
Di sebuah desa di pinggiran kota Kekaisaran Suci Naga Merah. Hiduplah sekeluarga yang sederhana dan bersahaja. Seorang ayah dengan dua anak begitu bahagia menjalani kehidupannya saat ini, dikaruniai oleh seorang istri yang cantik dan penurut.
Kehidupan mereka berempat begitu berwarna, walaupun mereka tahu pekerjaan sang ayah bagi keluarga itu cukup menyeramkan bagi sebagian orang. Inilah awal mula kisah Vreldett sang Algojo.
Vreldett menjadi seorang algojo sudah turun temurun, semua keluarganya memiliki darah seorang algojo. Namun walaupun bekerja sebagai seorang algojo yang mengharuskannya mengeksekusi orang-orang yang bersalah di mata hukum Kekaisaran, Vreldett tetaplah manusia seperti orang-orang umum yang lain.
Pekerjaan Vreldett sebagai seorang algojo memang menakutkan bagi sebagian orang yang tidak tahu siapa Vreldett sebenarnya, namun bagi yang mengenal Vreldett maka Vreldett adalah orang yang baik hatinya dan juga selalu rendah diri dengan siapapun. Orang-orang di pemukiman rumahnya tahu perangai Vreldett yang seperti itu, bahkan banyak anak-anak lain sering bermain dengan dirinya tanpa takut dengan Vreldett yang merupakan seorang algojo kerajaan.
Anak-anaknya juga begitu menyayangi ayahnya itu, istrinya pun sangat mencintainya dan selalu menuruti semua ucapan suaminya itu. Menjadi algojo mungkin bukanlah pekerjaan yang diinginkan oleh Vreldett, namun masih banyak pelajaran yang bisa dipetiknya dengan menjadi seorang algojo.
Tetapi kehidupan hari-hari bahagia Vreldett berhenti ketika ada gejolak yang terjadi di Kekaisaran. Saat itu Kekaisaran Suci Naga Merah masih bernama Kekaisaran Naga Merah dan masih dipimpin oleh kaisar yang adil dan selalu mementingkan rakyatnya terlebih dahulu, namun saat kaisar itu jatuh sakit, gejolak pun terjadi di Kekaisaran.
Terjadi beberapa pertikaian-pertikaian antara para kaum bangsawan yang mempunyai banyak kepentingan di Kekaisaran dan akhirnya pertikaian yang awalnya hanya pertikaian kecil ini, merembes menjadi pertikaian besar hingga menjadi perang saudara. Dampak dari perang saudara ini membuat banyak rakyat-rakyat Kekaisaran menjadi menderita, termasuk Vreldett yang juga terkena imbas dari perang saudara ini.
Vreldett harus terus menerus mengeksekusi orang-orang yang dianggap menjadi pemantik api pertikaian ini, yang mana Vreldett tahu orang-orang itu bukanlah orang-orang yang menginginkan keruntuhan pada Kekaisaran ini. Vreldett harus mengeksekusi orang-orang jujur di Kekaisaran, karena jika Vreldett melawan maka keluarganya akan dijadikan target oleh pihak-pihak yang ingin Kekaisaran dibawah kendali mereka.
Dengan terpaksa Vreldett mengeksekusi orang-orang itu dengan berat hati, bahkan Vreldett harus mengeksekusi Kaisar Millandi yang merupakan Kaisar yang adil dan selalu memperhatikan kondisi rakyatnya terus menerus, bahkan disaat-saat terakhirnya Kaisar Millandi tetap mengkhawatirkan bagaimana nasib rakyatnya pada saat dirinya sudah tiada.
Setelah melakukan tugasnya dengan terpaksa dan mengeksekusi Kaisar Millandi dengan tangannya sendiri, Vreldett lalu dituduh oleh Kaisar yang baru telah melakukan serangkaian kejahatan yang mana Vreldett tidak pernah melakukan itu. Kaisar yang baru hanya ingin menutup mulut para simpatisan Kaisar Millandi dan beberapa telinga di jalanan mendengar kalau Vreldett sang Algojo Kekaisaran itu mengetahui beberapa hal penting tentang apa yang terjadi pada hari paling gelap di Kekaisaran itu terjadi. Karena hal itulah Vreldett diburu dan difitnah melakukan hal-hal buruk pada Kekaisaran.
Vreldett pun melarikan diri bersama dengan keluarganya dari kejaran tentara Kekaisaran Suci Naga Merah, namun sayangnya usahanya tidak sampai karena mereka berhasil dicegat oleh pasukan Kekaisaran Suci Naga Merah ketika Vreldett ingin memasuki perbatasan antara Kekaisaran Suci Naga Merah dengan Kekaisaran Naga Putih.
Saat itu Vreldett disiksa oleh tentara Kekaisaran Suci Naga Merah hingga Vreldett tidak sadarkan diri, namun samar-samar dirinya melihat anak-anaknya dan juga istrinya yang dibantai habis oleh para pasukan Kekaisaran dan sempat membuat Vreldett yang sudah tidak berdaya itu kembali memiliki sebuah semangat juang secara tiba-tiba karena melihat keluarganya yang dibantai dan bahkan dibakar oleh pasukan Kekaisaran.
Vreldett seperti mendapatkan sebuah kekuatan misterius entah dari mana, sebuah kapak berwarna merah menyala bagai terbakar api neraka yang sangat panas tiba-tiba datang menghampiri dirinya. Dengan kekuatan yang baru saja dirinya dapatkan, Vreldett menghancurkan semua pasukan Kekaisaran yang mengejar dirinya. Vreldett tidak hanya menghancurkan mereka, tetapi membelah-belah tubuh mereka menjadi beberapa bagian dengan menggunakan kapaknya itu, dia tidak peduli lagi dengan apa yang namanya moral, yang dirinya pedulikan adalah membalas apa yang mereka lakukan pada istri dan anak-anaknya.
Saat dirinya sudah mulai tenang, yang tersisa dari keluarganya adalah jasad mereka yang menghitam dan beberapa menjadi debu karena terbakar dengan api yang panas itu. Vreldett menjadi tidak tahan melihat itu, dia menangis sejadi-jadinya melihat istri dan kedua anaknya yang terpanggang oleh api. Dengan sisa tenaga di tubuhnya, Vreldett mencoba menguburkan jasad istri dan anak-anaknya, setelah itu Vreldett kembali melanjutkan perjalanannya seorang diri untuk lepas dari kejaran para prajurit Kekaisaran Suci Naga Merah yang menjadikan dirinya sebagai sosok kriminal dengan harga kepala yang sangat tinggi.
Vreldett memiliki sebuah janji pada jasad keluarganya, bahwa dirinya akan menghancurkan para bangsawan licik dan juga orang-orang di Kekaisaran Suci Naga Merah yang sudah membuat hidupnya hancur, Vreldett tidak akan mati sebelum dirinya bisa menuntaskan janjinya itu pada jasad istri dan kedua anaknya itu.
Untuk itulah Vreldett terus melawan Rick yang memberikan perlawanan seimbang sampai saat ini. Bahkan beberapa kali, kekuatan Rick menurut Vreldett melebihi dirinya sendiri namun dirinya tetap tidak mau mengalah begitu saja.
"Dimana si uban itu? Kenapa masih belum datang juga?" ucap Rick bertanya-tanya sambil terus menangkis serangan yang terus dilancarkan oleh Vreldett.
Vreldett terus menyerang Rick dengan membabi buta. Skill bernama [Hammering Away] membuatnya bisa mematahkan pertahanan apa saja yang dilakukan oleh Rick, itulah yang membuat Rick beberapa kali harus meminum ramuan penyembuh karena skill tersebut berdampak mengerikan untuk Rick. Akibat skill [Hammering Away] itu membuat Rick tidak bisa bertahan lebih lama, dan ketika Rick terkena serangan itu maka Vreldett akan mendapatkan status damage bertambah dua kali lipat dan pertahanan Rick akan berkurang dua kali lipatnya.
Darah Rick terus menerus berkurang drastis ketika terkena serangan dari Vreldett, walaupun dia menangkis serangan dari Vreldett tetapi tetap saja Rick mendapatkan damage dari itu karena efek skill [Hammering Away]. Yang bisa ditunggu oleh Rick hanyalah datangnya sebuah bantuan, dan sosok yang ditunggunya itu adalah sosok Archie yang katanya akan menyusul mereka pergi ke Hutan Gorbel ketika urusannya sudah selesai.
Namun sudah satu jam Rick melawan Vreldett, Archie masih saja belum kelihatan sama sekali. Rick sudah sangat kewalahan, begitu pula lawannya yaitu Vreldett. Walaupun sebenarnya Vreldett kewalahan, tetapi Vreldett tidak menunjukkannya pada Rick dan bersikap biasa saja.
Untuk itulah, Vreldett pun menyiapkan jurus terakhir yaitu sebuah jurus yang akan menyelesaikan pertarungannya melawan Rick ini. "Dengan ini akan ku akhiri semuanya!" ucap Vreldett lalu dirinya mulai mengumpulkan kekuatan di kapak besarnya itu.
Kapak besarnya mulai bercahaya semakin terang, api di kapaknya semakin berkobar dengan cepat. Rick tahu dirinya dalam bahaya jika dirinya tidak bisa menghindari itu, Rick ingin menyerang terlebih dahulu sebelum serangan itu menyerang dirinya terlebih dahulu namun Rick ragu kalau itu hanyalah sebuah pancingan untuk dirinya.
Vreldett tersenyum sinis di balik topengnya. "Sudah terlambat! Final Execution!" Vreldett berteriak dengan keras sambil melayangkan kapaknya pada Rick.
Rick mencoba bertahan dengan menahan serangan itu dengan perisainya. Benturan pun terjadi dan bahkan suara retak terdengar dari perisai milik Rick yang retak karena menahan serangan itu, namun Rick masih bisa menahan serangan terakhir dari Vreldett untuk beberapa saat.
"Aku sudah tidak kuat lagi!" ujar Vreldett yang sebisanya mencoba untuk bertahan dari serangan Vreldett.
Di tengah-tengah pertarungan puncak itu, ada sekelebat bayangan yang bergerak cepat menuju ke arah sosok Vreldett. Vreldett yang masih terpaku pada Rick tidak menyadari hal tersebut, lalu tiba-tiba saja Vreldett merasakan hawa dingin dari perutnya dan buru-buru dirinya menghentikan serangan itu dan mundur perlahan-lahan.
Rick bisa sedikit bernafas lega saat menyadari Vreldett menarik serangan pamungkasnya itu, walaupun begitu dirinya tetap tidak bisa berdiri dengan tegak seperti pada awalnya. Sedangkan Vreldett terkejut ketika menyadari perutnya terluka dan luka itu seperti bekas sebuah tebasan pedang dari seseorang, bahkan bahu bajunya pun ikut tertebas karena hal tersebut.
"Hei keluar tunjukkan wajahmu dasar parasit tidak tahu diri" ucap Vreldett yang kesal karena pertarungannya melawan Luis.
Beberapa saat kemudian sebuah asap muncul dari balik sebuah tembok yang ada di tempat tersebut, asap putih itu menunjukkan siluet sesosok laki-laki yang membawa sebuah pedang tipis namun, lalu siluet itu mulai jelas kelihatan di mata Rick dan dirinya langsung begitu senang melihat sosok yang dirinya tunggu itu akhirnya benar-benar datang.
"Maaf membuatmu menunggu, tadi ada beberapa kendala di perjalanan" ucap Archie sambil memamerkan senyumannya yang khas.