
Di Penghujung Tahun 2024....
Suasana hening dan sunyi menggambarkan keadaan yang terjadi di dalam suatu kelas. Tulisan pengumuman di papan yang berbunyi "Harap Tenang Ada Ujian!" terasa sangat mengancam bagi yang membaca, namun atmosfir di dalam kelas lebih terasa mengerikan bagi orang luar yang tak sengaja melewati kelas tersebut.
Berbagai reaksi yang ditunjukkan oleh orang-orang yang ada di kelas itu, ada yang tegang dan kaku seperti tiang listrik, ada yang terus-menerus menggaruk-garuk kepalanya, ada yang sudah ditinggal pergi jiwanya, dan ada juga yang tengah komat-kamit seperti dukun yang sedang membacakan mantra pada pasiennya.
Tetapi ada satu orang yang tak terpengaruh oleh hal itu. Jika yang lain mengalami fase kebuntuan, tidak dengan dirinya yang malah melakukan hal unik seperti dirinya yang juga unik. Orang itu malah mendengarkan musik lewat earphone yang terpasang di telinganya, sambil menjawab semua pertanyaan ujian dengan tanpa beban sama sekali.
Sosok itu adalah pahlawan di cerita ini, seorang pemuda biasa bernama Ikhsan Sullivan yang merupakan mahasiswa semester 3.
Hari ini adalah ujian akhir semester, hari terakhir. Itulah alasan terjadinya atmosfir yang sangat tidak menyenangkan tadi, terlebih lagi hari ini adalah hari terakhir ujian dan mereka semua malah bertemu dengan mata kuliah yang paling membuat mereka pusing yaitu Ekonomi.
Jika kalian merasa bingung mengapa mereka semua bisa seperti itu hanya karena mata kuliah Ekonomi, kalian bisa baca sendiri buku yang membahas ekonomi. Dan yang paling rekomendasi untuk kalian adalah Ilmu Ekonomi Makro.
"Yang sudah selesai boleh dikumpulkan kedepan dan boleh pulang!" Bapak pengawas ujian yang berkumis tebal itu mulai membacakan petuah bijak.
Segera setelah pengawas ujian berkata demikian, Ikhsan berdiri untuk mengumpulkan kertas jawabannya serta soal ujiannya ke depan.
Semua mata tertuju kepada dirinya namun Ikhsan tak mengetahui dan tak mau tahu akan hal itu, termasuk juga teriakan SOS dari temannya yang duduk di sebelahnya, Rama tak ia pedulikan.
"Rambut putih sialan kau!" Rama begitu kesal dengan sikap Ikhsan yang mengabaikan teriakan SOS darinya.
Karena hal itu membuat dirinya termotivasi untuk menyelesaikan soal itu, lebih tepatnya ia termotivasi untuk mengejar Ikhsan dan memiting lehernya yang sudah membuatnya jengkel.
Akhirnya dengan kecepatan pembalap MotoGP saat sedang di trek lurus, Rama mulai mengisi form soalnya dengan jawaban yang sudah tidak diragukan lagi, hasil menghayal. Cuma butuh waktu 2 menit, ia berhasil menjawab 10 pertanyaan yang bisa membuat orang jadi sakit kepala sebelah.
"Inilah yang dinamakan The Power of Kepepet!" Rama berujar sambil meletakkan kertas soal dan jawabannya di atas kertas milik Ikhsan.
"Halah, kau hanya asal-asalan menjawab semua pertanyaan itu. Apanya yang the power of kepepet!" suara indah terdengar di samping Rama.
Pemilik suara itu adalah perempuan yang dijuluki Diva di kelas ini, yaitu Rossa.
"Jika kau asal-asalan menjawabnya, maka bapak pastikan kau akan mengulang mata kuliah Ekonomi semester depan!" si Pengawas menatap tajam ke arah Rama.
"B-bapak t-tenang saja! Dijamin, semuanya jawaban Saya pasti benar hehe" jawab Rama yang terkesan menutupi kebodohannya.
Rossa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu, ia pun meninggalkan Rama dan pergi dari ruangan terkutuk itu. Diikuti Rama yang mengejarnya karena tidak mau berlama-lama di tempat itu.
"Yo bagaimana perasaan kalian berdua!" Dengan senyuman manis diwajahnya, Ikhsan menyapa kedua temannya yang baru saja keluar dari ruangan ujian.
"Yah seperti itulah, lega rasanya sudah menyelesaikan semua ujian itu" jawab Rossa dengan singkat.
Namun hal berbeda dilakukan oleh Rama. Rama mengartikan senyuman manis Ikhsan itu ke arti yang berbeda, ia merasa Ikhsan sedang mengejek dirinya. Akhirnya sesuai dengan apa yang sudah ia rencanakan semenjak di dalam ruangan ujian, Rama mengunci leher Ikhsan dengan sangat kuat hingga membuat Ikhsan menepuk-nepuk pundak Rama tanda menyerah.
"Dasar rambut putih sialan! Kenapa kau mengabaikan ku tadi hah?"
"Maaf-maaf Rama, aku tidak bermaksud seperti itu. Tolong lepaskan kuncian leher ini aku mohon!"
"Tidak semudah itu Kapten!" Rama menambah daya cengkram kuncian lehernya, dan semakin membuat Ikhsan memberontak.
Karena kesal melihat tingkah kedua lelaki aneh itu, akhirnya Rossa memberikan pukulan ke kepala kedua laki-laki aneh itu untuk menyadarkan mereka berdua. Dan cara itu adalah yang paling efektif.
"Masih ingin lanjut?" ucap Rossa sambil menyeringai seram.
"Tidak... maafkan kami berdua" ucap Ikhsan dan Rama bersamaan, sambil menggosok pelan kepala mereka yang terasa sakit.
Lalu setelah itu, mereka bertiga tertawa bersama-sama sepanjang jalan seperti orang yang sedang kerasukan. Begitulah mereka, mereka ada tiga sekawan yang akan membuat suatu perubahan di dalam cerita ini.
......********......
...Daerah Kekaisaran Naga Merah...
Suasana di desa ini sungguh sangat menenangkan. Bentangan pegunungan dan hijaunya hutan yang rindang lah yang membuat suasana itu menjadi indah.
Ditambah, masyarakat yang hidup rukun dan teratur, sesuai apa aturan yang dibuat oleh tuan tanah tempat ini.
Di sini, ras manusia tidak hidup sendirian di tempat ini. Mereka semua hidup berdampingan dengan beberapa ras yang lain. Seperti Elf dan juga Dwarf.
Bukannya protes ataupun keberatan dengan hal tersebut, malahan karena adanya ras lain membuat hidup di tempat ini semakin berwarna dan juga mudah.
Jika dulu orang-orang yang hidup di Lembah Ingatan masih menggunakan teknologi yang bisa dibilang kuno, kini mereka mulai menggunakan teknologi yang cukup maju karena bantuan dari para Dwarf yang memang terkenal ahli dalam bidang buat membuat barang.
Contoh yang paling sederhana adalah cangkul yang biasanya digunakan oleh orang-orang Lembah Ingatan untuk bertani, cangkul itu hanyalah cangkul biasa pada umumnya yang berat dan juga perlu tenaga ekstra. Kini petani di Lembah Ingatan menggunakan alat penemuan kaum Dwarf, yaitu cangkul yang lebih ringan dan juga efektif untuk melakukan kegiatan tani.
Sistem pengairan juga mulai sedikit lebih maju, orang-orang di Lembah Ingatan tidak lagi menanam tanaman yang itu-itu saja. Sudah mulai banyak dari mereka yang mulai menanam bibit yang berbeda, karena mereka diberikan ilmu bercocok tanam dari bangsa Elf yang memang ahlinya dibidang agraria.
Melihat keharmonisan itu, membuat sesosok perempuan yang memiliki penampilan layaknya tuan putri suatu kerajaan tersenyum simpul. Ia memperhatikan indahnya kehidupan di Lembah Ingatan, dari jembatan yang baru saja selesai dibangun oleh kaum Dwarf.
"Oooh, ternyata tempat ini sudah seramai ini" suara laki-laki yang tidak asing terdengar ditelinga tuan putri itu.
Ia langsung membalik badannya dan benar saja, suara itu memang berasal dari sesosok orang yang ia kenali. Karena sosok itulah, tempat ini menjadi seperti sekarang dan karena sosok itulah ia bisa menikmati indahnya pemandangan Lembah Ingatan hari ini.
Sosok itu memiliki rambut berwarna putih perak yang mencolok, mata berwarna merah menyala dan mengenakan jubah berwarna hitam pekat. Sekilas ia terlihat seperti sosok malaikat pencabut nyawa itu sendiri, ia adalah Archie pahlawan di kisah ini.
Sedangkan tuan putri itu adalah Diane, perempuan yang ditemui oleh Archie saat dirinya sedang mencari sebuah relik yang disebut [Arcana] di dalam game ini, Cyrus Online.
"Syukurlah kaum Dwarf dan Elf mulai bersatu, dan para manusia juga tidak protes sama sekali
Aku sudah memperkirakan akan terjadi hal yang buruk bila hal itu benar-benar terjadi haha" ujar Archie mengomentari kehidupan yang sangat harmonis itu.
"Yah ini semua berkat mu Archie, terimakasih" ucap Diane sambil tersenyum manis ke arah Archie.
"Kau ini bicara apa Diane? Tentu saja ini karena usahamu sendiri dan juga ini hasil dari idealisme mu. Aku hanya menjalankan apa yang kau perintahkan padaku" Archie memalingkan wajahnya karena mendengar hal memalukan dari sosok Diane.
Diane lantas tertawa melihat tingkah Archie, ia tahu betul kalau Archie tidak tahan saat seseorang berterimakasih kepada dirinya. Ia tidak marah dengan hal itu, namun ia hanya sedikit jengkel saja karena Archie memiliki sifat yang cukup kompleks itu.
"Apapun itu, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih"
"Hentikan omong kosong mu itu Diane! Kau pikir semua ini sudah usai? Ini hanyalah permulaan dari rangkaian rencana kita.
Dan juga sudah saatnya bagi kita menentukan nama dan konsep negara ini, kita masih banyak yang perlu dibahas jadi sebaiknya kau bersiap diri untuk rapat hari ini!" Archie mengingatkan kembali agenda hari ini kepada Diane.
Diane langsung terperanjat saat mengingat agenda hari ini, alasan dirinya berada di luar sini adalah untuk menghindari rapat yang sangat menyeramkan itu. Namun semua telah terlambat, ia yang hendak berontak sudah terlebih dahulu diamankan oleh Archie dan Archie pun membawa Diane kembali ke Istana untuk menghadiri agenda rapat yang sudah mereka tentukan hari ini.
...*********...
Catatan Penulis:
Hai, bertemu lagi dengan ane sang penulis yang paling males hahaha.
Ini adalah book-2 dari Cyrus Online yang melegenda itu (self claim), dan kedepannya ane akan update terus ini novel dan berusaha untuk bisa kembali naik ke Author Gold haha.
Akan ada banyak perubahan di book-2 ini, karena ane ingin sekaligus meremake konsep gamenya biar lebih gampang dan simpel jadi nantikan saja ya.
Ciao
Ned_Kelly