
Laki-laki berbadan besar dan bertubuh tinggi seperti gunung Everest itu kini berdiri di depan para pasukan pembebasan Hutan Gorbel. Dirinya menatap tajam pada semua pasukan itu, rambut merahnya yang panjang berkibar ditiup oleh angin, aura nya seakan mengancam semua orang disitu.
Sancho Whitefoot yang pertama kali melihat sosok mengerikan itu langsung menelan ludahnya, dia berjalan sambil memperhatikan sosok itu yang masih berdiam diri menatap pada mereka semua.
Salah satu Kobold mencoba menyerang sosok itu, karena dirinya ingat seseorang yang berarti bagi Kobold itu pernah dibunuh oleh sosok itu tepat di depan matanya. Sancho mencoba menghentikan Kobold itu namun terlambat, Kobold yang mencoba menyerang sosok itu tadi langsung terlempar begitu jauh setelah terkena serangan dari sosok itu dan bahkan Kobold itu langsung tewas dalam satu kali serangan saja.
Lusirele dan Airen langsung mendekat ke arah Sancho, mereka bertiga langsung mengeluarkan pedang mereka untuk bersiap dan berjaga-jaga kalau sosok bertubuh besar itu kembali menyerang mereka.
"Siapa sebenarnya dirimu? Dan apa hubunganmu dengan semua ini?" tanya Lusirele.
Sosok itu masih diam dalam kebisuan, lalu tiba-tiba dirinya mengayunkan kapak besarnya itu pada Lusirele yang beruntung masih bisa dihindari oleh Lusirele dan yang lainnya. Karena sikapnya itu akhirnya Lusirele pun memerintahkan pada seluruh pasukan untuk menyerang sosok itu.
Semua pasukan mulai menyerang sosok itu, sosok itu langsung melompat begitu tinggi dan lalu menghantamkan kapaknya itu ke tanah dan membuat tanah berguncang dan menghantam semua pasukan yang mengepungnya tadi. Beberapa pasukan mengalami luka-luka dan beberapa pasukan lain mengalami luka yang cukup parah dan tidak bisa melanjutkan perjuangan mereka, bahkan para Kobold, Orc dan Ogre juga mengalami hal demikian.
"Kekuatan yang luar biasa!" ujar Arien sambil berusaha untuk bangkit setelah terkena efek dari serangan tadi.
Begitu pula dengan Lusirele dan juga Sancho, tetapi Sancho terlihat lebih buruk keadaannya. Beberapa kali bahkan Sancho memuntahkan darah dari mulutnya, dirinya merasakan ada hal yang tidak nyaman pada bagian rusuknya.
"Sepertinya tulang rusukku patah" ucap Sancho terlihat sangat kesakitan.
"Sancho bertahanlah, semua orang yang masih bisa bertahan segeralah mundur dan bawa rekan-rekan kita yang terluka kembali ke base" Lusirele langsung memberikan perintah pada seluruh pasukan dan mereka pun berangsur-angsur untuk mundur sambil membawa rekan-rekan mereka yang terluka.
Sosok bertubuh tinggi itu diam saja, dirinya seperti membiarkan pasukan Silverland untuk mundur begitu saja, dirinya tidak tertarik pada para keroco-keroco itu. Tinggallah Arien dan Lusirele yang berhadapan dengan sosok itu, mereka sudah tahu betapa kuat sosok manusia di hadapan mereka kali ini dan karena itu mereka berdua tidak ingin meremehkannya lagi.
"Oh baguslah kalian sudah terlihat serius, jadi aku punya alasan kuat untuk membunuh kalian berdua" ujar sosok itu menunjuk ke arah Lusirele dan Airen.
Airen berdecit lidah. "Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu dasar orang aneh!" lalu Airen langsung menyerang sosok itu dengan sekuat tenaganya.
Serangan Airen ditahan oleh sosok itu, pedang Airen dan kapak besar itu berbenturan dan menimbulkan suara yang begitu keras. Bunga-bunga api tercipta akibat beberapa kali kedua benda keras itu bertabrakan, belum lagi Lusirele yang ikut menyerang dan membuat sosok itu semakin cepat memainkan kapaknya dengan begitu lihai sekali.
Kemampuan mereka bertiga seakan-akan terlihat seimbang namun baik Lusirele dan juga Airen tahu kalau sosok dihadapan mereka saat ini belum mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
"Boleh juga tetapi bisa kah kalian menangkis ini" ucap sosok itu tersenyum menyeringai dari balik topengnya.
Sosok itu mengeluarkan kuda-kuda yang terlihat ingin menyerang, Lusirele dan Airen tidak ingin memberikan kesempatan untuk sosok itu untuk menyerang sehingga mereka mencoba untuk menyerang terlebih dahulu. Tetapi usaha Lusirele dan Airen itu sebuah kesalahan bagi sosok itu, Airen dan Lusirele seperti bisa melihat seringai mengerikan dari balik topeng yang sosok itu kenakan dan mereka berdua mulai mengumpat.
"Smash!" ucap sosok itu dengan begitu kuat melayangkan kapak besar senjatanya itu ke arah Airen dan Lusirele yang sudah terlambat untuk menghindari serangan itu.
Beruntungnya karena mereka berdua sempat menangkis serangan itu dengan senjata mereka berdua, Lusirele dan Airen terhindar dari luka yang begitu berat dan kematian. Tetapi walaupun begitu, untuk bangkit saja bagu mereka kali ini sudah cukup kesulitan. Bahkan Arien beberapa kali mencoba bangkit namun karena sakit di seluruh tubuhnya, Airen terus terjatuh dan tidak bisa berdiri dengan tegak.
"Panglima Burung, anda baik-baik saja kah?" Lusirele bertanya sambil berusaha merangkak untuk meraih tubuh sosok Panglima Burung yang terbaring di dekat dirinya.
Arien tidak bisa menjawab pertanyaan dari Lusirele, dia begitu kesulitan untuk mengatur nafas untuk saat ini. Serangan tadi jelas sangat berdampak besar bagi tubuhnya saat ini, dan Arien harus menerima cidera patah tulang di beberapa titik akibat terhempas tadi.
"Sudah saatnya mengakhiri kalian, akuilah dosa-dosa kalian di pengadilan akhirat nanti!" Setelah berucap seperti itu sosok itu lalu mengangkat kapaknya dengan begitu tinggi.
Sosok itu hampir saja mengharamkan kapaknya pada Lusirele dan Airen yang sudah tidak berdaya itu, namun sebelum kapak itu bisa menyentuh Airen dan Lusirele, Rick datang dengan cepat dan menghalau serangan dari sosok itu pada kedua temannya itu. Sosok itu kemudian menatap tajam pada Rick yang tiba-tiba saja datang dan menggagalkan serangan dirinya tadi.
"Satu lagi antek kekaisaran datang, kalian memang sangat menganggu" ucapnya.
Rick diam saja, dia memandangi sosok yang bertubuh tinggi sekali dan bertubuh besar itu. Rick merasakan hal yang berbeda dari sosok misterius itu. Rick pun memfokuskan penglihatannya pada sosok itu dan lalu menampilkan beberapa status yang dimiliki oleh sosok itu
[Nama: Vreldett]
[Level: 130]
[Kelas: Axe Master]
[Status: NPC]
"Sepertinya ini akan merepotkan" ucap Rick setelah melihat status milik sosok yang bernama Vreldett itu.
Rick bersiap-siap untuk menyerang sosok Vreldett itu, Vreldett juga bersiap-siap untuk menyerang. Ketika Vreldett maju, Rick langsung bertahan dan mereka berdua kembali berbenturan untuk kedua kalinya. Kekuatan Rick sedikit mengejutkan Vreldett, saat Rick melihat sebuah celah Rick langsung mencoba untuk menyerang Vreldett dengan memanfaatkan celah tersebut. Vreldett mengetahui hal tersebut dan bisa menangkis serangan yang dilancarkan oleh Rick, lalu Vreldett kembali menyerang dan Rick juga bisa menangkis serangan itu.
Mereka berdua terus bertukar serangan, sampai-sampai membuat Airen dan Lusirele terkagum-kagum dengan apa yang mereka berdua lihat. Permainan pedang Rick sangat hebat sampai-sampai bisa bertahan dengan sosok Vreldett yang terlihat lebih kuat dari Rick.
"Hebat juga kau, tetapi apa kau bisa menangkis ini? Smash!" Vreldett menggunakan serangan yang sama yang membuat Lusirele dan Airen terluka.
Rick dengan santainya berjalan mendekat ke arah Vreldett, lalu Rick menangkis serangan itu dengan tameng besarnya. Rick sama sekali tidak terpengaruh, bahkan Rick tidak mundur beberapa langkah pun karena serangan dari Vreldett tadi.
Vreldett sedikit terkejut, dirinya sedikit mengambil langkah mundur setelah melihat kemampuan Rick. "Orang ini memang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya" ucap Vreldett dalam hatinya sambil matanya menatap tajam ke arah sosok laki-laki berambut urakan di depannya saat ini itu.