ara.


"Wih Ra,waktu itu lo diantar pulang terus barusan berangkat bareng nantinya juga pulang bareng.Apa Vian udah punya rasa sama lo Ra"tutur Cerin.


"Gue nggak tau Rin"jawab Ara.


....


Vian,Vero dan Leon yang telah tiba dikantin,mereka menunggu pesanan sampai.


"Ra sini"ucap Vero.


Vian yang mendengar nama Ara menoleh sesaat dan kembali melihat layar ponselnya.


"Hai"sapa Cerin.


"Rin kalian berdua duduk sini aja"ucap Leon


"Kalian mau pesan apa"tanya Vero.


"bakso aja"ucap Ara dan Cerin.


.


.


Pesenan mereka telah sampai Vero terus memperhatikan Ara membuat raut wajah Vian sedikit memerah.


"Ra mau cobain mi gorengnya nggak,enak loh"ucap Vero menawarkan mie gorengnya.


"Mau"ucap Ara.Vero menyuapi mie gorengnya ke Ara dan saat itu pun dada Vian semakin berdetak kencang.


"ehem sweet amat,jadi pengen nih"ucap Cerin.


"Rin nih gue suapin juga"Ucap Leon sembari menyendokkan makananya ke Cerin.


"Yan lo nggak papa kan,kok kayak kesel gitu?"Leon tau Vian yang tampak marah saat Vero menyuapi Ara.Mungkinkah sahabatnya telah luluh kepada Ara.


....


Pulang sekolah sesuia ucapan Vian tadi ia mengantar Ara pulang.Dan diperjalanan Ara memecah keheningan diantara mereka.


"Yan antar aku ke Cafe Permata ya"ucap Ara.


"Kenapa"tanya Vian


"Aku kan harus kerja,kemarin udah ambil libur sehari"jawab Ara.


Vian hanya diam dan melanjutkan perjalanan menuju Cafe Permata.


"Vian aku mau nanya kok tiba tiba kamu mau nganter aku?"Ara yang penasaran sejak tadi.


"Gue cuma kasian liat lo,nanti keserempet lagi.Jika lo beranggapan gue mulai cinta sama lo TIDAK.Dan itu nggak akan pernah terjadi"kembali melajukan motornya.