Cyrus Online II: The Great Guild War

Cyrus Online II: The Great Guild War
Chapter 22: Berdamai Dengan Kawanan Dragulin



Archie, Putri Ashiya, Momo-chan dan Misphita berlari untuk menghindari kejaran para Dragulin yang sedang mengejar mereka berempat.


Mereka berlari menuju ke sebuah rumah yang dijaminkan oleh Momo-chan kalau saat mereka berempat sampai di sana mereka akan selamat untuk sementara waktu, sisanya mereka bisa memikirkan jalan keluar dalam situasi seperti ini.


Tidak ada pilihan lain memang, dan Archie pun setuju dengan usulan si Momo-chan itu. Percuma jika ia harus mengeluarkan seluruh tenaganya untuk saat ini, Archie akan memikirkan cara yang lain dalam mengatasi hal ini.


Cukup lama mereka berempat berlarian sambil menghindari serangan-serangan kawanan Dragulin, mereka pun sampai di tempat yang disebutkan oleh Momo-chan tadi. Tempat itu hanyalah sebuah rumah kecil nan sederhana saja, bukan sebuah kastil atau tempat perlindungan yang benar-benar membuat mereka aman untuk sementara waktu.


Namun, tidak ada waktu untuk mengeluhkan hal kecil seperti itu, Archie dan yang lainnya percaya dengan apa yang dijanjikan oleh Momo-chan sepenuhnya.


Di depan pintu terlihat seorang pria paruh baya yang menutup sebagian wajahnya dengan kain penutup, ia seolah memang menandakan bahwa tempat itu memang tempat yang mereka tuju. Akhirnya mereka pun masuk dengan cepat ke dalam rumah untuk mengambil nafas mereka yang sudah mereka habiskan saat melakukan kejar-kejaran tadi.


Pria berpenutup tadi juga ikut masuk, ia dengan cepat menutup semua lubang yang ada di rumah itu tanpa tertinggal apapun sama sekali.


"Terimakasih paman Ruksel, paman sudah membantu kami lagi" Momo-chan tiba-tiba berucap dan membuat semuanya sedikit terkejut karena Momo mengenal sosok pria berpenutup tadi.


Ruksel, pria yang dimaksudkan oleh si Momo-chan tadi hanya mengangguk pelan, ia sedikit tersenyum dari balik penutupnya walaupun tidak ada yang bisa melihat sedikit ukiran senyuman itu.


Suara langkah kecil terdengar dari belakang rumah, membuat Archie langsung mewaspadai diri dengan menarik pedangnya dan bersiap untuk menyerang. Begitu pula dengan Ashiya yang juga sudah menarik busur panahnya sesaat Archie menarik pedangnya, ia menajamkan pandangannya untuk bersiap membidik anak panah ke tempat yang vital.


Tetapi niatan mereka langsung luntur seketika, mereka berdua melihat sosok dua anak kecil yang keluar dari belakang rumah. Walaupun mereka anak kecil, namun mereka memiliki kemiripan dengan para Dragulin itu yaitu berkuku tajam dan berperawakan seperti hewan buas. Akan tetapi ada yang membedakan mereka berdua, entah kenapa Archie merasakan ketakutan dari sosok dua anak kecil itu saat ia tatap mata dua anak kecil itu.


Namun walau begitu, Archie tetap berniat menyerangnya, walaupun ia sudah menelan pil pahit begitu sadar dirinya akan membunuh kedua anak kecil itu.


Archie bersiap untuk melompat, namun sebelum itu dirinya sudah dihentikan oleh Momo-chan dan juga sosok laki-laki berpenutup tadi yang tiba-tiba bersujud di hadapan Archie.


"Hentikan itu ku mohon Archie! Mereka berdua bukanlah seperti yang kau pikirkan" Momo-chan memohon kepada Archie untuk menghentikan niat nya itu.


Sosok pria berpenutup tadi alias Ruksel juga ikut memohon pada Archie, ia bahkan menundukkan kepalanya begitu rendah sampai-sampai ia bisa mencium sepatu yang Archie kenakan. "Tuan pendekar pedang, tolong sarungkan kembali pedang tuan! Hamba mohon lepaskan kedua anak hamba itu" ujarnya lalu Ruksel melepaskan penutupnya yang menampilkan sosok asli Ruksel yang sebenarnya.


Archie semakin tak mengerti, ternyata Ruksel juga adalah seorang Dragulin. Sosoknya bahkan terlihat lebih berbahaya daripada Dragulin yang ada di luar saat ini, tubuhnya yang penuh luka menandakan ia sudah sering bertempur dan jangan diragukan lagi kemampuannya.


Sosok asli Ruksel adalah Dragulin singa hitam yang memiliki tubuh penuh bekas luka, serta memiliki surai yang sangat lebat, dari semua penampilan itu sudah jelas kalau Ruksel lah sosok Dragulin paling kuat yang ada di desa ini.


Namun ia malah sujud di hadapan Archie dan memohon keselamatan untuk kedua anaknya itu, hal ini membuat Archie sedikit kebingungan dan juga merasa heran. Jika Ruksel sekuat itu mengapa ia malah melakukan hal seperti ini, pikir Archie.


Bahkan Momo sendiri juga memohon kepada Archie, Archie pikir jika keadaan seperti ini maka kemungkinan besar Momo mengenal sosok Dragulin paling kuat satu ini. Dan tiba-tiba saja, bagai dapat ilham dan nubuat, Archie mendapatkan sebuah cara untuk keluar dengan selamat dari situasi seperti ini.


Archie pun kembali menyarungkan pedangnya, ia pun menyuruh Ashiya melakukan hal yang sama dengan dirinya.


"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kalian ceritakan padaku tentang apa yang terjadi di desa ini dan bagaimana kalian bisa bertemu seperti ini" Archie menyuruh Momo untuk menjelaskan pada dirinya tentang masalah yang mereka alami.


Melihat sudah ada kelunakan dari Archie, Ruksel pun memberikan isyarat pada kedua anaknya untuk mendekat pada dirinya dengan santai. Walaupun sudah begitu, tentunya masih bukan hal yang mudah bagi mereka berdua untuk melewati Archie dengan perasaan santai, mereka bahkan menatap mata Archie untuk berjaga-jaga. Sosok istri Ruksel juga keluar dari persembunyiannya, dan keluarga Ruksel sudah berkumpul lengkap di ruang tengah.


Ruksel pun mulai bercerita tentang hubungannya dirinya dengan sosok Momo dan juga menceritakan siapa sosok penyihir yang sejak tadi bersama dengan Momo itu.


Singkat kata, Archie mulai memahami situasi ini. Archie juga mengerti hubungan semua ini dengan sosok Momo yang ia kenal, pantas saja Momo menyuruhnya untuk bertindak santai pada sosok Ruksel, ternyata Momo-chan memiliki hutang budi dengan sosok Ruksel yang sudah mengantarnya ke Desa Spezia.


"Jadi tujuanmu kemari adalah untuk belajar menjadi seorang Summoner dengan sosok penyihir bernama Misphita ini ya, rupanya kau sudah cukup lama bermain Cyrus Online!" ujar Archie dengan tatapan penuh selidik. "Apakah kau tidak ada niatan untuk mengabari ku?"


"Hahaha maafkan aku, sebenarnya aku ingin menjadikan ini sebagai kejutan untukmu. Jadi aku berniat untuk menjadi kuat terlebih dahulu sebelum bertemu denganmu, siapa sangka kita malah bertemu di sini hehe" balas Momo-chan dengan ekspresi yang sedikit membuat Archie menjadi sebal.


"Hehe kepalamu!"


Archie yang sedang dongkol itu pun langsung mencengkeram erat kepala Momo-chan bagai mencengkeram bola kasti dengan sangat kuat, Momo-chan pun kesakitan dan berkali-kali memohon ampun pada Archie, tentunya hal itu adalah candaan Archie belaka tidak ada sama sekali niatan untuk menyakiti sosok perempuan itu.


Keluarga Ruksel dan Misphita pun ikut tertawa melihat tingkah laku keduanya, terlebih lagi saat melihat ekspresi kesakitan Momo-chan yang terkesan ia buat-buat itu. Mereka seakan-akan melupakan semua kegaduhan dan kekacauan yang sedang melanda di luar rumah mereka itu, tingkah laku Archie dan Momo menjadi tontonan asik bagi mereka semua di tengah kekacauan itu.


Hanya ada satu orang yang sedari tadi hanya diam memandangi sosok Archie dan Momo-chan dengan tatapan yang sukar untuk diterjemahkan. Ashiya, merasakan ada yang bergejolak di dalam hatinya saat melihat kedekatan kedua orang itu, walaupun sudah ia hiraukan namun perasaan itu tetap saja muncul.


Ia tidak mengerti apa itu, namun ia merasa bisa mengerti jika dirinya berada di sisi Archie saat ini.


Archie pun mendapati Ashiya yang menunjukkan ekspresi kesedihan itu, Archie langsung bergerak untuk menanyakan kondisi Ashiya namun Ashiya langsung menanggapinya dengan santai untuk menghindari kecemasan Archie.


"Aku baik-baik saja sungguh!"


"Benarkah? Kau terlihat pucat Ashiya" ujar Archie


"Boleh saja apa itu?" ucap Archie penuh senyuman.


"Apakah perempuan bernama Momo itu adalah orang yang kau kenal di dunia mu?" Mata Ashiya setengah tertutup, karena ia takut mendengar jawaban apapun yang akan keluar dari mulut Archie.


"Ya, dia itu temanku sama seperti kalian-kalian yang ada di sini" ujar Archie tanpa berkedip.


Entah kenapa setelah mendengar jawaban Archie tadi, Ashiya sedikit melihat cahaya. Ia merasa masih ada kesempatan untuk dirinya, entah untuk apa maksudnya. Ashiya pun langsung larut dalam suka citanya, ia tersenyum manis yang membuat Archie kebingungan dengan apa yang sedang melanda sosok tuan putri itu saat ini.


*****


Archie, Misphita dan Ruksel menjadi tiga orang terdepan yang maju untuk menghadapi gerombolan Dragulin yang sedang menanti mereka semua itu.


Bukan pertempuran yang menghasilkan luka dan darah yang Archie pikirkan saat ini, ia memiliki cara yang lebih ampuh dari hal itu dan ia yakin hal ini bisa terjadi tanpa keraguan.


Ia sudah mengutarakan maksudnya itu pada keluarga Ruksel serta Misphita, dan mereka menyambut baik usulan Archie itu dan mereka akan membantu Archie untuk meyakinkan para penduduk desa agar mau menerima usulan Archie entah bagaimanapun caranya.


"Oohhh! Kau sudah berubah pikiran ternyata Ruksel? Kau membawakan para mangsa itu kemari untuk kita santap bersama kan?" Kepala desa Alger keluar dari gerombolan Dragulin untuk menyambut Ruksel dan yang lainnya.


Ruksel dan yang lainnya menatap tajam kepala desa Alger dan gerombolan Dragulin lainnya, merasa ditatap seperti itu mereka pun terintimidasi dan berniat untuk menyerang Ruksel dan yang lainnya. Namun mengingat reputasi yang dimiliki oleh Ruksel, mereka tidak bisa asal maju seperti itu saja.


"Jika kalian ingin hidup maka dengarkanlah permintaan ku dan juga pemuda ini!" Ruksel berteriak lantang ke kawanan Dragulin. "Tenang saja, kalian pasti hidup nyaman jika kalian mau mendengarkan permintaan pemuda ini"


Para Dragulin itu nampak kebingungan mendengar ucapan Ruksel, bahkan kepala desa Alger pun juga ikut kebingungan. Lalu ada satu Dragulin yang merasa hal itu cuma omong kosong belaka dan maju menerjang ke arah Ruksel dan Archie, sasaran yang ia tuju adalah sosok Archie yang ia rasa lemah itu.


Lalu hal yang aneh pun terjadi.


Di mata para Dragulin itu, sosok Archie hanya diam di tempatnya saja tanpa melakukan apapun, seolah-olah ia pasrah untuk dimangsa oleh Dragulin yang sedang menerjang ke arahnya itu. Namun kejadian sebenarnya tidak seperti itu.


Archie melihat Dragulin itu tidaklah secepat yang ia kira, Dragulin itu seperti melayang dengan lambat di mata Archie sehingga ia dengan sangat mudah untuk menyerang Dragulin itu terlebih dahulu.


Archie menggunakan skill [Judgement Cut] yang membuat Dragulin itu langsung tercabik-cabik hingga beberapa potongan, sudah bisa dipastikan kalau sosok Dragulin itu tidak bisa bangun pagi lagi esok hari.


"Apa ada yang ingin mengajukan diri untuk jadi daging cincang lagi?" ucap Archie dengan santai setelah membunuh satu Dragulin yang menyerang dirinya tadi.


Semua Dragulin itu terkejut bukan main melihat salah satu teman mereka bisa dikalahkan dengan mudahnya oleh Archie, akhirnya mereka mengerti kekuatan sang pendekar pedang itu. Archie bisa saja membunuh mereka beberapa saat yang lalu, namun Archie masih melepaskan mereka walaupun dalam kondisi yang cukup buruk pula, namun dari situ saja akhirnya para Dragulin itu menyadari kekuatan Archie yang mengerikan itu.


"Bicaralah anak muda! Jika apa yang kau tawarkan tidak menguntungkan bagi kami, kami akan membunuhmu di sini walaupun kami semua akan binasa saat itu!" Ujar Alger.


Archie tersenyum puas, satu langkah berhasil diamankan, kini tinggal langkah selanjutnya. Archie harus pintar mengolah kata untuk merayu bangsa menyeramkan ini, jika ia biasa saja maka ia akan gagal.


"Bergabunglah dengan kami wahai para Dragulin yang kuat dan tangguh, kekuatan kalian nantinya akan kami perlukan saat perang yang akan terjadi dalam waktu dekat!" Archie memulai khutbahnya. " Aku tahu seluk beluk kalian semua, kalian adalah makhluk yang selalu ingin memangsa manusia untuk kelangsungan hidup kalian, kalian mendapatkan kekuatan kalian saat malam datang dan jika malam bulan penuh maka kekuatan kalian akan berlipat-lipat ganda!"


"Perang? Apakah akan terjadi perang sebentar lagi?"


"Yah, akan terjadi peperangan besar sebentar lagi, dan jika kalian ikut dengan kami. Kalian bisa memakan banyak manusia saat di medan perang nanti, selain itu kalian bisa hidup makmur jika kalian bekerjasama dengan kami" Archie mencoba meyakinkan para Dragulin itu.


Alger dan penduduk desa lainnya mulai ragu dan memikirkan usulan dari Archie, memang benar mereka hanya bisa berubah saat malam tiba dan memiliki kekuatan yang dahsyat saat malam bulan penuh. Namun ada satu hal lagi yang membuat mereka sedikit tertarik, Archie mengatakan kalau mereka yang memiliki kemampuan bisa ikut menjadi salah satu prajurit khusus yang memiliki misi khusus pula, tentunya hal itu akan menjadi keuntungan bagi mereka.


"Bagaimana ini? Apakah kita akan terima penawaran dari pemuda itu? Walaupun kita menolak, dengan Ruksel yang berada di sisi pemuda itu, kita mungkin akan musnah!" Alger mencoba menanyakan pendapat para penduduknya sebelum mengambil keputusan.


Cukup lama mereka berpikir sampai akhirnya mereka dalam satu keputusan, mereka menerima tawaran Archie. Walaupun ada beberapa orang yang menolak, namun mereka tidak bisa melawan kehendak suara terbanyak dan mereka ikhlas akan hal itu tanpa banyak protes.


Archie tersenyum puas sambil menjabat tangan Argel dengan sangat kuat, ini adalah kemenangannya yang begitu tipis karena ia hanya berharap dengan keberhasilan dari negosiasi ini.


Dengan begitu, aliansi antara Silverland dan Dragulin pun resmi terbentuk.


...[Aliansi antara Silverland dan Dragulin berhasil terbentuk, wilayah Desa Spezia akan masuk ke dalam kawasan wilayah Negara Serikat Silverland] ...


...[Efek: Para pemain baru bisa memilih ibukota Silverland, Memories Valley sebagai kota awal mereka]...


...[Efek 2: Para pemain baru sekarang bisa memilih ras Dragulin!]...


...[Efek 3: Akan ada tambahan Exp untuk setiap player yang berafiliasi dengan Silverland!]...


Melihat rentetan informasi itu, membuat senyuman Archie tidak luntur sama sekali, ia bisa membayangkan bagaimana masa depan kota itu nantinya dan sudah tidak sabar dirinya untuk segera melihat hal itu dengan kedua matanya.