
Tepat ketika matahari sudah turun hingga beberapa derajat, Archie dan Ashiya sampai di tempat yang sudah mereka jadikan tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Spezia.
Melakukan perjalanan di malam hari adalah hal yang sangat berbahaya di Cyrus Online. Ada banyak monster-monster kuat dan berlevel tinggi yang akan muncul saat malam telah tiba di Cyrus Online, sehingga mau tidak mau player harus menunggu datangnya fajar untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Selain masalah monster yang merepotkan, minimnya penerangan juga membuat perjalanan di malam hari menjadi lebih sulit untuk dilakukan.
Archie bisa saja menembus gelapnya malam jika ia bertualang seorang diri, namun karena ada Ashiya akhirnya ia lebih memilih untuk mengutamakan keselamatan Ashiya lebih dari apapun. Apalagi Ashiya adalah seorang NPC yang juga memiliki status tinggi di Kerajaan Narannas, entah jadi apa dirinya jika tidak bisa melindungi sosok tuan putri itu.
Kedua sosok berbeda ras dan budaya itu saling bekerjasama satu sama lain untuk menyiapkan perkemahan yang akan mereka berdua lakukan. Archie bertugas untuk memasang tenda yang akan digunakan oleh Ashiya nantinya, sedangkan Ashiya bertugas membuat api unggun yang akan digunakan oleh Archie untuk memasak nanti.
Begitu api unggun sudah siap, Archie dengan sigap menyiapkan peralatan memasaknya yang selalu ia bawa kemanapun dirinya pergi. Bagi Archie, memasak adalah hal yang sangat mengasyikkan dan menghibur dikala berpetualang ke tempat yang jauh seperti ini.
Archie memasak ikan yang ia dapat dari Danau Kenangan sebelumnya, berbagai masakan dari ikan pun sudah siap untuk disantap. Tentunya masakan Archie tetap menggugah selera walaupun dalam kondisi yang kurang memadai saat ini.
"Elf tidak cuma makan sayur saja kan?" Archie bertanya pada Ashiya sebelum menyajikan masakannya ke hadapan sang tuan putri.
Putri Ashiya dengan santai menjawabnya. "Tenang saja Lieve! Aku ini tipe elf yang selalu mensyukuri nikmat yang diberikan alam untukku"
Mendengarnya membuat Archie mengelus dada dan menarik nafas lega, karena selama yang ia lihat saat ini, orang-orang elf lebih cenderung memakan sayuran daripada makhluk hidup yang lain seperti hewan. Karena budaya mereka yang menganggap hewan adalah makhluk yang harus mereka lindungi.
Tetapi tidak semua elf yang seperti itu, ada juga orang-orang yang punya pemikiran sama seperti Putri Ashiya. Walaupun mereka tetap menganggap hewan adalah makhluk hidup yang harus dilindungi, tetapi mereka tetap mengkonsumsinya karena itu adalah bentuk representasi dari melindungi. Bagaimana pun juga mereka masih bertanggungjawab dengan menjaga alam agar makhluk hidup itu tetap hidup dan lestari.
Walau mereka saling berbeda pemikiran dan pendapat, namun mereka tetap rukun dan hidup saling berdampingan dengan semua perbedaan pemikiran mereka.
Hal itu membuat Archie sedikit iri melihat keharmonisan kehidupan bangsa Elf. Berbeda sekali dengan apa yang sering ia lihat di kehidupan nyata, manusia seringkali membedakan satu diantara yang lainnya. Kadang manusia bisa bermusuhan hanya karena perbedaan pandangan dan pemikiran, padahal hal itu sudah jadi anugerah terbesar yang dimiliki oleh setiap manusia, dan itulah yang membedakan derajat manusia dengan hewan yang hanya bergerak dengan insting liar mereka saja.
Karena perbedaan itu muncul kesombongan, ketamakan, iri hati, kemarahan, kerakusan, hawa nafsu, dan kemalasan yang menjadi 7 dosa besar manusia.
Padahal bukankah Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda untuk tetap bersatu melawan 7 dosa besar itu tadi? Bukankah manusia diciptakan tuhan dari unsur yang sama? Semakin memikirkannya semakin sakit kepala Archie.
Melihat Archie yang tidak bisa menikmati makanannya yang sebenarnya sangat sedap dan memanjakan lidah itu, membuat Putri Ashiya tidak tahan melihatnya. Putri Ashiya langsung menggenggam tangan Archie dan menatapnya penuh arti, Ashiya seakan tahu apa yang sedang melanda di dalam kepala Archie saat ini.
"Jika lieve berpikiran Elf itu lebih baik daripada manusia, sepertinya lieve agak sedikit keliru.
Tidak ada yang membedakan entah itu manusia, elf, dwarf atau bahkan ras yang lainnya. Kita semua memiliki perbedaan yang kadang orang lain tidak bisa memahami perbedaan yang kita miliki, tetapi bukanlah tugas kita untuk meyakinkan pada orang-orang itu, tugas kita hanya menjalankan sepenuh hati kehidupan kita dengan asas-asas yang kita yakini selama ini. Itu saja sudah cukup" ucap Ashiya panjang lebar, yang ditutup dengan sebuah kecupan manis di jari manis Archie.
Diperlukan seperti itu membuat Archie sedikit gelisah. Bukan karena ia tidak terbiasa dengan hal seperti itu, namun ia hanya merasa heran dengan teknologi A.I yang ada dihadapannya sekarang ini.
"Benarkah mereka ini cuma NPC? Bukankah NPC tidak bisa berpikir seperti ini? Mereka benar-benar terlihat sangat nyata, seperti manusia pada umumnya!" Archie berujar di dalam batinnya.
Archie pun menunjukkan senyuman manisnya ke Putri Ashiya, tidak lupa pula dirinya mengucapkan terima kasih pada Putri Ashiya yang sudah menyadarkan dari lamunan tak berujung.
Kali ini giliran Putri Ashiya yang wajahnya berubah merah tomat dalam sekejap. Saat dirinya mengingat momen mencium jari manisnya Archie, ia langsung memalingkan wajahnya dari Archie karena ia tidak mau Archie melihat wajahnya saat ini.
Walaupun begitu Ashiya tetap tersenyum dan merasa puas sudah melakukan hal itu, ia pun juga mengucapkan terima kasih pada Archie namun dalam volume suara yang hanya bisa di dengar oleh dirinya dan juga angin malam yang bertiup gemulai saat itu.
...****...
Matahari pun menghilang, ditelan sang bulan yang menggantikan peran sang matahari.
Archie menyuruh Ashiya agar segera tidur nyenyak malam itu, karena ia tidak ingin membuat Ashiya harus menggantikan dirinya untuk berjaga maka Archie pun mengambil inisiatif untuk berjaga semalaman.
Ashiya sempat tidak setuju dengan usulan Archie, namun ia harus terpaksa menuruti Archie yang tidak mau keegoisannya dihiraukan begitu saja. Walaupun Ashiya tahu ia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak sama seperti dikala ia tidur di kasur empuknya, tetapi mau tidak mau ia harus mengistirahatkan tubuhnya yang juga sudah mulai dilanda kecapaian setelah berkelena setengah hari lebih.
"Baiklah kalau begitu aku tidur duluan lieve. Selamat malam!" ucap Ashiya sebelum masuk ke dalam tenda.
Di luar tenda, Archie sedang asyik menatap ribuan bintang yang tengah asik saling bersaing untuk menjadi yang paling terang.
Archie tidak sendiri, dirinya ditemani oleh Jink yang duduk di samping Archie yang juga ikut menatap ke atas langit.
Di tengah asyiknya menatap bintang, Archie pun mulai bercelatuk.
"Kau tahu Jink, di dunia ku ada seorang ilmuwan yang yakin jika ada kehidupan lain di angkasa yang luas itu. Entah benar atau tidak namun sepertinya pemikiran cukup asyik juga, setidaknya luasnya alam semesta adalah hal yang penuh misteri di dunia ini!"
"Wooufff...!" Jink seakan mengerti apa yang diucapkan oleh Archie.
Archie tersenyum, lalu ia mengelus kepala Jink dengan sangat lembut, membuat Jink jatuh hati dengan sentuhan itu dan mulai membalas kelembutan sentuhan Archie dengan jilatan tanda kasih sayangnya.
"Hahaha baiklah Jink kau memang yang terbaik! Nah sekarang aku ingin minta tolong padamu, apakah kau bisa memenuhi permintaan ku ini?"
Archie pun kembali melanjutkan perkataannya. "Aku ingin kau menjaga orang yang ada di dalam tenda itu, orang itu adalah orang yang berharga bagiku sama sepertimu! Aku hendak berkeliling tempat ini sebentar saja, jadi bisakah kau memenuhi permintaan ku ini?"
"Wooufff...!" Jink mengangguk sambil melompat-lompat kegirangan.
Archie pun pergi dengan perasaan yang sudah sedikit tenang, nyatanya jika ada monster yang tiba-tiba menyerang tenda itu sudah ada Jink yang menjaganya dan Archie percaya dengan kemampuan Jink untuk melindungi Ashiya.
Archie berkeliling tempat itu untuk mencari keberadaan monster atau apapun yang berkemungkinan bisa menimbulkan hal-hal buruk.
Setelah berkeliling sekitar 10 menit, Archie menemukan beberapa kelompok monster yang kelihatannya sedang mencari mangsa untuk disantap.
...[Black Killer Scorpion]...
...[Level: 55]...
...[Kemampuan khusus: Bisa mengeluarkan racun yang sangat mematikan dari ekornya]...
Inilah alasannya mengapa berkelana di malam hari adalah hal yang buruk, sebab monster yang berlevel tinggi dan sangat mematikan tidak jarang berkeliaran saat malam hari telah tiba. Termasuk Black Killer Scorpion.
Black Killer Scorpion terkenal dengan racunnya yang sangat ampuh dan mematikan, tidak jarang para Assassin memburu monster ini untuk diambil racunnya dan dijadikan senjata yang mematikan.
Tentunya Archie pun tahu akan hal tersebut, dan apakah Archie takut setelah melihat sosok monster yang menakutkan itu? Jawabannya, sama sekali tidak! Archie bahkan bersemangat melihat gerombolan Black Killer Scorpion yang sedang asyik menikmati santapan makan malam mereka.
Archie langsung mengeluarkan Murasame-nya yang sudah lama tersarung itu, seketika juga aura kegelapan berkumpul di bilang pedangnya sehingga membuat pedang milik Archie terkesan seperti pedang yang dimiliki oleh raja iblis.
Monster-monster itu bisa merasakan hawa yang sangat tidak nyaman itu, mereka pun langsung waspada dan membalik tubuh mereka untuk mendapati Archie yang sedang bersiap menyerang mereka semua. Bukan berarti monster-monster itu rela menjadi bulan-bulanan Archie untuk malam ini, sehingga mereka pun mulai mempersenjatai diri mereka dengan racun yang sudah sangat terkenal mematikan itu.
Walaupun sudah ada peringatan saat Archie melihat kilatan warna hijau yang sangat pekat dari ekor mereka, namun Archie tetap tidak goyah dan malah langsung bergerak dengan cepat untuk membasmi mereka semua.
"Kalian pikir racun kalian itu sudah mampu menghentikan ku? Coba saja tahan ini; Rapid Slash!"
Archie bergerak kedepan dengan sangat cepat, sambil menebas kalajengking-kalajengking itu, saat Archie memasukkan Murasame kembali tubuh kalajengking itu langsung terbelah hingga beberapa bagian, dan tentunya racun yang mematikan itu tidak pernah menyentuh Archie sama sekali.
Archie tersenyum melihat itu, namun ia tidak bisa lengah sedikit saja. Masih ada beberapa kawanan Black Killer Scorpion lagi yang harus ia basmi, jadi ia kembali bersiap menyerang untuk yang kedua kalinya.
Kali ini Archie tidak menggunakan skill [Rapid Slash], melainkan ia menggunakan skill yang berbeda yaitu [Judgement Cut].
[Judgement Cut] adalah skill yang dimiliki Archie, jika ia menggunakan skill itu maka ia bisa menyerang dengan jarak yang relatif jauh tidak seperti [Rapid Slash] yang harus dalam jangkauan jarak yang dekat dengan musuh.
Cara kerja skill [Judgement Cut] seperti tebasan pembelah dimensi, Archie akan berlagak seperti sedang menyayat musuhnya dari jarak jauh dan seketika saja sebuah gelombang kejut akan menghantam musuhnya dan menyayat-nyayat musuhnya hingga mati.
Dengan skill [Judgement Cut] Archie berhasil membunuh 2 Black Killer Scorpion lagi, dan kini tersisa 2 lagi. Untuk yang dua terakhir, Archie bertarung dengan kemampuan berpedangnya sendiri tanpa bantuan skill apapun.
Perlu 5 menit lebih untuk mengalahkan 2 Black Killer Scorpion itu tanpa menggunakan skill, namun walau begitu Archie sudah cukup puas dengan hasilnya.
Setelah sedikit berpesta dengan Black Killer Scorpion, Archie memungut hadiah yang ditinggalkan oleh monster-monster itu.
...[Anda Mendapatkan!]...
...[Black Killer Scorpion Venom x20]...
...[Black Killer Scorpion Skin x20]...
...[Scorpio Gem x10]...
"Lumayan-lumayan!" Archie berkomentar setelah memungut hasil lootnya. "Racun-racun ini bisa jadi senjata yang ampuh untuk Skuad Death Triangle. Dan juga kulit-kulit ini bisa dimanfaatkan untuk membuat zirah mungkin"
Setelah selesai memungut loot, Archie pun kembali berjalan mencari Black Killer Scorpion lainnya, ia berniat untuk memanen Venom dan Skin Black Killer Scorpion untuk keperluan masa depannya.
Sisa malam itu dihabiskan oleh Archie untuk berburu Black Killer Scorpion di tempat itu, hingga fajar tiba. Entah berapa lama sudah ia berburu Archie pun tidak menyadarinya karena sudah keasyikan, tetapi setelah melihat cahaya matahari yang mulai mencoba keluar dari tempat perlindungannya membuat Archie menyudahi perburuannya dan berjalan kembali ke tenda agar tidak membuat Putri Ashiya khawatir berlebihan.
...****...
Catatan Penulis:
Kasih vote, like, komen dan hadiah dungss, biar Ned lebih semangat upnya. Ya, ya, ya.