Cyrus Online II: The Great Guild War

Cyrus Online II: The Great Guild War
Chapter 28: Kembali Ke Pekerjaan



Begitu mendapatkan permintaan dari Tetua Kulon. Archie langsung memberitahukan hal ini kepada rekan-rekannya di Cyrus Online, rekan-rekan seperjuangannya untuk membangun peradaban yang dimimpikan banyak orang, di Silverland ini.


Semua orang yang mengurus Silverland dan juga yang termasuk ke dalam Guild Zero Fear, langsung bergerak dengan sangat cepat. Mereka semua mulai berkumpul di ruangan rapat yang selalu mereka gunakan untuk merundingkan sesuatu, entah itu masalah politik di Silverland, masalah ekonomi atau bahkan masalah pribadi mereka masing-masing. Tempat ini adalah semua saksi bisu keresahan-keresahan mereka tertuang begitu saja.


Di ruangan rapat sudah ada Ratu dari negara Silverland, Diane yang bersiap memimpin rapat kali ini. Lalu ada Caelius sebagai pendamping setianya, kacamata kotaknya yang begitu pas dengan matanya itu selalu ia benarkan dengan tangannya.


"Dimana cecunguk berambut putih itu! Kita sudah lama menunggunya di sini!" ucap Caelius sambil membenarkan kacamatanya yang berbentuk kotak dengan perasaan kesal.


Persian menanggapi Caelius dengan sedikit tertawa. "Tenang saja tuan Caelius, nak Archie pasti akan datang sebentar lagi" kata Persian dengan lembut, suaranya seperti orang tua yang bijak.


"Tetapi ini sudah satu jam! Aku sudah tidak bisa sabar dengan tingkah laku cecunguk itu" Caelius masih geram dengan sikap Archie, entah kenapa semua hal yang ada pada diri Archie sangat ia tidak sukai.


Persian kembali tertawa kecil menanggapi Caelius, dia sudah tahu perangai sosok kesatria muda itu sehingga dirinya tidak terganggu sama sekali dengan hal itu.


Berbeda dari Persian. Diane sebagai sahabat dari sosok Caelius merasa terganggu dengan sikap kekanak-kanakan yang dimiliki oleh Caelius itu. Diane langsung memarahi Caelius yang sudah bersikap kurang bagus itu, Caelius pun langsung menunduk dan meminta maaf dengan apa yang sudah dirinya lakukan.


T-Bold, seorang pemain dengan karakter avatar yang terlihat seperti marmut kecil, mengenakan jas berwarna merah maroon yang terlihat seperti seorang saudagar kaya ikut memberikan komentarnya soal Archie, sosok yang mereka tunggu hingga kini. "Aku yakin Archie pasti datang, lagi pula pertemuan kali ini karena ulahnya kan?" ucapnya dengan begitu santai, sambil memainkan koin emas ditangannya.


Selain T-Bold yang merupakan seorang Master Coin, alias orang yang memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan keuangan negara Silverland dan juga Guild Zero Fear dan juga sekaligus pemimpin dari Serikat Pedagang Zero Fear yang biasanya disebut, Zero Wing Enterprise. Ada juga dua sahabat Archie yang baru saja datang dari menyelesaikan misi mereka masing-masing, yaitu Rick serta Lynch. Mereka baru saja tiba di Memories Valley, namun mereka tidak bisa membuang waktu ketika melihat dan membaca pesan yang Archie sampaikan sebelumnya.


Selain para pemain Cyrus Online, ada pula beberapa NPC yang memiliki pengaruh kuat dalam ras mereka masing-masing di dalam game Cyrus Online ini. Seperti sosok Putri Ashiya yang merupakan seorang Tuan Putri yang berasal dari Kerajaan Narannas, kerajaan Elf yang bekerjasama dengan Silverland.


Putri Ashiya datang ke Silverland karena ingin memberitahukan suatu kabar kepada Diane sebagai pemimpin negara Silverland, dia ditemani oleh Tetua Uungor untuk masalah yang satu ini. Ketika mendengar ada kabar yang akan disampaikan oleh Archie dirinya langsung ikut dalam acara rapat dadakan hari ini, walaupun Tetua Uungor sudah menegurnya untuk pulang saja ke Narannas.


Selain Putri Ashiya, juga ada Ruksel sebagai utusan dari kelompok Dragulin, monster yang memiliki kemampuan mirip seperti Werewolf. Lalu ada Sancho Whitefoot dari kelompok pemuda Hobbit, ada Thor Edmunsen dari kelompok pengrajin Dwarf dan yang lainnya juga yang ingin mendengarkan berita apa sebenarnya yang akan dibawa oleh Archie.


Beberapa menit berlalu semenjak Caelius marah-marah di depan semuanya, mempermasalahkan keterlambatan Archie. Kini akhirnya Archie tiba di hadapan semua orang, dia berjalan santai saja seperti tidak ada yang terjadi selama dirinya tidak ada di ruangan ini.


"Kau pikir berapa lama kami menunggu?" Caelius langsung protes atas terlambatnya Archie.


Archie diam saja sambil tersenyum. "Itu tidak penting!" ucapnya. "Yang terpenting adalah kabar yang aku bawa saat ini" ucapan Archie langsung membuat semua orang kembali penasaran.


Archie lalu membagikan kepada semua orang yang ada di dalam ruangan ini sebuah kertas, kertas itu berisikan hal yang ingin Archie beritahukan di pertemuan ini. Saat membaca isi kertas tersebut, semua orang langsung terperanjat dan terperangah. Mereka tidak bisa mempercayai hal ini, namun sulit sekali bagi mereka untuk tidak percaya akan hal seperti ini karena mereka sudah sering melihat kalau Archie bisa membuat hal yang sulit mereka percaya menjadi sebuah kenyataan yang tidak bisa mereka sanggah lagi.


"Ada kawanan Orc, Ogre dan juga Kobold yang memiliki kecerdasan mereka sendiri sama layaknya para Goblin dari Gorlum itu? Sungguh sulit sekali untuk percaya dengan hal ini, tetapi untuk tidak percaya pun sama sulitnya" Diane langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya begitu selesai membaca apa yang tertulis di dalam kertas tersebut.


Archie dengan santainya menjawab. "Tentu saja yakin, karena info ini berasal dari mulut Tetua Goblin itu sendiri. Bagaimana bisa aku tidak percaya dengan sosok sepenting itu?"


Apa yang dikatakan oleh Archie ada benarnya, mereka semua lantas mulai memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk menyikapi hal ini. Tentu saja, Silverland ingin menyelematkan merek semua, terlebih lagi Orc, Ogre dan juga Kobold akan memperkuat militer negara Silverland menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya. Tetapi ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan oleh Diane sebelum dirinya mengiyakan rencana ini.


Ada banyak yang harus ia pertimbangkan sebelum memberikan keputusan akhir. Soal perbekalan, soal akomodasi dan juga soal yang lainnya seperti soal hal yang berada di luar jangkauan mereka seperti adanya intervensi dari pihak lain. Dan tentu saja, Guild World Dominator akan ikut campur dalam masalah ini, karena mereka juga ingin mendapatkan kekuatan dari para monster istimewa tersebut.


Archie tersenyum, dirinya tersenyum lebar melihat Diane yang berpikir dua kali sebelum bertindak itu. Itu ada hal yang bagus bagi Archie, daripada Diane berpikir tanpa pikir panjang dan malah mengacaukan semuanya tanpa ia pahami sama sekali, Archie lebih suka dengan Diane yang memikirkan segalanya sebelum menentukan pilihannya itu.


Diane menyadari cengar-cengir Archie, dia kesal lalu menanyakan pada Archie apa yang membuatnya jadi tersenyum seperti itu. Diane merasa seperti sedang dipermainkan oleh Archie karena itu.


Archie cepat-cepat mengelak dari tuduhan palsu itu. "Tentu tidak, aku tidak mempermainkan dirimu. Aku hanya mulai kagum dengan sosokmu yang mulai sedikit-sedikit berubah menjadi lebih baik lagi"


Ucapan Archie sempat membuat Diane naik ke kayangan tingkat kelima, namun buru-buru dia kembali mendapatkan kesadarannya lagi. Diane berusaha keras untuk menyembunyikan wajahnya yang tersipu, dengan wajah yang serius seperti tidak tertipu dengan rayuan maut dari Archie. "Dasar Archie bodoh! Sempat-sempatnya dirinya memainkan kata-kata indah padaku di depan banyak orang" Diane membatin.


Saat ketenangannya kembali, Diane kembali berkata. "Menurut dari apa yang kau sampaikan, sepertinya kita akan mengalami bentrokan dengan Guild World Dominator kalau kita menyelematkan Orc, Ogre dan Kobold itu"


"Ya, itulah salah satu kendala kita. Namun jika kita bisa mendapatkan tiga makhluk istimewa itu kita bisa semakin membuat kuat militer kita semakin kuat" kata Archie.


"Andai kata, aku menyetujui rencana ini namun kita bisa mengerahkan siapa untuk melakukan misi penyelamatan besar-besaran ini?"


Pertanyaan dari Diane membuat Archie sedikit terdiam sejenak, karena dia tidak menduga ada pertanyaan itu keluar dari mulut Diane, padahal Archie sudah melakukan skenario terbaik dalam melakukan negosiasi dengan Diane ini. Lalu Archie pun mulai memasuki mode berpikirnya, dirinya sadar banyak anggota dari Zero Fear yang masih menyelesaikan misi mereka masing-masing, sehingga ini akan menjadi hal yang sangat sulit.


"Sayangnya, para anggota Death Triangle sudah pergi duluan ke Kerajaan Suci Naga Merah, kalau saja ada mereka pasti semuanya mungkin jadi lebih mudah" Archie sedikit membatin karena situasinya yang masih belum saja berubah.


Lalu Putri Ashiya memberikan pendapatnya. "Bagaimana kalau kita menggunakan pasukan gabungan yang sudah dilatih oleh Tuan Rick?"


Usul dari Ashiya langsung diamini oleh Archie yang merasa hal itu adalah hal yang paling masuk akal untuk sekarang ini, dan Diane pun juga menginginkan pasukan yang lebih kuat lagi sehingga dirinya pun menyetujui usulan tersebut.


"Jadi untuk misi kali ini, tuan Rick akan memimpin pasukan gabungan untuk membantu para kaum yang meminta bantuan kita itu. Pastikan misi kali ini jangan sampai gagal!" ucap Diane dengan lantang dan keras.


Rick langsung berdiri dan memberikan rasa hormatnya pada Diane. "Rick akan menyelesaikan misi kali ini dengan sempurna!" ucap Rick penuh kepercayaan diri yang bisa terlihat dari betapa lebar senyumannya kini.


Archie juga tersenyum, dirinya berniat ikut dengan rombongan yang akan dibawa oleh sahabatnya tersebut. Namun sebelum melakukan hal tersebut Archie harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan terlebih dahulu dan juga mempersiapkan beberapa item yang akan berguna bagi dirinya jika dirinya harus bersenggolan dengan prajurit milik World Dominator ketika Archie berusaha menyelesaikan misi kali ini.