
Archie tidak pergi ke Istana Kenangan saat yang lain sudah berada di sana setelah dari perjalanan panjang. Archie lebih memilih untuk pergi ke rumahnya yang berada di dekat Danau Kenangan, sebelum dia pergi kembali ke istana untuk membahas beberapa masalah yang ada.
Archie memilih untuk bersantai terlebih dahulu, karena ia merasa hanya saat ini di mana ia memiliki waktu untuk bersantai sebelum dia harus kembali berurusan dengan masalah yang pelik dan membuat pusing kepala.
Dengan itulah Archie pun memilih pergi kerumahnya untuk pergi memancing di Danau Kenangan, sudah lama sekali semenjak terakhir kali dia memancing di danau yang penuh akan harum wangi bunga-bunga yang baru saja mekar serta harum kenangan ribuan tahun tempat itu. Begitu kail pancing dan umpan sudah disiapkan oleh Archie, ia langsung melemparkan umpan ke tengah danau dan berharap hari ini akan menangkap banyak ikan sebelum jam pergi ke Istana.
Hanya Archie yang pernah memancing di Danau Kenangan, warga-warga desa tidak biasa pergi memancing bahkan saat mereka melihat Archie tengah memancing pun mereka terheran-heran dengan kelakuan Archie. Warga desa lebih terpaku dengan bercocok tanam di ladang, atau berniaga di pasar, ada juga beberapa diantara mereka yang lebih suka bertenak. Di kala orang-orang dari luar mulai masuk, pekerjaan mereka kini lebih luas lagi, ada yang belajar membuat arak, menempa dan menebang kayu dari kaum Dwarf, belajar mengukir rune sihir dan membuat benda berteknologi dari kaum Hobbit, atau belajar cara merawat alam dari kaum Elf.
Tetapi tetap saja, memancing adalah satu hal yang asing bagi mereka semua, bahkan untuk kaum yang lain. Sampai-sampai Archie berpikir apakah di dalam game Cyrus Online, tidak ada profesi sebagai nelayan atau pemancing ikan namun ia langsung buang pikiran itu karena ia pernah berada di kota pelabuhan yang saat itu ia melihat banyak sekali ikan dijual oleh seseorang. Pastinya orang itu nelayan pikir Archie.
Cukup lama Archie menunggu kail pancingnya disambar ikan, begitu kail pancingnya bergetar Archie pun langsung bangun dan bergerak cepat untuk mengangkat hasil pancingannya. Cukup beberapa detik saja Archie berhasil mengangkat hasil pancingannya, sebuah ikan dengan sisik berwarna biru terang dan memiliki corak berwarna merah di sekitar insangnya.
[Memories Lake Red Fin]
[Kualitas: B]
[Ikan yang hidup di Danau Kenangan pada saat musim hangat, daging ikan ini begitu lembut dan bercita rasa kaya]
Begitulah pesan yang tampil di layar muka Archie begitu ia menatap jelas ikan yang ada di tangannya itu, setelah itu Archie pun langsung menaruhnya ke dalam tas inventaris dan kembali melanjutkan kegiatannya dengan senyuman menghiasi wajahnya.
Archie kembali lanjut memancing hingga beberapa jam kemudian, sudah banyak ikan yang sama Archie dapatkan beberapa disimpan di inventaris, beberapa lagi di simpan Archie di sebuah kolam di samping rumahnya. Archie sengaja membuat kolam kecil itu untuk menampung ikan yang ia dapatkan dari hasil memancingnya.
Waktu berjalan begitu cepat di Cyrus Online, walaupun Archie merasa baru 1 jam dirinya memancing, namun tengah hari sudah begitu terik di Danau Kenangan. Walaupun siang terik, namun di Danau Kenangan selalu sejuk dan begitu sepi seperti biasanya, seakan tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan dunia.
Begitu Archie melempar umpan untuk yang kesekian kalinya, ia melihat sosok Lynch yang datang menghampiri ke arahnya. Archie tetap melempar umpan sambil menunggu perempuan itu untuk berkata terlebih dahulu, Archie memang lebih suka seperti itu karena ia orang yang tidak bisa membuat basa-basi obrolan.
"Aku bertanya-tanya tentang apa yang kau lakukan sampai tidak pergi ke Istana seperti yang lainnya" ucap Lynch sambil menggeleng pelan melihat kelakuan Archie. "Ternyata kau sedang asik memancing seorang diri di sini, seperti para perjaka di kisah dongeng-dongeng"
Mulut Lynch cukup pedas, namun Archie sudah tahu sejak dari dulu tentang perangai kawannya itu. Archie pun hanya tersenyum menanggapi sarkasme Lynch. "Lalu ada urusan apakah perempuan cantik ke tempat perjaka yang suka menyendiri ini" balas Archie dengan senyuman di wajahnya.
Untuk sepersekian detik, wajah Lynch tersipu malu namun ia langsung bisa mengendalikan dirinya dan kembali memasang wajah serius yang selalu menempel di wajahnya yang cantik itu. "Tidak ada yang spesial" ujarnya, lalu Lynch mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke Danau, menghitung beberapa kali batu itu membuat gelombang di air sebelum akhirnya tenggelam ditelan oleh Danau Kenangan. "Aku hanya ingin bicara dengan dirimu saja, jangan pikir aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam kepala yang merasa serba bisa mengendalikan semuanya itu!"
Lynch melanjutkan perkataannya. "Kau pikir kau bisa membohongiku dengan senyuman palsu yang selalu kau tampilkan itu? Untuk apa pertemanan lama kita jika aku tidak bisa memahami temanku sendiri"
Perkataan Lynch yang pedas hanya bisa ditelan oleh Archie bulat-bulat, ia tidak bisa mengelak atau bahkan bersilat lidah seperti yang sering ia lakukan. Dihadapannya kali ini, seorang pawang yang bisa membuat Archie terdiam bagai seekor ular yang sudah masuk ke perangkap sang pawang. Semenjak mereka berteman di Sekolah Menengah Akhir, pertemanan Archie dan Lynch sudah begitu erat. Bahkan Lynch, bisa tahu seperti apa kebiasaan Archie jika dia sedang gelisah atau memikirkan banyak hal yang mengganggunya.
Salah satunya adalah tiba-tiba ingin menjauh dari keramaian dan menyendiri sampai pikirannya kembali jernih, Archie tidak akan peduli walaupun pada saat itu dia memiliki janji temu dengan orang yang penting.
Sadar akan dirinya yang tidak bisa bersandiwara dihadapan sosok Lynch, teman baiknya itu. Archie pun akhirnya melepaskan seluruh peralatan sandiwaranya, mulai dari senyum palsu yang terus menggantung di bibirnya, sampai topeng wajah bahagia yang beratnya tidak terkira. "Aku memang tidak bisa berpura-pura jika dihadapan mu, Lynch atau haruskah aku memanggil nama aslimu jika kita duduk berdua seperti ini?"
"Jadi bagaimana hasil pertemuannya?" tanya Archie sambil menyodorkan sebuah kotak bekal berisi roti sandwich yang kaya akan daging ke Lynch.
Lynch mengambil satu sandwich itu, ia langsung memakannya dan memejamkan mata untuk merasakan betapa nikmatnya irisan daging-daging yang mengisi roti sandwich itu, ia jelas sekali sangat menyukai roti olahan Archie itu. "Ratu mu sangat puas dengan apa yang kau lakukan kali ini, dia sampai memujimu puluhan kali" Lynch terus bicara dengan nada sedikit kesal sambil terus menyantap sandwich di tangan kanannya. "Dan juga, Elf cantik yang datang bersama perwakilan Dragulin itu, sepertinya dia juga begitu mengenali dirimu ya!"
Archie bisa melihat dari sudut matanya betapa marah dan kesalnya perempuan itu, namun satu hal yang tidak dimengerti oleh Archie adalah mengapa Lynch bisa sebegitu marah dan kesalnya pada dirinya. Archie merasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun, namun entah kenapa hatinya merasa tidak demikian. Untuk menutupi kegelisahan itu, Archie pun pura-pura minum sambil terus mengawasi perempuan itu dari sudut mata.
Perempuan itu menghela nafas panjang, di sampingnya saat ini ia mendapati sosok laki-laki payah yang begitu suka untuk menebar pesonanya, namun dirinya sendiri tidak sadar akan apa yang sudah ia tanam. Lynch pun bingung dirinya sedang berhadapan dengan apa saat ini, karena ia yakin tidak ada manusia yang seperti Archie ini. "Ah aku baru ingat. Aku dapat pesan dari T-Bold. Dia bilang kau harus menemuinya sore ini, dia ingin membicarakan bisnis kedepannya dengan dirimu Archie"
"Terima kasih untuk itu" jawab Archie singkat saja.
Lalu untuk beberapa saat, kesunyian melanda mereka berdua. Tidak ada suara sama sekali dari mereka berdua, hanya ada suara gemerisik daun kering yang ditiup oleh angin, kicauan burung-burung yang saling bersahutan seakan ada konser musikalisasi alam di sana.
Archie berniat untuk menghentikan kecanggungan ini, ia ingin memulai kembali pembicaraan. Namun dirinya malah keduluan lagi dari Lynch yang kini mulai mempertanyakan apa yang sedang mengganggunya.
Dengan berat akhirnya Archie mulai menjawab pertanyaan itu. Ia menatap lurus bola mata indah milik Lynch, tidak ada lagi yang ingin ia sembunyikan pada sahabatnya itu. "Aku hanya berpikir bagaimana kedepannya nanti, hanya itu yang menganggu diriku saat ini"
"Apa kau ingin membodohi ku lagi Archie?"
"Tentu tidak Lynch, kau adalah sahabatku jadi seharusnya kau tahu apakah aku berbohong saat ini"
"Tentu saja" ucap Lynch sambil ikut menatap mata Archie. "Tetapi jawaban mu itu masih belum sepenuhnya benar, betul kan?"
Archie tersenyum miring lagi, ia benar-benar tidak bisa mengelabui sosok perempuan itu. Akhirnya Archie pun menceritakan kebenarannya pada Lynch di bawah pohon ek hitam.
"Bukannya aku berbohong, Lynch" kata Archie. "Aku benar-benar berpikir tentang masa depan, masa di mana saat aku sudah tidak memainkan game ini lagi"
Mendengar Archie berkata demikian, Lynch pun langsung terkejut. Wajahnya berubah menjadi sedikit tercengang, ia memandangi wajah Archie dan ia tahu sekali orang itu sedang tidak bercanda.
"Jadi karena ini kau menyendiri di sini saat ini? Dan berharap mendapatkan jawabannya dengan cepat pula?"
"Ya seperti itulah Lynch"
Wajah Lynch kembali seperti sebelumnya, ia kini sudah tahu harus berbuat apa untuk temannya itu. Lynch pun berdiri dan mengulurkan tangannya untuk Archie. Archie sedikit kebingungan dengan semua itu, namun ia langsung sadar maksud dari Lynch.
Dengan senyuman di wajahnya, Lynch pun berkata kepada Archie. "Aku akan membantumu Archie, kapanpun aku siap mendengarkan semua keluh kesah mu namun untuk sekarang ada urusan yang lebih penting dari itu. Di istana ada orang yang sedang mencari dirimu dan kau akan terkejut mendengar kisahnya!"
Archie sedikit memiringkan kepalanya, namun ia tetap tenang karena sebuah senyuman manis yang diberikan oleh Lynch. Entah mengapa, senyuman itu seperti bisa memberikan kekuatan pada diri Archie melewati semua masalahnya. Dan pada akhirnya mereka berdua pun berjalan menuju ke Istana Kenangan, di mana sudah ada hal menarik yang menunggu kehadiran Archie di sana.