
Matahari yang sudah meninggi mulai menghilangkan kesuraman yang terjadi di malam sebelumnya, seperti membasuh luka.
Semua orang-orang yang tinggal di Auberbéliard di kumpulkan oleh seluruh pasukan Death Triangle di depan rumah bangsawan sang penguasa tanah itu.
Semua orang, tidak terkecuali para Hobbit yang dijadikan budak di tempat itu, mereka juga berkumpul di depan rumah tuan besar mereka diselimuti rasa bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap salah satu Hobbit.
"Entahlah aku juga tidak tau" jawab Hobbit yang lainnya.
Mereka tidak berani bertanya pada orang-orang berpakaian serba hitam yang seperti sedang mengawasi mereka itu, mereka merasakan hawa dingin yang menusuk dari orang-orang itu sehingga mereka memilih untuk tidak berkomentar atau bertanya apapun.
Lalu, dari arah rumah sang tuan tanah muncul sosok Blood-Elf yang membawa pasangan Hobbit yang masih terlihat muda. Walaupun si Blood-Elf sudah menutupi setengah wajahnya dengan masker yang membuatnya terlihat keren, namun semua Hobbit masih bisa mengetahui kalau kedua pasangan muda Hobbit itu dibawa oleh seorang dari ras Elf alias Blood-Elf.
"Blood-Elf!" salah satu Hobbit langsung berteriak histeris melihat sosok Blood-Elf itu.
Karena teriakannya tadi, semua Hobbit langsung panik dan mulai bersiap untuk menyerang sosok Blood-Elf itu, walaupun sebenarnya mereka tidak yakin akan bisa selamat setelah melakukan hal itu.
Pasukan Death Triangle yang lain juga ikut bereaksi, mereka juga bersiap untuk menyerang. Mereka bersiaga karena bisa saja para Hobbit itu akan menyerang mereka tanpa pikir panjang.
"Semuanya tenang dulu!" ucap Sancho, mencoba menghentikan apa yang ingin dilakukan oleh kaumnya itu.
Orang-orang mulai menatap ke arah Sancho dengan wajah keheranan, mereka semua heran dengan sikap Sancho yang masih tenang walaupun sedang ditahan oleh Blood-Elf itu.
"Ini semua bukan seperti yang kalian pikirkan, Blood-Elf ini sudah menyelamatkanku" ucap Sancho lagi.
"Hah, apa maksudmu itu Sancho? Blood-Elf itu menyelamatkanmu? Jangan bercanda Sancho! Mana mungkin Blood-Elf itu menyelamatkanmu!" jawab salah satu Hobbit yang lain.
Jawaban itu diamini oleh Hobbit yang lainnya, mereka tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Sancho. Elf yang menolong Hobbit adalah mimpi di siang hari bagi bangsa Hobbit, hal itu terjadi karena masa lalu mereka yang cukup rumit.
Intinya, Elf dan Hobbit selalu saja berselisih karena sifat harga diri tinggi mereka semua.
"Tidak, itu benar! Kami berdua diselamatkan oleh Blood-Elf ini dan kami tidak diperlukan kasar olehnya. Lihat saja kami berdua!" Iliana mencoba meyakinkan Hobbit yang lain dengan menunjukkan tubuh mereka yang tidak terluka sama sekali, bahkan luka-luka di tubuh Sancho terlihat dirawat oleh seseorang.
Melihat itu membuat Hobbit yang lain saling memandang satu sama lain, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Tetapi ucapan Iliana dan semua bukti itu membuat mereka tidak bisa meragukan hal itu.
"Tidak bisa dipercaya, Blood-Elf itu menolong Hobbit?"
"Pasti kau menyembunyikan niat terselubung atas semua ini kan? Dasar makhluk munafik!"
Walaupun mereka tidak bisa meragukan perkataan Iliana dan semua buktinya, tetapi rasa ketidakpercayaan mereka masih tersisa. Terlebih Blood-Elf itu terlihat cukup menyeramkan bagi mereka semua, itulah yang menyebabkan mereka sulit percaya sampai pada akhirnya ada sosok orang yang muncul dari arah rumah tuan tanah.
Aura gelap dan menyeramkan menyeruak keluar dari sosok itu, sampai membuat semua orang yang melihatnya bergidik ngeri dan menggigil.
Sosok yang mengenakan pakaian serba hitam dengan topeng yang terlihat menyeramkan itu, keluar sambil menyeret beberapa tubuh yang sudah kaku dan dingin.
Beberapa orang dari Death Triangle langsung bergerak mendekati sosok tadi, sosok tadi memberikan gestur menyuruh mereka untuk mengangkat tubuh yang kaku dan sudah dingin itu. Mereka semua mengerti dan melakukan hal itu, dan tubuh yang dingin dan kaku itu mereka taruh di hadapan semua orang agar bisa terlihat oleh mereka semua.
"Hei bukankah itu anak laki-laki dari si tuan tanah!" seseorang mulai berkomentar dengan rasa terkejut memenuhi dadanya.
"Itu putri mereka! Aku ingat sekali anak perempuanku tidak pernah kembali ke rumah setelah bermain dengannya!"
"Dan apakah itu sang nyonya besar?"
Semua orang merasa ngeri dan terkejut melihat apa yang ada di hadapan mereka saat ini, namun ada satu objek yang membuat mata mereka terbelalak seperti hendak lepas dari tempatnya.
Di antara mayat-mayat itu, terdapat satu mayat yang membuat mereka lebih terkejut dari sebelumnya. Mayat yang mereka lihat adalah mayat dari sang tuan tanah, penindas mereka, pencabut hak-hak mereka semua.
Dan mereka semua menatap mayat itu tak percaya, mereka bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang terjadi di tempat itu.
Walaupun sebenarnya mereka senang dan lega karena sang tuan tanah sudah mati dibunuh oleh orang-orang Death Triangle, namun mereka semua tidak berani mengungkapkan perasaan mereka yang sesungguhnya. Mereka malah mempersiapkan hal lain, karena mereka merasakan hal yang berbahaya dari orang-orang Death Triangle.
Dan belum lagi, saat sosok misterius yang membawa mayat-mayat dari sosok penting di Auberbéliard mulai membuka topengnya dan menampakkan wajahnya yang tampan dan rupawan, dengan iris berwarna merah delima serta rambut yang sedikit pirang.
Para Hobbit kembali terkejut mengetahui fakta lain, ya di depan mata mereka saat ini mereka melihat dua ras berbeda dan bermusuhan saling bekerjasama. Mereka melihat sosok misterius itu dengan jelas, dan mereka langsung menyadari kalau dia adalah seorang manusia.
"Ma-manusia! Apakah aku tidak salah lihat?" ujar salah satu Hobbit yang terkejut bukan main.
"Tidak bodoh! Jelas sekali dia itu manusia. Tetapi manusia bekerjasama dengan Elf? Dunia pasti hampir kiamat!" Hobbit yang lainnya ikut menambahkan.
Seth, yang merupakan sosok misterius itu tersenyum mendengar semua bisikan dari bangsa Hobbit dan juga manusia yang ada di tempat itu.
"Semuanya! Kami semua adalah Death Triangle yang telah menyelamatkan dan membebaskan kalian semua dari kebiadaban tuan tanah di sini.
Kami, Death Triangle! Telah diberikan misi oleh Serikat Silverland untuk menyelamatkan tempat ini dan kalian harus bersyukur karena itu!"
Semua orang masih kebingungan dan juga mereka tidak bisa bersyukur sekarang ini, karena mereka masih memikirkan apa tujuannya sebenarnya dari orang-orang yang mengatakan dari Negara Silverland itu.
Seth mengerti betul rasa khawatir yang melanda orang-orang itu, ia hanya tersenyum karena memang itu adalah bagian dari rencananya.
"Untuk itu biar ku perkenalkan kepada kalian semua, utusan dari Negara Silverland yang akan membahas masa depan kalian semua!" ucap Seth lalu ia mundur beberapa langkah.
Orang-orang masih kebingungan dan mereka mencari-cari ke segala penjuru untuk melihat orang yang dimaksud oleh Seth. Ternyata orang itu baru saja sampai dari perjalanan cukup panjang, seseorang yang bisa dibilang sangat jauh dari penampilan seorang utusan negara.
Ia memakai jubah yang sudah kelihatan lusuh berwarna hitam, menenteng dua katana di pinggangnya, dan pelindung tangan yang juga berwarna hitam gelap. Walaupun seperti itu, entah kenapa sosok itu bahkan lebih menyeramkan dari Seth bagi semua orang yang melihatnya. Sehingga tidak ada yang berani mengomentari seperti apa sosok itu.
"Yo, teman-teman Hobbit dan yang lainnya! Aku seorang utusan dari Negara Silverland, namaku D' Archie. Aku ingin bicara dengan beberapa orang dari kalian semua dan sebaiknya kita melakukan itu di dalam saja" ucapnya dengan ekspresi yang sangat datar
Karena hal itu mereka semua tambah kebingungan dengan kemunculan dan sikap sosok orang yang disebut sebagai utusan negara itu, namun mereka menurut saja dan mengikuti apa yang diucapkan oleh Archie tadi.
......****......
Beberapa saat kemudian orang-orang yang dipilih oleh beberapa orang dari Auberbéliard berkumpul di meja makan besar yang sebelumnya dimiliki oleh tuan tanah Auberbéliard.
Beberapa orang-orang yang dipilih itu bisa dibilang sebagai tetua atau yang paling tua dari mereka semua, karena biasanya mereka bisa berpikir dengan jernih dan bijak karena sudah merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Namun dipilih juga beberapa orang dari kaum pemuda, salah satunya adalah Sancho Whitfoot. Bahkan Sancho sendiri dipilih langsung oleh Archie setelah Archie mendengar cerita Seth tentang si Sancho.
"Jadi apa yang kalian ingin bicarakan kepada kami semua?" ucap seseorang tetua dari kaum Hobbit bernama Barley
Sebelum menjawab, Archie memperhatikan semua audience yang ada. Wajah mereka begitu tegang karena memikirkan nasib mereka selanjutnya setelah ini. Karena itu Archie membuang nafas berat, sebelum akhirnya mulai berbicara.
"Jangan tekuk wajah kalian seperti itu. Bukankah kalian sudah memiliki hak asasi kalian kembali setelah sebelumnya direbut secara paksa" ujar Archie.
"Apa maksudmu?"
"Ya, kalian semua kan sudah menjadi budak sejak dari nafas pertama kalian. Semua hak-hak kalian yang kalian miliki dicabut seperti itu saja dengan mudahnya oleh orang-orang ini.
Jadi, maksud tindakan Negara Silverland ini semata-mata hanya untuk mengembalikan hak-hak kalian yang sudah dicabut itu!" ujar Archie lagi.
Semua orang bereaksi gembira dan senang setelah mendengar penjelasan Archie. Tentu saja mereka merasa seperti itu, karena dengan begini semua penderitaan mereka telah berakhir di sini. Namun ada satu orang yang hanya diam dengan wajah masam sambil menatap ke arah Archie, dikala yang lain di serang kebahagiaan.
Sancho. Sancho yang merasakan hal yang janggal langsung berdiri sambil menatap tajam Archie, sehingga membuat semua orang mulai memperhatikan ke arahnya.
"Apa ada yang kau ingin sampaikan, Sancho Whitfoot?" ucap Archie sambil mengingat-ingat nama Sancho.
"Jelaskan kepada kami semua, apa yang kalian inginkan sebenarnya dari kami semua. Membebaskan kami dari penderitaan? Yang benar saja, orang-orang tua pada masa lalu juga tertipu dengan kata-kata manis itu!
Jadi sekarang katakan saja maksud terselubung dari balik topengmu itu!" ucapan Sancho membuat semua orang tercengang, namun tidak sedikit dari mereka setuju dengan apa yang dikatakan olehnya.
Semua orang lalu mulai menatap serius ke sosok Archie yang mereka anggap paling misterius itu, dan hal itu membuat pasukan Death Triangle mulai mencoba melindungi Archie untuk bersiap apabila ada hal yang di luar kendali mereka.
Archie tersenyum, ia menyuruh semua pasukan Death Triangle untuk mundur dan menenangkan mereka semua. Archie membalas menatap mereka semua dengan serius, lalu beberapa saat setelahnya ia tertawa karena hal ini benar-benar berjalan sesuai dengan apa yang ia rencanakan sebelumnya.
"Pasukan Death Triangle! Ku perintahkan pada kalian untuk membuka identitas kalian kepada semua orang yang ada di sini!" Archie memberi perintah kepada pasukan Death Triangle.
Tanpa perlu berpikir panjang, semuanya langsung membuka topeng mereka yang sepanjang malam telah menutupi indentitas mereka semua. Terpampang lah berbagai macam wajah, suku dan ras yang mewakili orang-orang di pasukan Death Triangle.
Sancho dan yang lainnya langsung terbelalak melihat kenyataan itu, mereka ingin tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang, namun kenyataan melarang mereka semua.
"Elf, Manusia dan Dwarf! Apa-apaan ini?"
"Bahkan Blood-Elf dan Nightborne yang bermusuhan? Bagaimana bisa!"
Begitulah yang mereka semua ucapkan setelah melihat hal tersebut, dan kini pandangan mereka kembali tertuju ke arah sosok berambut putih perak yang sedang tersenyum puas itu.
Mereka benar-benar tidak bisa berpikir jernih karena satu sosok itu, sosok yang benar-benar membuat mereka ketakutan sejadi-jadinya.
"Itulah keinginan ku dan juga orang-orang di Silverland, tempat yang bisa menghancurkan dinding kokoh yang namanya perbedaan!" ucap Archie dengan lantang, seperti jenderal perang yang sudah menemukan jalan kemenangannya.