
Escobar, Raul dan Mendoza pun dibawa oleh Butcher dan Blade pergi untuk menemui pimpinan mereka, yaitu Andrade alias sang number zero di tempat mereka biasanya berkumpul.
D'Lo pun juga ikut pergi bersama ketiga punggawa Legado Del Fantasma itu, karena ia menganggap sosok mereka bertiga adalah teman ngobrolnya dan ia tidak bisa membiarkan hal buruk menimpa mereka bertiga.
The Butcher dan The Blade sebenarnya keberatan dan kesal karena adanya D'Lo mencampuri urusan mereka, namun mereka berdua tidak bisa melakukan apapun karena kedekatan masa lalu antara D'Lo dan Andrade tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka berdua bisa saja terluka atau mungkin dalam bahaya, jika mereka tidak hati-hati dalam mengurus D'Lo.
Menyinggung perasaan Andrade bukanlah hal yang bijak bagi mereka berdua, jika mereka berdua masih ingin melihat warna biru langit di siang hari yang cerah dan hembusan angin damai yang kadang mampu menenangkan jiwa seseorang.
"Kalian bertiga bisakah kalian berjalan lebih cepat? Kalian berjalan seperti seekor siput yang sedang mencoba berlari!"
Anak buah Butcher dan Blade menertawakan mereka bertiga, mereka tertawa seperti kawanan Hyena yang sedang berpesta pora.
Karena ditertawakan seperti itu wajah Raul berubah menjadi merah seperti sedang kepanasan, ya memang dirinya sedang kepanasan dengan olok-olok dan omong kosong yang keluar dari mulut orang-orang yang ada di belakangnya itu.
Karena Raul adalah orang yang kurang bisa menahan atau mengontrol emosi dirinya, maka jelas sekali terlihat di wajahnya kemarahan itu, walaupun ia sudah tahan sekuat tenaganya. Sampai wajahnya seperti seekor banteng yang sedang marah besar pada si matador.
Melihat temannya yang seperti itu, membuat Mendoza sedikit khawatir jika Raul akan lepas kendali dan mengamuk disini. Mendoza sedikit melirik ke arah Escobar, yang ia lihat hanyalah wajah ketenangan dalam kekacauan. Ia pun bertanya-tanya, dari mana kah ketenangan itu muncul. Akhirnya Mendoza pun menghela nafas panjang dan berharap tidak terjadi apa-apa pada Raul ataupun pada dirinya sendiri.
Beberapa saat dalam kegelisahan, kegelisahan Mendoza pun sedikit mereda saat ia melihat sebuah bar yang ia pikir adalah tempat yang mereka tuju. Dan benar saja, bar itu memang tempat yang beberapa saat yang lalu sudah di katakan oleh para keroco itu.
Tempat itu adalah tempat yang dikelola oleh Andrade dan semua bawahannya yang setia pada dirinya, sebuah bar yang tidak kecil namun tidak pula besar. Untuk sekelas bar, tempat itu terlihat cukup mewah dan sangat kontras dengan kehidupan yang ada di kota bawah yang penuh kesuraman dimana-mana.
Saat mereka bertiga serta D'Lo berjalan masuk ke bar itu, semua tatapan mata pengunjung langsung mengarah ke arah mereka semua. Mereka semua seperti sedang disorot dengan lampu terang, namun bukan sebuah kesenangan yang mereka dapat tetapi sebuah kebencian.
Semua tatapan itu seakan bisa menelan mereka semua, mereka seperti bisa merasakan kebencian yang kuat dari tatapan orang-orang itu dan kebencian itu sedang menelan mereka perlahan-lahan.
Walaupun sebenarnya Mendoza tidak kenal ataupun tidak mengetahui mengapa mereka semua seperti itu, namun saat melihat sorot mata dan ekspresi mereka semua, Mendoza pun bisa langsung paham dan tahu alasan dibalik semua itu.
"Kalian lihat itu? Di balik sorot mata yang penuh kebencian itu terdapat sebuah cerita menyedihkan yang mereka terima selama mereka hidup" tiba-tiba Escobar berceletuk saat ia memperhatikan kondisi semua orang yang ada di sana.
"Pastinya sosok yang bernama Andrade ini adalah sosok yang sangat dipercaya oleh mereka semua, karena bagi mereka sebuah kepercayaan itu sudah hampir hilang dari dalam diri mereka sendiri" Escobar kembali berbicara pada dirinya sendiri.
Raul dan Mendoza sedikit kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Escobar, perlu beberapa saat untuk mereka berdua agar memahami kata-kata dari pemimpin mereka itu. Saat mereka memahaminya, mereka hanya tersenyum ke arah sosok Escobar dan membuat mereka semakin kagum dengan sosok pemimpin mereka itu.
"Jika kalian mengerti apa yang kumaksud, maka kita bertiga harus mampu meyakinkan si Andrade ini demi mengubah tatapan yang kita lihat sepanjang jalan tadi"
"Ya, kau benar sekali ketua!" ucap Raul dan Mendoza secara bersamaan.
Butcher dan Blade keheranan dengan tingkah mereka berdua, mereka berdua masih bisa mengeluarkan senyuman mereka walaupun saat ini mereka akan berjumpa dengan sosok yang ditakuti oleh seluruh penduduk kota bawah. Hal itulah yang membuat Butcher dan Blade heran sekaligus bingung.
Berbeda reaksi dengan Butcher dan Blade. D'Lo malah ikut tersenyum, ia membayangkan bagaimana jadinya jika ketiga orang itu mampu meyakinkan si Andrade dan membuat sebuah kemajuan yang pesat untuk penduduk kota bawah, akan seperti apakah bentuk kota bawah jika sudah maju? Tidak, tidak ada yang tahu hal itu sehingga hal memikirkan hal seperti itu membuat D'Lo tersenyum karena ia ingin sekali melihat semua perubahan dengan mata kepalanya sendiri.
Mereka lalu naik ke lantai atas, di lantai atas terasa lebih sunyi dan hening daripada lantai dasar yang baru saja mereka lewati tadi.
Hanya ada satu orang di tempat itu, dan dia sedang duduk di depan meja bartender sambil terlihat menikmati minumannya yang kelihatan mewah dan berkualitas itu.
Penampilannya seperti orang yang berpendidikan, mengenakan setelan jas berwarna putih terang dan rambut yang diikat kebelakang. Dari auranya saja, bisa dikatakan kalau sosok yang sedang minum-minum di depan meja bartender itu adalah sosok Number Zero alias Andrade el Ídolo.
Butcher dan Blade mendekati sosok itu, saat mereka berada di jarak setengah meter dari sosok itu, mereka berdua langsung berlutut sambil menundukkan kepala mereka berdua. Ini adalah sebuah simbol penghormatan pada sosok itu, dan untuk membuktikan diri kepada sosok itu kalau mereka berdua adalah pengikut yang setia dan tidak akan pernah
mengecewakan.
"Kami sudah kembali bos!"
"Kami membawa para tamu yang Anda sebutkan tadi, namun kita kedatangan satu tamu lainnya dan ini sedikit lebih rumit" Blade melaporkan pada sosok itu.
"Rumit?" ucap Andrade sebelum dirinya berpaling dan melihat siapa sosok yang rumit itu sebenarnya.
Saat Andrade melihatnya, wajahnya tidak berubah sama sekali dan hanya ada senyuman pahit di bibirnya begitu melihat sosok yang diucapkan oleh Blade sebagai sosok yang rumit itu. Ia adalah D'Lo.
"Ku kira aku tidak akan pernah melihat wajah pengecutmu itu lagi D'Lo!"
"Begitu pula aku Andrade! Hal ini terjadi karena ulah anak buahmu yang begitu mudah menganggap para tamu ku ini adalah musuh"
Selama beberapa menit, Andrade dan D'Lo saling menatap sangat intens. Siapapun yang melihatnya bisa merasakan tekanan yang luar biasa dari kedua orang itu, walaupun mereka hanya sedang bertatapan saja.
Di tengah-tengah duel intensif seperti itu, Escobar pun maju kedepan dan mencoba untuk mencari posisinya di situ. Melihat apa yang sedang di coba oleh Escobar itu membuat Andrade menghentikan kontesnya dengan D'Lo dan matanya beralih ke Escobar yang sedang menatap dirinya itu.
"Mohon maaf sebelumnya!" ujar Escobar memulai percakapan. "Aku tidak ada urusan dengan masalah masa lalumu dengan D'Lo. Aku hanya ingin tahu apa alasan aku dan teman-temanku di bawa kemari oleh anak buahmu?" ucap Escobar dengan sangat mantap, tanpa ada keraguan sedikitpun
Sesaat setelah Andrade selesai bicara, semua orang di dalam bar langsung mengerumuni kelompok Escobar serta D'Lo. Walaupun sebenarnya Andrade sendiri masih belum memberikan komandonya, namun mereka semua langsung berkumpul tanpa disuruh sekalipun.
Jika Andrade memerintahkan mereka untuk menghabisi keempat orang yang sedang dalam masalah itu, mereka semua pasti langsung akan menghabisinya sesuai apa yang diperintahkan oleh Andrade.
Namun Andrade bukanlah orang sekejam itu, ia hanya tersenyum saja lalu memerintahkan mereka semua untuk menenangkan diri dan menurunkan senjata yang sudah mereka angkat.
"Mari kita bicarakan hal ini di sana sambil sedikit minum-minum, setidaknya biarkan aku melayani tamu bar ini" ujar Andrade yang lalu disetujui oleh Escobar.
...****...
Perundingan mereka pun berjalan cukup damai dan tenang, namun sedikit rumit dari yang mereka kira.
Permasalahan kesalahpahaman sudah diselesaikan, dan kini mereka mulai membahas rencana yang hendak dilakukan oleh Council of Grim pada kekaisaran.
Escobar berniat ingin membantu Council of Grim untuk melakukan hal sebesar itu, terlebih lagi ia juga sudah memikirkan hal yang sama dengan Andrade sebelumnya. Namun akan tetapi, Andrade menolaknya dengan tegas karena ia tidak mau bekerjasama dengan orang luar untuk hal seperti ini.
Andrade sangat yakin dengan kemampuan Council of Grim untuk melakukan hal besar seperti menggoyangkan kekaisaran, makanya ia sudah tidak memerlukan lagi bantuan dari orang luar seperti Legado Del Fantasma.
Escobar merasa buntu, ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia juga sedikit kebingungan dengan kepercayaan diri yang ada pada sosok Andrade itu, bagi dirinya Andrade bagaikan punya kharisma yang terlihat seperti sosok raja-raja yang punya nama besar.
Escobar ingin mencari tahu kepercayaan diri sosok Andrade itu, namun sepertinya hal itu sudah ditebak oleh Andrade dan Andrade langsung menghentikan pertemuan itu dengan singkat saja.
"Sepertinya kesalahpahaman antara kita sudah selesai, jadi ku harap kalian semua jangan mengacaukan operasiku saat semuanya sudah dimulai" ujar Andrade sambil mengulurkan tangannya mengajak Escobar berjabat tangan.
Sedetik Escobar menatap kosong ke arah Andrade sebelum ia menjabat tangan Andrade. Ia masih terpikirkan bagaimana Andrade memiliki kepercayaan diri setinggi itu, namun ia juga sedikit khawatir dengannya.
"Kau dan semuanya akan menjadi musuh satu dunia apakah kalian tahu itu?" ucap Escobar sambil menjabat tangan Andrade.
Tidak ada jawaban dari Andrade, ia hanya tersenyum sambil sedikit tertawa menanggapinya, jelas sekali ia tidak peduli entah itu satu dunia akan memusuhinya.
"Hei! Kalian serius masih ingin melakukan hal itu? Kau pikir aku akan menerimanya dengan senang hati jika orang-orang disini mati hanya untuk keegoisan dirimu saja" kali ini D'Lo yang berbicara.
Namun ada sesuatu yang berbeda dari D'Lo saat ini, jika biasanya ia sedikit tenang dan bersenang-senang, kali ini ia memasang ekspresi serius yang bisa dilihat dari wajahnya serta aura mengerikan yang menyeruak keluar dari tubuhnya.
Tangan kirinya juga tiba-tiba menyala berwarna biru terang, terlihat seperti terbungkus oleh api berwarna biru yang membuatnya terlihat seperti sedang terbakar dan itu mengerikan.
"Tuan D'Lo sebenarnya apa yang terjadi pada mu?" Escobar sedikit heran dengan perubahan sikap yang terjadi pada D'Lo, dan terlebih lagi pada tangan kirinya itu memberikan tanda tanya besar pada dirinya.
"Itu adalah Vaal Hands sebuah arcana!" ucap Andrade yang membuat semua anggota Legado Del Fantasma tercengang sekaligus terkejut mendengarnya.
"Arcana kau bilang?" Escobar terkejut dengan kenyataan itu.
"Ya itu memang Arcana. Sejatinya Vaal Hands adalah dua Arcana yang sepasang, jika ada tangan kiri maka ada yang namanya tangan kanan!"
Selepas berucap seperti itu, Andrade meluruskan tangan kanannya. Lalu tiba-tiba saja api biru langsung membungkus tangan kanannya, sama seperti yang dialami oleh D'Lo.
Dari situ Escobar yakin sekali, kepercayaan diri seorang Andrade berasal dari hal tersebut. Dan ia mulai terpikirkan satu hal, Andrade mungkin memiliki banyak Arcana yang bisa ia berikan pada para anak buahnya untuk menjalankan tugas mereka masing-masing nantinya.
Memikirkan hal itu langsung membuat Escobar bergidik ngeri, apalagi saat ia tersadar kedua orang itu hendak saling menghantam satu sama lain dengan menggunakan kekuatan yang sangat besar itu.
"Kalian pikir aku akan menerima semua tindakan gila kalian itu? Omong kosong! Apa kalian tidak pernah tahu atau peduli dengan orang-orang yang terluka oleh semua kegilaan yang kalian lakukan di kota atas!"
"Jangan mengada-ngada D'Lo! Kau lah yang seorang pengecut yang tidak berani mengambil langkah besar dan selalu berlindung dibalik kata-kata melindungi. Walaupun kau tidak setuju dan menentang hal ini, tapi dengan segala hormat aku akan terus melakukan hal ini walaupun aku harus membunuhmu terlebih dahulu"
Ketegangan antara Andrade dan D'Lo semakin meningkat, intensitas semakin memuncak dan mereka bersiap untuk saling bertabrakan dan saling hantam satu sama lainnya.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Escobar dan yang lainnya jika sudah seperti ini, mereka hanya bisa menunggu semua kekacauan ini mereda dan menjadi tenang seperti sebelumnya. Namun sepertinya hal tersebut hanyalah angan-angan belaka.
Saat mereka berdua sudah saling ingin memukul satu sama lain, seseorang tiba-tiba berlari ke lantai atas bar dengan wajah yang sangat-sangat panik dan kacau sekali. Tubuhnya juga terlihat seolah habis dikeroyok oleh badak besar, sampai Andrade pun menatap ke arahnya dan menanyakan padanya apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan pelan sambil sedikit mengatur nafas orang tadi mulai bercerita pada Andrade.
"Tentara kerajaan mulai bergerak, mereka memukuli semua orang-orang kota bawah yang sedikit berbatasan langsung dengan kota atas. Selain itu tempat itu juga dibakar oleh mereka, dan api semakin membesar setiap saatnya jika dibiarkan bisa sampai ketempat ini!" ujarnya.
Andrade terkejut mendengar cerita itu, ia langsung pergi keluar untuk melihat keadaan dan benar saja. Di tempat yang sudah diceritakan oleh orang itu tadi, sedang terjadi kebakaran hebat, api dan asapnya pun sampai terlihat jelas dimata Andrade yang kini terlihat semakin membenci kekaisaran.