
Setelah pagi yang 'damai' itu, Ikhsan pun masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan jengkel terhadap kakaknya itu.
Reina bertanggungjawab atas pagi suram yang dialami oleh Ikhsan, namun sikap tidak peduli Reina malah membuat Ikhsan semakin jengkel dan meninggalkan dirinya ke dalam kamar. Ikhsan sudah tidak peduli lagi dengan sosok perempuan berambut keunguan itu, entah ia mau pulang atau tidak hari ini ia pun tak peduli.
"Sebaiknya ku bersihkan pikiranku dengan memancing di danau itu!" ucap Ikhsan sambil menyalakan alat untuk memainkan game Cyrus Online, yang bernama Animusgear itu.
Ia pasang alat berbentuk seperti helm yang memiliki visor itu di kepalanya, lalu ia mulai merebahkan dirinya dan merilekskan tubuhnya.
Sebuah notifikasi sistem muncul di depan matanya.
...[Masukan Data Akun Milik Anda]...
...[ID: *******]...
...[Code: *******]...
...[Titik Respawn Istana Negara Silverland]...
...[Selamat Datang Kembali Archie]...
Setelah semua notifikasi itu memenuhi layar Archie, ia pun mulai melihat cahaya berwarna putih terang sekali, sebelum akhirnya cahaya putih itu perlahan-lahan berubah menjadi pemandangan di dalam sebuah istana yang cukup megah.
"Aku kembali!" ujarnya setelah berhasil kembali masuk ke dalam Cyrus Online.
Archie yang merupakan alter-ego Ikhsan di dalam game Cyrus Online, mulai membuka tas penyimpanan miliknya. Ia mencari sebuah alat yang disebut alat pancing serta umpannya yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Archie menyusun alat-alatnya terlebih dahulu agar lebih memudahkannya dalam melakukan aktivitasnya nanti, setelah semua siap ia pun mulai bergerak ke tempat yang sudah ia tentukan, yaitu sebuah danau di Lembah Ingatan yang sangat bersih dan nyaman dipandang.
Danau Kenangan, begitulah orang-orang disini menyebut Danau yang terletak di kaki pegunungan Kenangan yang merupakan jalur masuk ke tempat pertambangan.
"Baik saatnya berangkat!" ucap Archie lalu ia pergi ke luar dari istana untuk menuju Danau Kenangan.
Tanpa disadari oleh Archie, ada sesosok orang yang mengamati dirinya semenjak mengutak-atik tas penyimpanan miliknya itu. Dan sosok itu pun kini mengikuti kemana Archie pergi tanpa sepengetahuan dirinya.
Di sepanjang jalan menuju danau, Archie selalu berpapasan dengan para warga. Setiap kali berpapasan, para warga selalu menunduk untuk memberikan hormat kepada sosok salah satu pendiri Negara itu.
Bukannya senang diperlukan seperti itu, Archie merasa sedikit aneh dan risih. Archie hanya bisa membalasnya dengan senyuman tulus di wajahnya sambil sesekali melambaikan tangannya, di saat itulah Archie mulai merasa menjadi sosok seorang calon kepala daerah di negaranya. Ia pun langsung menghentikan hal tersebut dan bergerak cepat ke arah danau untuk menghindari hal seperti itu lagi.
Sosok orang yang mengikuti Archie itu pun sedikit tertawa melihat sikap Archie yang seperti itu, lalu ia ikut mempercepat langkahnya begitu ia melihat Archie mulai mempercepat langkahnya untuk ke danau.
Beberapa saat telah berlalu, dan berbagai halangan yang telah Archie lalui, akhirnya ia pun sampai ke tempat tujuannya.
Tempat yang sunyi, asri, nyaman, dan menenangkan hatinya, cocok sekali untuk me-reset harinya yang sudah cukup suram tadi.
"Aku akan memancing seharian di sini!" ucap Archie yang sudah mengeluarkan alat pancingnya dari dalam tas penyimpanan miliknya.
Di dalam Cyrus Online, waktu berjalan cukup cepat. Contohnya jika Archie bermain Cyrus Online selama 1 jam dalam waktu dunia nyata, berarti ia telah menghabiskan 10 jam di dalam dunia virtual Cyrus Online. Maka dari itu akan aman saja jika Archie memancing seharian di situ, karena ia mungkin hanya menghabiskan satu jam di dunia nyata.
Setelah semuanya telah siap, Archie pun langsung melemparkan pancingannya dan memulai aktivitas memancingnya.
Seperti memancing pada umumnya, Archie harus menunggu dengan sabar hingga umpannya dimakan oleh ikan atau makhluk yang ada di danau tersebut.
Sambil menunggu, Archie pun duduk santai sambil menyantap roti isi telur monster yang memiliki ciri seperti ayam namun berbadan dua kali lipat dari ayam, yaitu Cikhtrice. Beserta saos tomat segar yang berasal dari drop item monster bernama Tomato Soldier.
30 menit telah berlalu, namun joran pancing Archie masih belum bereaksi sama sekali. Archie hampir kehilangan kesabarannya, ia hendak mengangkat jorannya dan memindahkannya ke sudut yang lain, namun ia menghentikan niatnya saat melihat jorannya bergetar cukup kuat.
"Strike!" Archie berteriak lalu mengangkat kuat jorannya.
Walaupun sudah sangat kuat ia menarik jorannya, tetapi musuh yang dihadapi oleh Archie memberikan perlawanan yang sengit pula. Beberapa kali Archie merasa sedang ditarik balik oleh makhluk yang tengah menyambar umpannya itu, namun Archie juga membalas tarikan itu dengan sangat kuat.
Sosok yang semenjak tadi juga mengikuti Archie secara diam-diam ikut tegang melihat duel Archie dengan buruannya itu. Ia bahkan tak sadar telah berdoa pada Dewi Alfhina yang merupakan Dewi Agung bangsa Elf.
Lalu wajah tegang sosok itu berubah menjadi sumringah setelah melihat seekor ikan yang sangat besar telah berhasil Archie angkat ke daratan dengan menggunakan joran pancing miliknya itu, dengan ini pemenang dari duel itu adalah Archie.
Saat itulah kesalahan dari sosok itu terjadi, karena rasa senangnya membuat sosok itu lupa kalau dia sedang bersembunyi dari Archie. Ia tidak sadar ikut berteriak saat Archie meneriakkan tanda kemenangan dirinya atas monster itu, tentu saja Archie langsung memergoki sosoknya itu dan sosok itu hanya bisa tersenyum pasrah sambil menggaruk-garuk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.
"Sudah berapa lama kau mengikuti aku Putri Ashiya?" ucap Archie yang telah mengetahui kebenaran kalau sebenarnya dirinya telah diikuti oleh sosok Tuan Putri Elf yang digelari sang permata indah itu.
...******...
"Jadi ada perlu apa sampai Putri Kerajaan Narannas mengikutiku hingga kemari? Apa Lusirele tidak akan cemas karena kelakuanmu saat ini?" tanya Archie yang tengah kesal dengan Putri Ashiya yang telah mengikuti dirinya tanpa sepengetahuan Archie.
"Aku hanya ingin tahu aktivitas mu hari ini Archie Lieve! Salah kau sendiri kemarin tidak ada di ruangan rapat dan tidak menemaniku malam itu!" Putri Ashiya membuang wajahnya ke samping, ia melakukan akting untuk mendapatkan perhatian dari Archie.
Dan benar saja, taktiknya berjalan dengan sempurna. Melihat dirinya yang seperti itu, Archie langsung membuang nafas panjang dan menggelengkan kepalanya karena sudah dibuat susah dengan kelakuan tuan putri yang satu itu.
"Baik...baik... aku minta maaf atas itu" ucap Archie dengan nada malas
Namun ia tidak mau ambil pusing, ia memberikan sepotong roti isi bekalnya itu kepada Putri Ashiya.
Dengan senang hati Putri Ashiya menerimanya, dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya ia menyantap roti isi itu. Senyuman di wajahnya semakin bertambah manis 10 kali lipat saat ia merasakan betapa gurih dan sedapnya roti yang ia makan itu.
"Ini enak sekali!" ucap Putri Ashiya.
"Hahaha baguslah kalau kau suka, aku jadi merasa bahagia saat ada yang menyukai hasil olahan ku!"
Perkataan dari Archie yang begitu tulus itu membuat Ashiya sedikit tercengang, apalagi saat ia melihat Archie yang tersenyum lepas itu ia merasa berada di alam yang berbeda saat ini.
Rasa kagumnya dengan sosok manusia yang ada di hadapannya itu semakin bertambah besar, bahkan mulai berubah ke arah menjadi rasa suka yang tak bisa terlukiskan lagi. Ashiya ibaratnya seorang perempuan yang baru menginjak masa pubernya dan baru mengenal apa itu cinta, hatinya benar-benar mulai rentan dengan hal-hal berkaitan dengan Archie.
Karena itu, ia sampai tidak sadar ia tersedak makanannya, dan langsung saja Archie yang khawatir menyodorkan minumannya untuk membantu Ashiya.
Sebagai Tuan Putri dari ras paling tinggi di Elf yaitu High Elf, keanggunan sosok Ashiya sudah tidak perlu diragukan lagi. Walaupun dalam keadaan seperti itu, ia masih bisa mengendalikan dirinya untuk tetap terlihat anggun dan menawan.
"Terima kasih Archie" ucap Ashiya setelah meminum minuman yang diberikan oleh Archie tadi.
"Bukan masalah besar, tetapi ada apa dengan dirimu? Apa kau tengah memikirkan sesuatu hingga tersedak seperti itu?" tanya Archie yang sedikit khawatir akan sosok Tuan Putri itu.
Di dalam hati Ashiya tengah berkecamuk badai yang sangat besar hingga membuatnya hampir hilang arah, namun pikirannya masih bisa tenang bagaikan air.
Ashiya tersenyum, lalu ia mulai menanyakan beberapa hal kepada Archie.
"Aku sedikit penasaran Archie" ucap Ashiya.
"Apakah itu?"
"Bagaimanakah dunia yang kau tinggali itu? Apakah sama seperti dunia ini Archie?"
Mendengar pertanyaan itu Archie tersenyum sedikit, lalu ia menatap lurus ke arah danau sambil berkata.
"Ya kurang lebih seperti ini, namun tempat itu lebih ramai. Siang dan malam tidak ada bedanya sama sekali, walaupun matahari sudah tidak bersinar di malam hari, tetapi masih banyak cahaya yang ada hingga kau tidak bisa membedakannya.
Bahkan ada kota yang tidak pernah tidur sama sekali kau tahu!" Archie menjelaskannya secara panjang lebar pada Ashiya.
Ashiya tercengang dan terkagum mendengar cerita Archie, ia membayangkan dirinya yang bisa melihat dunia yang dimaksudkan oleh Archie itu. "Ah andai saja aku tinggal di dunia mu itu Archie, pasti aku akan senang sekali!" ujarnya.
"Archie menggelengkan kepalanya. Ashiya heran melihat itu, namun sebelum spekulasi Ashiya lebih jauh lagi Archie pun menjelaskan maksudnya.
"Rupanya apapun ras-nya, akan ada rasa iri itu ya!"
"Apa maksudmu itu Archie?" Ashiya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Archie saat ini.
"Maksudku, aku juga menginginkan hal seperti dirimu itu Ashiya. Aku benar-benar iri dengan orang-orang yang hidup di sini, dan aku ingin sekali tinggal di tempat ini kau tahu!"
Kini Ashiya mulai mengerti apa yang dimaksudkan oleh Archie, ia hanya bisa tersenyum kecut mengetahui itu. Namun setelah beberapa saat mereka berdua tertawa bersamaan untuk menertawakan ke-egoisan mereka berdua itu.
Setelah puas tertawa, Ashiya teringat akan sesuatu hal yang penting untuk Archie. Yaitu langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Negara Serikat ini. Ashiya pun bertanya pada Archie.
"Apa yang akan kau lakukan kedepannya Archie? Maksudku langkah selanjutnya untuk negara ini?"
Archie menunjukkan senyuman khasnya, jika sudah begini maka ia sudah tahu langkah selanjutnya yang akan ia ambil.
"Aku ingin membawa perdamaian pada orang-orang Hobbit! Apa Ashiya tahu dimana keberadaan mereka itu?"
Ashiya tersenyum mendengarnya, ia benar-benar menaruh rasa hormatnya yang sangat tinggi pada sosok manusia yang memiliki rambut berwarna putih perak itu. Ia pun menjawab pertanyaan Archie itu dengan senang hati.
"Aku tahu dimana mereka. Tetapi sebelum itu apa yang akan kita lakukan dengan ikan yang ada di sana itu!" Ashiya menunjuk ke arah ikan yang sedang terkapar di tepi danau itu.
Archie jadi ikut melihat ke arah ikan itu dan ia benar-benar melupakan hasil tangkapannya hari ini itu.
...[Giant Black Bass]...
...[Level 50]...
...[Status Paralyzed]...
...[Giant Black Bass adalah monster raksasa yang menghuni Danau Kenangan, rasa dagingnya sungguh sangat lezat dan berlemak]...
"Hahaha aku rasa aku harus menyelesaikan masalahku yang satu itu terlebih dahulu" ucap Archie sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
Ashiya hanya bisa tertawa pelan, namun ia juga tidak sabar untuk merasakan bagaimana lezatnya rasa ikan itu saat Archie memasaknya nanti.