
Hutan Gorbel, hutan yang sangat luas yang berada di perbatasan sebelah utara antara Kekaisaran Re-Estize dan Kekaisaran Suci Naga Merah. Hutan ini juga merupakan tempat tinggal banyak monster yang ada di Cyrus Online. Banyak monster yang hidup di Hutan Gorbel dan banyak diantara mereka memiliki level yang cukup tinggi, sehingga pemain yang sudah lumayan mahir bermain Cyrus Online akan kesini untuk meningkatkan level karakter mereka ke level yang lebih tinggi lagi.
Beberapa dari monster yang menghuni Hutan Gorbel adalah Orc, Ogre dan juga Kobold. Mereka bertiga masih satu kesatuan alias satu rumpun dengan Goblin, hanya saja mereka lebih kuat dan bertubuh lebih besar dari Goblin. Tetapi soal membangun sebuah peradaban, para Goblin lebih mahir ketimbang ketiga monster itu. Karena Goblin memiliki pengamatan yang luar biasa, mereka bisa menggunakan senjata-senjata yang digunakan oleh manusia dengan beberapa kali melakukan pengamatan saja.
Apalagi para Goblin yang berasal dari Gorlum, mereka memiliki kecerdasan yang melebihi monster biasa di Cyrus Online. Istilahnya mereka mengalami breakthrough yang membuat mereka menjadi monster yang memiliki kecerdasan yang melebihi monster yang lain.
Breakthrough ini merupakan fenomena yang begitu langka yang terjadi di Cyrus Online, bahkan masih hanya beberapa pemain saja yang mengetahui atau menyadari adanya fenomena ini. Beberapa pemain di Cyrus Online hanya menyadari kalau ada beberapa keanehan yang terjadi di beberapa monster yang mereka temui. Di forum pembahasan, mereka mengatakan kalau para monster itu bisa berfikir layaknya manusia berfikir seperti bertahan hidup dari serangan para pemain sampai membuat beberapa senjata yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
Archie dan teman-temannya di Silverland mengetahui hal ini sejak Tetua Kulon mendatangi Silverland untuk mendapatkan suaka. Ini merupakan informasi yang begitu mahal, untuk itulah Archie dan yang lainnya tidak ingin kesempatan ini melayang sia-sia begitu saja tanpa mereka bisa manfaatkan lebih jauh lagi situasi ini. Mengetahui adanya monster lain yang mengalami breakthrough, Silverland pun langsung bergerak dengan cepat atas perintah Diane.
Bukti keseriusan Silverland dalam situasi ini adalah, mengirimkan pasukan khusus untuk menolong para monster yang sedang mengalami penindasan. Pasukan ini dipimpin oleh seorang pemain bernama Rick yang merupakan sahabat dari Archie, lalu ada Komandan Lusirele dan juga Panglima Burung, Arien yang mewakili bangsa Elf.
Pasukan khusus ini langsung bergerak dari Nilfelin ke Hutan Gorbel yang berjarak setengah hari perjalanan itu. Mereka semua bergerak tanpa istirahat sama sekali, karena semenjak di Nilfelin mereka sudah sedikit bersantai, serta para pasukan yang tergabung dalam misi kali ini memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan begitu saja.
Pasukan ini adalah pasukan yang dibawa oleh Rick untuk berlatih di Forsaken Valley kala itu. Mereka terdiri dari kaum Hobbit, bangsa Dwarf, Dragulin, Elf dan juga beberapa manusia yang merupakan NPC dan pemain yang memulai permainannya di Silverland dan menjadi bagian dari Silverland. Lalu ada pasukan yang dipimpin oleh komandan tertinggi pasukan Kerajaan Narannas, Komandan Lusirele dan juga Panglima Burung yang memimpin pasukan Elf suku Nightborne. Soal kekuatan sudah tidak diragukan lagi, apalagi soal ketahanan dan ketangguhan mereka yang sudah pernah melakukan latihan seperti orang gila di Forsaken Valley, itulah mengapa mereka bisa tahan melakukan perjalanan ke Hutan Gorbel tanpa beristirahat sama sekali.
Mereka telah sampai di kaki bukit yang ada di Hutan Gorbel, salah satu prajurit diberikan perintah untuk melakukan pengintaian terlebih dulu. Dari tempat ini mereka bisa sedikit melihat apa yang sedang terjadi di dalam hutan dengan menggunakan alat yang bekerja seperti teropong yang diciptakan oleh kaum dwarf dan juga hobbit.
"Beritahukan pada Komandan Rick kalau informasi tentang adanya penindasan pada kaum Kobold, Orc dan Ogre memang benar. Dan juga sepertinya kita akan sedikit mengalami pergesekan dengan orang-orang yang menggunakan lambang api di bahu mereka" kata seorang Elf yang ditugaskan untuk memantau situasi pada seorang Hobbit yang menunggu perintah selanjutnya.
"Baik!" Hobbit itu langsung bergerak cepat untuk memberitahukan hal ini pada Rick.
Si Hobbit tadi berlari dengan cepat menuju ke sebuah tenda yang dibangun sebelumnya oleh pasukan ketika mereka sudah sampai di daerah kawasan Hutan Gorbel. Tempat ini akan menjadi pusat sentral taktik-taktik berperang diluncurkan dan menjadi tempat yang harus dilindungi oleh mereka semua nantinya. Hobbit itu pun langsung masuk ke dalam tenda dan mengatakan apa yang dilihat oleh Elf tadi pada Rick dan juga beberapa orang yang berada di dalam tenda tersebut. Rick pun lalu memerintahkan Hobbit tadi untuk bersiap-siap.
"Jadi memang benar, World Dominator adalah guild yang sangat berbahaya" ujar Rick saat mengetahui kalau musuh yang akan mereka hadapi kali ini benarlah World Dominator.
"Apa mereka juga yang menjadi dalang penyerangan ke Nilfelin dan menewaskan salah satu panglima dari pasukan ku? Dan apa mereka juga yang terlibat saat kami menyelamatkan kaum Dwarf saat itu?" Arien sang Panglima Burung langsung bertanya pada Rick. Rick hanya mengangguk saja dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dijelaskan.
"Siapa sebenarnya pemimpin mereka itu, apa di dunia kalian dia sejahat ini juga?" Arien bertanya pada Rick.
Rick menggelengkan kepalanya karena dirinya juga tidak yakin. "Aku tidak tahu siapa sosoknya di kehidupan nyata aku tidak pernah melihatnya dan tidak kenal dengan sosok yang bernama Gaahl itu. Tetapi setidaknya dirinya bukanlah orang yang seperti ini di dunia nyata, rata-rata orang yang bermain game ingin menciptakan dunia mereka sendiri dengan aturan mereka sendiri karena kami tidak bisa melakukan itu di kehidupan nyata kami. Kau bisa mempercayai ku untuk itu"
"Menciptakan dunia mereka sendiri dengan aturan mereka sendiri? Hal yang konyol! Bukan berarti mereka bisa dengan mudah mempermainkan kehidupan kami di sini kan?" Arien masih tidak terima dengan pernyataan Rick itu.
Rick bersikap seperti orang bijak dalam menanggapi ini. Dirinya tidak terlalu terbawa emosi dan kadang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Arien, namun dirinya tetap memiliki satu jawaban. "Begitulah kenyataannya, bahkan Archie si rambut uban itu juga mencoba menciptakan dunia dengan aturannya sendiri bersama-sama dengan orang-orang di Silverland" kata Rick.
Arien tiba-tiba terdiam sejenak, dia mulai menyadari pemikiran kolotnya yang sebenarnya tidak sepenuhnya salah itu. Dia menyadari hal itu, dia menyadari kalau Archie dan yang lainnya juga ingin menciptakan suatu dunia yang mempunyai aturan sendiri juga, sama saja dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan penindasan tersebut. Namun cara yang dilakukan oleh Archie dan teman-temannya di Silverland begitu jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh World Dominator, setidaknya itu menurut Arien dan beberapa orang lain di dalam tenda ini.
"Apa Archie juga seperti ini di kehidupan nyata? Apa dia orang yang ambisius dan penuh dengan misteri?" Kali ini Lusirele yang bertanya pada Rick.
Arien sedikit terkejut mendengarnya. "Apa-apaan kau Lusirele! Kita ini lagi di medan perang, masih sempat-sempatnya kau bertanya hal seperti itu pada tuan Rick"
"Maafkan aku Panglima, tetapi aku hanya penasaran saja" Lusirele sedikit menyesal.
Rick hanya tertawa saja mendengar hal itu, dia tidak menjawab sama sekali pertanyaan dari Lusirele dan itu membuat Lusirele kesal. Rick memiliki strategi yang menguntungkan bagi mereka semua dalam pertempuran kali ini.
"Aku akan menjawab pertanyaan anda Komandan Lusirele, tidak aku akan menjawab semua pertanyaan soal si rambut uban itu tetapi dengan satu syarat!" ucap Rick dengan senyuman yang mirip seperti senyuman Archie ketika dirinya mendapatkan suatu hal yang menarik.
"Syaratnya apa!" Arien dan Lusirele langsung bersemangat.
Rick terkekeh pelan. "Kalian harus mendapatkan kemenangan kali ini, untuk itu bersemangat lah untuk mendapatkan kemenangan demi Silverland!"