Cyrus Online II: The Great Guild War

Cyrus Online II: The Great Guild War
Chapter 18: The Butcher and The Blade



Setelah mendapatkan mandat dan perintah dari sang number zero Andrade, sang number six dan number nine langsung bergerak sesuai perintah tadi.


Number six dan number nine adalah saudara kembar, mereka sulit dibedakan jika tidak ada kacamata hitam yang selalu digunakan oleh sang adik yaitu number nine.


Umur mereka sudah tidak muda lagi, berada di kisaran tiga puluh tahunan. Namun badan mereka kekar layaknya seorang petarung tangguh, mempunyai tatapan mata yang tajam juga menjadi modal yang paling berharga bagi mereka berdua.


Selain di kenal dengan sosok number six dan number nine, mereka berdua juga dikenal dengan julukan The Butcher dan The Blade. Sebuah julukan yang mereka dapatkan setelah melakukan pekerjaan mereka berdua dengan sangat rapi dan baik di Council of Grim.


Pekerjaan apa yang mereka lakukan sampai-sampai mereka dikenal dengan julukan Butcher dan Blade? Pekerjaan mereka berdua adalah mengurus orang-orang yang akan menjadi hambatan dan halangan bagi sang number zero, bisa dibilang mereka berdua adalah sang eksekutor.


Butcher dan Blade mengumpulkan bawahan mereka di sebuah gang kecil di kawasan kota bawah, mereka semua berkumpul untuk mendengarkan perintah selanjutnya dari kedua saudara kembar itu.


"Semuanya berkumpul!" Blade bersuara lantang dan membuat semua orang yang mendengarnya langsung bergerak untuk berkumpul dan diam.


Sebelum melanjutkan penjelasannya kepada para anak buahnya, Blade melirik ke arah Butcher sejenak untuk meminta waktu. Butcher hanya mengangguk tanda menyetujui keinginan Blade itu, lalu Blade pun kembali melanjutkan.


"Semuanya! Downtown saat ini kedatangan tamu istimewa entah darimana. Tujuan mereka juga masih belum pasti, namun ada kemungkinan mereka adalah utusan dari Kekaisaran jadi kita harus pastikan dengan kekuatan kita. Jika memang benar utusan Kekaisaran maka kita habisi saat itu juga!"


Wajah para bawahannya langsung berubah seperti para kawanan serigala yang bersiap untuk berperang, mereka tidak sabar untuk memberikan pelajaran kepada tamu yang tidak diundang itu.


"Baiklah semuanya, menurut informan kita tamu-tamu kita itu saat ini ada di bar milik D'Lo! Sekalian kita titip salam pada laki-laki naif itu!'


"Ayo! kita hancurkan bar milik D'Lo!"


"Orang pengecut itu tidak pantas berada di kota bawah!"


Gerombolan Butcher dan Blade pun bergerak ke tempat D'Lo seperti kumpulan gangster yang bersiap untuk berperang dengan gangster lainnya, mereka melengkapi diri mereka semua dengan beragam senjata yang mereka temukan sepanjang jalanan menuju tempat D'Lo.


Pergerakan Butcher dan Blade ini tidak terpikirkan sebelumnya oleh tamu mereka itu, dan Butcher serta Blade pun juga tidak ingin tamu mereka itu mengetahui pergerakan mereka sebelum mereka tahu dari mana datangnya para tamu mereka itu dan punya kepentingan apa mereka di kota bawah Paradis.


...****...


Di tempat D'Lo....


Di bar milik D'Lo ini suasananya lebih santai dan terkesan sepi daripada suasana di bar biasanya para punggawa Council of Grim berkumpul, walaupun begitu tetap ada beberapa pelanggan tetap dan setia yang kemarin untuk sekedar berbincang-bincang melepas penat setelah bekerja seharian.


Selain dijadikan tempat bersantai, biasanya orang-orang yang datang ke tempat D'Lo adalah teman-teman D'Lo yang juga memiliki persamaan idealisme.


Tidak semua orang di kota bawah menyukai cara yang dilakukan oleh Council of Grim, cara mereka terlalu frontal dan bisa membahayakan orang-orang kota bawah yang lainnya. D'Lo sendiri adalah orang yang sangat menghindari yang namanya konflik dan pertikaian tidak penting, apalagi hal seperti mimpi besar Council of Grim yang ingin membuat kekacauan besar di Kekaisaran.


Beberapa orang setuju dengan pemikiran D'Lo, namun hanya beberapa orang saja bahkan bisa dihitung dengan jari. Karena hal itulah orang-orang di kota bawah sering memanggilnya dengan sebutan pengecut karena tidak berani berbuat besar untuk suatu perubahan.


Nama asli D'Lo adalah Daniel Lopez, ia sebelumnya juga sempat bergabung dengan Council of Grim dan menjabat sebagai salah satu number di sana.


"Jika aku mengingat semua kenangan ku dengan Council of Grim, rasanya aku seperti akan mati esok pagi" ucap D'Lo dengan suara yang agak rendah, dinginnya cerita masa lalu dirinya merasuki relung hatinya.


Mata coklat terangnya sedikit nanar terbiaskan lampu tembok yang agak redup, kulit yang berwarna cokelat itu nampak indah, apalagi rambut gimbal yang ia kuncir khas orang-orang yang suka musik gemulai dari negara Jamaika.


"Aku harap Andrade tidak benar-benar ingin membuat onar sampai sejauh itu" ujar D'Lo lagi.


Saat ini ada tiga orang yang sedang mendengarkan cerita D'Lo semenjak mereka datang kemari tadi. Walaupun mereka orang asing, namun D'Lo tetap menyambut mereka dengan sangat ramah sekali, bagaikan menyambut para pelancong luar negeri yang sedang berlibur.


Mereka bertiga yang sedang mendengarkan cerita si D'Lo itu adalah punggawa Legado Del Fantasma yaitu Escobar, Raul dan Mendoza.


"Terima kasih sebelumnya atas kebaikanmu, kami benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membalas kebaikan anda tuan D'Lo" ujar Escobar mewakili Legado Del Fantasma.


"Haha santai saja, aku hanya ingin bercerita saja tidak perlu sampai segitunya" D'Lo membalas dengan senyuman penuh arti.


Saat Escobar dan kawan-kawan hendak pergi dari tempat D'Lo, mereka dikejutkan dengan kedatangan puluhan orang yang tiba-tiba masuk tanpa permisi dan sedikit membuat kekacauan di sana.


Beberapa dari mereka bahkan ada yang merusak perabotan dan dekorasi bar milik D'Lo, sehingga membuat beberapa orang langsung kabur karena takut akan terjadi hal yang buruk pada mereka.


Diantara puluhan orang itu, terlihat dua orang yang terkesan seperti pimpinan para gerombolan itu. Yang satu memiliki tubuh yang agak besar namun kekar dan yang satu mengenakan kaca mata hitam dan penutup wajah supaya terkesan misterius. Mereka berdua adalah sang number six dan nine, The Butcher dan The Blade.


Cukup puas mengacau, kini tatapan mereka beralih ke arah meja paling depan. Di sana ada D'Lo serta Escobar dan kawan-kawannya yang sedang menatap para pengacau itu dengan tatapan tidak senang.


Teman-temannya satu pemikiran D'Lo pun juga langsung bergerak ke depan untuk melindungi D'Lo serta Legado Del Fantasma, apapun yang terjadi mereka akan tetap berada di samping orang-orang itu.


"Heh...kalian punya nyali juga ya! D'Lo sepertinya teman-teman pengecut mu juga bertambah ya!" ucap The Blade.


Ucapan The Blade tadi langsung membuat gerombolannya tertawa, mereka semua menertawakan sosok D'Lo yang dikenal sebagai si pengecut itu. Namun D'Lo tidak tersinggung sama sekali, ia bahkan tidak menganggap masalah itu adalah masalah yang serius yang harus ia tanggapi dengan serius pula.


"Apa yang diinginkan oleh The Butcher dan The Blade? Atau haruskah aku memanggil kalian dengan number six dan number nine? Asal kalian tahu saja seorang pengecut seperti aku ini tidak punya banyak waktu pada orang-orang berani seperti kalian berdua" ujar D'Lo dengan santainya.


Bawahan Butcher dan Blade langsung naik pitam saat mendengar celotehan D'Lo. Mereka semua ingin sekali memberikan satu pukulan tepat ke wajah tak tahu malu D'Lo itu, namun ekspresi berbeda ditunjukkan oleh Escobar dan kawan-kawan.


Mereka langsung terkejut setelah mendengar kalau dua orang yang mendatangi mereka saat ini adalah petinggi dari Council of Grim yang dikenal dengan number six dan number nine, mereka benar-benar yakin dengan cerita-cerita D'Lo saat ini.


"Kau boleh saja bicara seenaknya D'Lo sebelum Butcher memenggal kepala mu itu. Kami ingin menyambut tamu kami ini, number zero ingin sekali bertemu dengan mereka namun berbeda dengan kami. Kami akan mencari tahu lebih dulu apakah mereka utusan kaisar atau bukan"


"Jika mereka utusan kaisar kalian mau apa Butcher dan Blade?"


"Kami akan membunuh mereka di sini" ucap Blade singkat saja.


Setelah Blade berucap, semua gerombolan Butcher dan Blade langsung mengeluarkan senjata mereka dan memasang wajah siap untuk bertempur dan menghancurkan tempat D'Lo beserta semua isinya. Sedangkan wajah pendukung D'Lo mulai waspada dan sedikit takut, namun mereka tetap memaksakan keberanian pada diri mereka.


D'Lo langsung maju ke hadapan Butcher yang sedari tadi diam sambil sesekali memperhatikan situasi itu. D'Lo menatap mata Butcher yang terkesan tidak peduli pada dirinya itu dengan sangat tajam, lalu ia mulai bersumpah dengan suara yang sedikit tertahan karena ia sedang menahan amarahnya.


"Aku bersumpah atas leluhur kita semua, orang-orang ini bukanlah orang-orang suruhan dari kekaisaran dan aku menjaminnya dengan nyawaku sendiri! Apabila kalian semua berani menyentuh mereka bertiga, kalian akan merasakan apa yang namanya mimpi buruk!" ucap D'Lo


D'Lo yang sedang marah sekaligus bersumpah itu membuat semua orang yang melihatnya langsung ngeri dan meneguk ludah. Bersumpah atas nama leluhur adalah hal yang paling sakral bagi orang-orang di kota bawah, jika ada yang berani bersumpah seperti itu maka mereka yang melanggarnya akan diberikan hukuman yang ngeri oleh leluhur, begitulah kepercayaan mereka.


Butcher dan Blade pun saling menatap satu sama lain, mereka berdua tidak menduga akan ada hal seperti ini. Mereka berdua lalu menatap ke arah Escobar, Raul dan Mendoza, hanya ada satu kata bagi mereka yaitu terlalu misterius dan gelap. Bisa saja mereka bertiga adalah utusan kekaisaran, namun Butcher dan Blade juga tidak bisa mengabaikan sumpah D'Lo tadi sehingga terjadi dilematis antara keduanya.


"Jika kalian masih meragukan sumpahku tadi, kalian bisa membawa mereka bertiga ke hadapan Andrade dan biarkan dia menilai sendiri. Aku akan ikut mereka bertiga ke tempat Andrade untuk menjamin keselamatan mereka dari tangan-tangan usil kalian semua para pembuat kacau!"


Blade pun akhirnya dibuat kesal oleh D'Lo dan terpaksa melakukan hal itu. "Cih... baiklah bawa mereka bertiga ke hadapan number zero! Ayo kita pergi dari tempat ini sebelum aura pengecutnya menempel pada diri kita"


Begitulah akhirnya, Escobar dan lainnya pun akhirnya dibawa ketempat number zero yang memang mereka ingin temui saat ini. Namun Escobar tidak bisa bersikap tenang saat ini, karena belum ada kepastian kalau sosok number zero itu akan bisa sepemikiran dengan dirinya.


Di saat keributan itu terjadi, ada sesosok orang yang luput dari penjagaan mereka semua. Ia benar-benar tidak disadari oleh semua orang bahkan Butcher dan Blade sekalipun, dan sosok itu langsung pergi dari tempat itu untuk kembali ke tempatnya dan memberikan informasi yang sangat penting itu kepada seseorang yang sudah menunggu dirinya.


"Aku tidak tahu apakah ini berita buruk atau berita bagus, namun aku harus segera menyampaikan ini pada ketua Seth!" ujarnya sambil melewati orang-orang yang ada di kota bawah.