Cyrus Online II: The Great Guild War

Cyrus Online II: The Great Guild War
Chapter 24: Summoner Terkesima



Dengan berakhirnya perselisihan antara Archie dan juga kaum Dragulin, Archie pun kembali ke Memories Valley dengan perasaan gembira dan juga senang. Hal itu dikarenakan keberhasilannya yang telah membawa kesepakatan dengan kaum Dragulin di desa Spezia, kesepakatan itu mengenai kerjasama antara Silverland dengan kaum Dragulin di Spezia atas ekonomi, sosial ataupun masalah lainnya untuk kedua belah pihak.


Silverland akan diuntungkan dengan keberadaan kaum Dragulin yang dikenal begitu kuat dalam pertempuran, ini akan menjadi senjata besar bagi Silverland untuk bertahan ataupun melebarkan sayap mereka ke daerah lain di kawasan sekitar Kekaisaran Suci Naga Merah ataupun Kerajaan Re-Estize. 


Cepat atau lambat, negara Silverland akan diketahui banyak orang dan menjadi target untuk dikuasai karena sumber daya yang cukup melimpah di Memories Valley, sehingga kehadiran sosok Dragulin yang buas akan membuat mereka sedikit merasa aman dan bisa memikirkan langkah berikutnya.


Kaum Dragulin juga memiliki keuntungan yang kurang lebih sama dengan mitra mereka, walaupun mereka sekarang berafiliasi dengan Silverland tetapi mereka tetap bisa menjalankan pemerintahan kecil mereka tanpa banyak diganggu oleh Silverland, itulah kelebihan sistem neo otonomi daerah yang ditetapkan oleh Silverland. Hal ini juga berlaku untuk afiliasi mereka yang lain seperti Kerajaan Narannas dan juga Auberbilard.


Kaum mereka juga diberikan jaminan oleh Silverland agar bisa sejahtera, Silverland akan berusaha keras mewujudkan hal itu dengan membangun program-program yang bisa mewujudkan hal itu suatu hari nanti. Inilah yang namanya mutualisme dalam kerja sama.


Karena hal itulah sekarang, wajah Archie begitu bersinar dengan senyuman yang tak pernah luntur selama perjalanan pulangnya dari desa Spezia ke Memories Valley.


Archie sudah melaporkan semua kejadian ini dan juga tentang kesepakatan ini dengan pemimpin Negara Serikat Silverland, yaitu Diane; sang tuan putri yang dijuluki sebagai Ratu Adil oleh rakyat Silverland. Diane pun sudah menyetujui hal tersebut, bahkan ia sangat bahagia mendengar keberhasilan Archie saat ini, ia bersiap menjamu kedatangan Archie beserta rombongannya yang ikut kali ini ke istana kenangan, begitulah nama istana negara Silverland.


Beberapa nama yang ikut sebagai perwakilan dari kaum Dragulin ada Ruksel yang ditugaskan oleh kepala desa Alger untuk masalah seperti ini, dan juga ada Misphita sebagai orang luar yang kebetulan tinggal di desa kaum Dragulin itu. Ada juga Momo-chan di sana, walaupun dia bukan orang yang penting untuk kali ini namun Archie tetap mengajaknya pergi ke Istana Kenangan karena ia adalah temannya, dan juga Momo-chan lah yang membuat semua hal ini bisa berjalan dengan lancar.


Tanpa kehadiran Momo-chan pada saat itu, mungkin saja alur akan berubah seratus delapan puluh derajat. Bisa saja Archie melenyapkan para Dragulin pada saat itu, namun ia tidak akan pernah mendapatkan banyak keuntungan seperti sekarang ini. 


"Berapa lama lagi kita sampai ke Memories Valley Archie? Aku sudah tidak sabar melihat kerajaan yang kamu bangun dengan teman-temanmu itu" Momo-chan bertanya pada Archie yang saat ini tengah asik melihat pemandangan perpaduan pepohonan dengan perbukitan.


"Sebentar lagi" jawab Archie. "Coba lihat ke sana!" Archie menunjuk ke arah gunung paling tinggi yang terlihat.


Momo-chan mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta kuda yang mereka tumpangi, ia menatap gunung paling tinggi itu. Tersenyum ia melihatnya, senyumannya bahkan mengalahkan keindahan gunung itu sendiri. "Indah sekali pemandangan di sini" kata-kata indah keluar dari mulutnya yang tak kalah indah.


"Setelah keluar dari hutan ini, kita akan sampai di Silverland" ujar Archie. "Sampai di sana nanti kau akan ku bawa melihat tempat yang indah di Silverland!" Archie begitu bersemangat, namun begitu mendengarnya sosok perempuan yang duduk di samping Archie sedari tadi merasa tidak nyaman dan cemberut.


Kereta kuda terus melaju dengan sangat kencang, karena jalan di hutan ini tidak terlalu kasar ataupun berbatu sehingga begitu nyaman untuk dilewati. Apalagi setelah sampai di beberapa kilometer sebelum pintu masuk Memories Valley. Jalan di tempat itu sudah dipasangi bata yang disusun rapi dan direkatkan satu sama lain, sehingga membuat jalan yang lebih nyaman daripada hanya tanah saja yang kadang berbatu dan bisa berlumpur jika diguyur hujan panjang.


Insting seorang terpelajar dari sosok kAshiya sang Tuan Puteri Kerajaan Narannas itupun langsung tergerak melihat hal ini, ia pun keheranan dan akhirnya bertanya pada Archie. "Mengapa kalian membuat jalan senyaman ini? Bukankah hal ini bisa berakibat fatal bagi Memories Valley jika ada penyerang ke sini, musuh akan begitu mudah memasuki kota karena mudahnya akses yang kalian berikan secara gratis?" Tanya Ashiya.


Archie tertawa, sedikit tersenyum miring dan seperti berlagak sudah bisa menebak pikiran dari tuan putri. Archie pun menjawabnya dengan santai, seperti seorang koboi yang tengah menghadapi lawan yang akan tertembak hari itu. 


Archie berkata. "Kamu benar Ashiya, ini akan sangat menguntungkan musuh yang akan menyerang kota Memories Valley, tetapi!" Archie memotongnya agar terlihat sedikit meyakinkan di mata perempuan itu, lalu menghirup nafas sebentar dan menstabilkan perasaannya lagi. "Memories Valley diberkahi alam dengan adanya hutan dan juga perbukitan, ini adalah pertahanan alami yang paling terbaik!" 


Ashiya dan Momo yang mendengarkan penjelasan Archie mulai sedikit berpikir sambil memandangi ke seluruh arah di Memories Valley, dan mereka langsung membuat satu kesimpulan yang sama entah bagaimana caranya. "Musuh harus melewati medan yang melelahkan ini sebelum sampai ke kota!" ucap mereka bersamaan dalam waktu yang juga hampir bersamaan.


"Tepat sekali!" ujar Archie sambil berpose tersenyum. "Tanpa banyak permak, pegunungan itu sudah akan merumitkan musuh, apalagi hutan yang melindungi Memories Valley sudah kami permak menjadi sebuah labirin yang akan menyesatkan orang hingga dia kehabisan akal!"


Ashiya dan Momo terkagum-kagum dengan pemikiran orang-orang yang membangun Silverland. Memang benar, dengan adanya perbukitan dan kaki-kaki gunung yang mengelilingi Memories Valley, serta hutannya adalah benteng alami yang begitu hebat diberikan oleh alam kepada mereka.


Musuh yang akan datang menyerang Silverland pasti akan menghabiskan banyak waktu untuk sampai ke kota, karena medan yang begitu menguntungkan bagi Silverland. Silverland juga bisa membuat serangan balasan dari berbagai arah, entah itu dari atas bukit ataupun dari arah hutan.


Perjalanan setelah keluar dari hutan labirin terasa singkat, karena nyamannya jalan yang dibuat oleh pemerintah Silverland. Rombongan mereka sampai di depan gerbang masuk kota Memories Valley, yang menjaga gerbang itu adalah orang-orang elf.


Mereka berdua, sama-sama bangsa elf namun berbeda warna kulit mereka, tetapi hal itu bukanlah menjadi pembeda untuk mereka, mereka berdua malah menjadi sahabat yang saling melengkapi karena tugas itu.


Begitu pula dengan Hide, elf dari suku bloodelf. Kulitnya gelap seperti terus terbakar matahari, kenyataannya tempat asalnya memang tempat yang panas dengan suhu ekstrim bisa mencapai 36 derajat celcius di siang hari. Sifatnya sedikit keras karena pengaruh alam dan lingkungan hidupnya yang keras, namun hatinya begitu lembut dan pemaaf. 


Mereka berdua sama-sama mengikuti pelatihan militer dan lulus juga dalam waktu yang bersamaan, tugas pertama mereka adalah menjaga pintu gerbang masuk kota Memories Valley ini, jangan remehkan pekerjaan ini karena mereka adalah orang vital untuk menjaga perdamaian tetap terjaga di Memories Valley.


Hide dan Eide mengecek kereta kuda rombongan Archie sesuai dengan SOP mereka, lalu mereka menyapa Archie yang berada di dalam kereta kuda. "Selamat datang kembali Tuan Archie!" ucap mereka berdua bersamaan.


Archie tersipu malu disapa seperti itu, ia memang tidak terbiasa dengan hal formal seperti ini. "Sudahlah hentikan itu kalian berdua!" balas Archie sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Eide dan Hide sedikit kebingungan, lalu mereka teringat akan perangai Archie yang tidak suka dengan keformalan mereka berdua. Namun mereka juga bingung harus bersikap seperti apa di depan orang yang misterius bagi mereka berdua itu, mereka takut sikap mereka akan menyinggung perasaan Archie. Akhirnya mereka hanya diam dan melanjutkan pekerjaan mereka, membukakan gerbang agar rombongan Archie bisa masuk ke kota.


Di dalam kota, sudah berbeda sama sekali dengan terakhir kali Archie lihat. Memories Valley yang dulunya hanyalah sebuah tempat sunyi dengan sedikit penduduk, kini sudah berubah seperti kota kecil yang ada di Kerajaan atau Kekaisaran besar di benua ini.


Baru mereka memasuki kota, pemandangan hiruk-pikuk, orang-orang berlalu lalang yang menjalani aktivitas mereka masing-masing langsung menyapa mata mereka yang sedikit lelah karena perjalanan panjang.


Sudah banyak orang di Memories Valley, bahkan orang luar pun sudah mulai berdatangan hanya untuk menikmati keindahan kota Memories Valley ataupun mencari rezeki dengan berdagang dan segala macamnya. Banyak juga para pemain baru yang memilih Silverland sebagai tempat pertama mereka, akhirnya membuat kota ini semakin hidup setiap harinya. 


Rombongan kereta kuda mereka kini melaju kencang membelah jalanan kota Memories Valley yang indah, dan tujuan mereka adalah Istana Kenangan yang tidak kalah indah dari kota itu sendiri. Tidak disadari oleh Momo-chan, dirinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kota ini, kota yang membuat dirinya lupa kalau ini hanyalah dunia tidak nyata.


...*****...


Catatan Penulis:


**Hai teman-teman, sudah lama Ned tidak up CO2 karena Ned sedang mengerjakan buku baru yang sudah up beberapa chapter, selain juga karena kesibukan lain yang tidak bisa Ned tinggal begitu saja.


Kali ini Ned hanya ingin memberitahukan kepada pembaca Cyrus Online sekalian novel terbaru Ned, bukan Dragon Fist tapinya haha.


Berikut adalah novel terbarunya Ne**



**Sinopsis singkatnya, tentang pertempuran antara Cahaya dan Kegelapan yang sudah lama berseteru satu sama lainnya, karena sifat bawaan mereka.


Di novel kali ini Ned tidak memakai satu karakter utama saja, akan ada banyak karakter yang mengisi peran tersebut entah dari pihak kegelapan maupun cahaya.


Akan ada banyak kerajaan-kerajaan juga di novel ini, dan juga ras-ras fantasi yang selalu ada di novel genre fantasi pada umumnya.


Langsung cek aja ya ke novelnya, ada di platform ini juga kok :)


Dukung terus ya karya-karya Ned, dengan vote, like dan juga komen biar Ned juga tambah semangat nulisnya karena itu berarti bagi Ned hehe. Segitu saja cakap-cakap kali ini, terima kasih. Ciao.


Ned_Kelly**