Cyrus Online II: The Great Guild War

Cyrus Online II: The Great Guild War
Chapter 14: Menuju Desa Spezia



Setelah melewati pertemuan yang membosankan itu, Archie pun langsung bertolak pergi ke Desa Spezia yang membuat dirinya penasaran dengan cerita-cerita yang di dengar oleh Kidd.


Ujar Kidd, di desa itu terjadi semacam peristiwa anomali yang terkesan cukup misterius dan penuh banyak tanda tanya.


Menurut para pedagang yang pernah mampir ataupun cuma berlalu saja dari Desa Spezia, mereka seperti melihat dua kehidupan berbeda dari desa tersebut pada saat siang dan malam hari.


Mendengarnya saja membuat Archie sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa sebenarnya yang terjadi di Spezia, sehingga ia memutuskan untuk pergi duluan dari Istana Silverland sebelum acara perundingan berakhir.


Archie pergi ke Spezia tanpa menggunakan kereta kuda atau berkuda seperti pemain lain pada umumnya jika mereka hendak pergi ke tempat yang jauh, namun Archie memiliki tunggangan yang jauh lebih baik dan hebat dari seekor kuda biasa.


Gandaran seorang Archie jauh lebih istimewa dari seekor kuda, ia memiliki satu familia yang sering mengikuti perjalanan panjangnya hingga saat ini. Seekor Hell Fire Wolf yang sudah dewasa dan memiliki tubuh yang kuat dan besar layaknya kuda perang seorang jenderal. Namanya Jink.


Archie merasa terkejut saat ia memanggil hewan peliharaannya itu setelah beberapa lama tidak ia panggil, karena Jink sudah tumbuh sangat besar dan memiliki level yang cukup tinggi untuk seukuran hewan peliharaan atau familia.


Jika terakhir kali Archie melihat Jink yang masih terlihat imut dan menggemaskan dengan tubuh mungilnya, kini Archie melihat sosok serigala besar seukuran 2x sering dewasa, dengan bulu hitam pekat dan sedikit bercak merah yang seakan terlihat seperti kobaran api yang terang, itulah asal usul nama Hell Fire tersemat di sosok makhluk itu.


Kekuatan yang dimiliki Jink juga dua kali lebih besar dari seekor serigala yang lain, ia juga memiliki kecepatan yang melebihi kuda pacuan sekalipun. Sehingga membuat perjalanan Archie jauh lebih mudah dan cepat dari sekadar naik kuda biasa.


Setelah setengah hari berkendara, Archie memilih untuk bersantai terlebih dahulu di sebuah tempat yang ia tak ketahui sebelumnya. Alasannya berhenti karena ia sedikit mengalami gangguan pikiran, bukan karena Jink ataupun hal lainnya namun karena sesosok orang yang malah ikut seenaknya dengan dirinya.


Ya, Archie tidak pergi seorang diri ke Spezia. Memang sejak awal ia berniat pergi sendirian ke sana tanpa ada seorangpun yang mengikutinya, namun keinginannya itu hanya bisa terwujud di dalam pikirannya saja karena Archie harus membawa seseorang yang cukup membuatnya kerepotan untuk mengurusnya.


Sosok yang ikut perjalanan Archie itu adalah si Ashiya, sang Tuan Puteri Kerajaan Narannas yang paling dikagumi oleh rakyatnya.


Bayangkan saja, sesosok orang biasa seperti Archie harus membawa sosok penting seperti Ashiya dalam perjalanannya. Beban berat seperti apa yang akan menanti Archie, tidak habis pikir ia memikirkan hal seperti itu.


Archie sudah berkali-kali membujuk Ashiya agar tidak ikut dalam perjalanannya, namun Ashiya tetap kekeuh untuk mengikuti Archie karena ia juga ingin melihat dunia luar, dunia yang Archie lihat. Ia ingin tahu seperti apa dunia yang dilihat oleh Archie dengan matanya sendiri.


"Aaah... sepertinya aku akan kena marah Komandan Lusirele dan Tetua Uungor" Kata Archie sambil memandang keatas seperti orang yang sudah kehilangan semangat. "Aaah... aku harus bilang apa pada Ayahmu nanti?"


Archie tidak merasa lebih tenang sama sekali mendengarnya, ia malah merasa lebih gelisah lagi. Harus seperti apa ia bersikap jika nantinya ia bertemu dengan Elondil, ia merasa seperti seorang bandit yang sudah menculik puteri suatu kerajaan untuk kepentingannya pribadi.


Semakin Archie pikirkan semakin kacau dirinya, sehingga ia mencoba untuk tidak memperdulikannya dan tidak memikirkannya lagi. Tetapi setiap ia melihat wajah elf yang cantik dan menggoda itu, apalagi dengan senyumannya itu selalu saja membuat Archie kesal sendiri karena ia merasa sedang dikutuk oleh keadaan.


Archie mencoba menghiraukan keberadaan Ashiya di sana dengan membuka peta yang diberikan oleh Rutland, dengan peta itu Archie lebih mudah untuk mengetahui dimana letak posisinya sekarang dan seberapa jauh lagi Desa Spezia.


Sebenarnya sistem juga sudah menyiapkan peta dunia untuk semua player, namun peta itu hanyalah gambaran umum dari Kerajaan-kerajaan yang ada di benua Cirus. Jika player belum pernah ke-tempat yang hendak ia tuju, maka ia tidak bisa melihat denah dari lokasi yang ia tuju itu, sehingga ia harus membelinya dari guild katografi ataupun berkelana sendiri tanpa patokan peta, namun hal terakhir itu tidak direkomendasikan untuk player yang kurang pengalaman bermain.


Archie terlihat sangat serius memperhatikan peta, membuat Ashiya tidak bisa menahan dirinya untuk bergerak mendekat ke arah Archie dan ikut memperhatikan peta disamping sosok Archie.


Diam-diam Ashiya memperhatikan sosok Archie yang menurutnya selalu berkilauan seperti permata indah yang dipoles oleh pengrajin handal. Ia sangat menyukai semua hal dari sosok Archie. Rambut peraknya, penampilannya yang sederhana, sikapnya yang kadang serius kadang lucu, tatapan matanya yang tajam bagaikan pedang katana yang selalu terpasang gagah di pinggangnya dan senyuman indahnya yang penuh arti.


Tanpa disadari oleh Ashiya ia tersenyum sambil memperhatikan sosok manusia yang membuatnya selalu ingin berduaan dengannya, ia ingin sekali membaringkan kepalanya di bahu Archie dan membenamkan wajahnya yang semerah tomat itu di dada bidang sang pendekar samurai itu, namun ia tidak ingin menganggu fokus Archie.


"Jika kita bergerak dengan kecepatan kita saat ini, kita bisa sampai di Desa Spezia malam nanti. Tetapi akan sangat berbahaya jika kita berpergian di malam hari, jadi nanti kita akan beristirahat di tempat ini saat malam tiba" ucap Archie sambil menunjuk satu titik yang ada di peta.


Tanpa ragu Ashiya berkata. "Kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang, kita harus ke tempat yang kau tunjuk tadi sebelum hari gelap gulita kan Lieve?"


Archie mengangguk pelan, lalu langsung naik ke punggung Jink untuk melanjutkan perjalanannya. Diikuti oleh Ashiya yang naik ke dalam rombongnya yang ditarik oleh Jink.


Sebelum berangkat pergi, Archie sejenak menanyakan arti kata Lieve ke Ashiya. Archie sudah beberapa kali mendengar kalimat itu terucap dari bibir indah Ashiya, sehingga membuatnya sedikit penasaran dengan artinya.


"Kau akan tahu nanti, sekarang kita pergi saja dulu sebelum gelap menyapa kita berdua" ujar Ashiya sambil tersenyum penuh arti ke arah Archie.


Dengan rasa penasaran yang semakin menggebu-gebu, Archie pun menyuruh Jink untuk menarik rombong dengan kecepatan tinggi karena mereka sedang berpacu dengan waktu.