CEO and Top Model's Secret Wedding

CEO and Top Model's Secret Wedding
Bab 47. Mengungkap Rahasia



Alexander bebas setelah mendapat jaminan. Ia meminta bantuan Pengacara keluarganya. Pengacara menasihati Alexander untuk berhati-hati di Negara orang. Alexander tidak bisa seeanaknya sendiri melakukan segala sesuatu.


Mendengar itu Alexander malah kesal. Ia menilai Pengacara itu sudah terlalu ikut campur masalah pribadinya. Menekankan, jika tugas Pengacara adalah menghadang segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum yang bisa menjeratnya. Bukan untuk menguruhinya ini dan itu.


Pengacara itu sudah tidak kaget lagi dengan ucapan kasar Alexander. Meski sakit hati, ia tidak bisa apa-apa karena butuh uang dari keluarga Alexander yang memang kaya raya. Meski kesulitan menghadapi semua masalah yang berkaitan dengan Alexander, Pengacara itu berusaha semaksimal mungkin mengatasi semuanya. Sehingga Alexander selalu saja lolos dari jerat hukum meskipun telah melakukan kejahatan fatal.


Setelah dari kantor polisi, Alexander kembali ke Hotel tempatnya menginap. Meminta pengacara untuk terus berada di sisinya dan menyewa kamar di Hotel yang sama dengannya. Atas perintah Alexander, pengacara itu hanya bisa menurut dan mengikuti kemauan Alexander.


***


Alexander menghubungi Joshua. Panggilan pertamanya tidak dijawab. Panggilan kedua juga sama, tidak dijawab. Sampai panggilan ketiga. Karena panggilannya tak kunjung dijawab, Alexander pun menjadi kesal dan marah.


Ia mencoba menghubungi Joshua lagi. Setelah panggilannya diangkat Joshua, Alexander langsung memaki dan mengatai Joshua dengan berteriak-teriak.


"Hei bodoh! ke mana saja baru angkat teleponku? apa kamu sudah lupa apa yang aku katakan padamu, hah? kamu mau mati, ya? dasar bodoh, bodoh  bodoh!" kata Alexander kesal.


"Ma-maaf, Lex. Aku baru selesai mandi. A-ada apa?" tanya Joshua usai menjelaskan situasinya.


"Masa bodoh dengan kamu mandi atau sedang melakukan apapun. Saat aku  telepon, kamu harusnya langsung mengangkatnya. Dasar sampah menjijikkan," maki Alexander.


"Aku minta maaf. Sungguh, aku tidak dengar ponselku berdering. Jangan marah, ok. Maafkan aku," kata Joshua memohon.


"Sudahlah. Sekali bodoh, tetap saja bodoh! mau kamu seperti apapun, kebodohanmulah yang menonjol," kata Alexander kesal.


Alexander mengusap wajahnya kasar, "Katakan padaku. Apa kamu tahu kalau Isobelle sudah menikah? siapa pria yang dinikahinya, hah? jawab atau kamu akan aku bunuh," tanya Alexander.


"A-aku tidak tahu maksudmu. Setahuku Isobelle belum menikah," dusta Joshua takut kena murka Alexander.


Alexander menggerang marah. Ia meremat rambutnya dan menggertakkan giginya. Otot wajahny sampai keluar karena Alexander murka.


Joshua terpaksa berbohong. Ia berkata tidak tahu kalau Isobelle sudah menikah. Semua ia lakukan demi kebaikan dirinya sendiri. Jika Alexander tahu kalau Joshua sejak awal mengetahui pernikahan Isobelle dan tidak memberitahu Alexander, maka nyawanya benar-benar akan dihabisi.


Setelah meluapkan semua kekasala dan amarahnya pada Joshua. Alexander pun mengakhiri sepihak panggilannya dengan Joshua. Ia langsung melempar ponselnya ke tempat tidur. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang sudah akan meledak.


***


Isobelle dan Kairos bersitegang. Isobelle sedikit kesal, karena tiba-tiba Kairos mengungkap pernikahan mereka pada Luciano. Bahkan mengajak Luciano untuk bertemu langsung.


"Kamu tidak tahu bagaimana sifat Papaku. Bisa-bisanya kamu mengejaknya bertemu," gerutu Isobelle.


Kairos menatap Isobelle, "Lalu aku harus bagaimana saat melihatmu kesulitan? maaf, Isobelle. Mungkin sebelumnya aku akan diam, karena aku tidak berhak ikjt campur urusan pribadimu. Sekarang berbeda, aku akan ikut campimur dengan sengaja, karena aku tidak mau lagi melihatmu menaggungnya sendiri." jelas Kairos.


Isobelle mengerti dengan jelas maksud Kairos, tetapi ia takut kalau harus menyeret Kairos dalam masalahnya. Kairos orang yang baik, dan berharga. Itulah kenapa Isobelle ingin melindungi Kairos juga.


"Aku tahu tujuanmu baik. Tapi ... " kata-kata Isobelle terpotong oleh Kairos.


"Tidak ada kata tapi lagi. Aku sudah memutuskan demikian. Maka aku yang akan bertanggunh jawab kedepannya." kata Kairos dengan wajah seriusnya.


"Bagaimana kalau Papaku tetap menolakmu sebagai menantunya?" tanya Isobelle.


"Mudah saja. Akan aku tunjukkan siapa itu Kairos Abarm. Tidak mungkin beliau melepaskan menantu konglomerat, kan?" jawab Kairos.


Kairos mengusap wajah cantik Isobelle. Ia menyakinkan Isobelle untuk percaya padanya apapun yang terjadi.


"Percayalah padaku, ok." kata Kairos.


Isobelle menatap Kairos, "Aku akan selalu percaya padamu, Kai." ucap Isobelle.


Kairos mencium kening Isobelle dengan penuh perasaan. Membuat jantung Isobelle bergedup kencang. Wajah Isobelle pun memerah. Meski sering dicium, ia tetap saja masih merasa malu dan tegang.


***


Hari yang ditunggu datang. Di hadapan Isobelle dan Kairos, ada Luciano dan Anne. Melihat Isobelle setelah sekian lama, tentu saja membuat Anne senang.


"Kamu baik-baik saja, Iso?" tanya Anne.


"Ya, Ma." jawab Isobelle singkat.


Luciano menatap Kairos dingin, "Jadi kamu, yang bicara di telepon denganku?" tanya Luciano menagap Kairos.


"Ya," jawab singkat Kairos.


"Apa benar kamu sudah menikah dengannya, Isobelle?" tanya Luciano menatap Isobelle.


"Ya, Pa. Aku dan Kairos sudah menikah. Pernikahan kami pun sudah berjalan hampir empat tahun." jawab Isobelle.


"Apa? Empat tahun?" sentak Luciano.


Luciano tidak habis pikir, bagaimana bisa dua putriny menjadi pembangkang. Ia pun mempertanyakan apa alasan Isobelle melakukan semua itu.


Tidak bisa lagi diam mendengar Isobelle disalahkan. Kairos pun menggantikan Isobelle menjelaskan apa yang sebanarnya terjadi.


"Apa Anda sungguh tidak tahu apa alasannya?" tanya Kairos.


Luciano mengernyitkan dahi, "Apa maksudmu? kenapa kamu bicara seolah tahu segalanya? apa jangam-jangan kamulah yang menghasut putriku agar mau menikah dengamu." kata Luciano curiga.


"Setengahnya benar. Bukan menghasut, lebih tepatnya merayunya. Saya merayu putri Anda dengan segala cara agar bersedia menikah dengan saya. Apa itu salah? Lagipula, Isobelle tidak akan pernah bisa bahagia bersama Alexander. Jika Anda adalah Papa yang baik dan bijak, sebaiknya Anda melihat dulu siapa orang yang hendak Anda nikahkan dengan putri Anda." kata Kairos tegas.


Anne menatap Kairos, "Tunggu ... apa kamu tahu sesuatu? ada apa sebenarnya?" tanya Anne.


"Anda berdua benar-benar tidak tahu?" tanya Kairos memastikan. Ia melihat Luciano dan Anne bergantian.


Luciano dan Anne saling menatap, lalu bersamaan menatap Kairos. Dari yang terlihat memang sepertinya Orang tua Isobelle tidak tahu apa-apa tentang kebusukan Alexander.


"Bisa jelaskan pada kami? apa maksud ucapanmu?" tanya Anne.


"Alexander, adalah psikopat gila. Dia bahkan pernah membunuh calon istronya ssndiri yang tidak mau diajak tidur bersama. Itu semua teejadi, sebelum dia dijodohkan dengan Isobelle. Keluarganya menutup rapat semua kebusukan si sampah itu. Apa Anda tahu, alasan Isobelle melarikam diri? itu juga karena bedebah itu menyiksanya. Baru-baru ini juga dia datang dan menyerang Isobelle tiba-tiba," Jelas Kairos menceritakan apa yang sebenarnya pada Papa dan Mama Isobelle.


Luciano dan Anne terkejut. Mereka tidak percaya Alexander yang selalu ramah dan berbicara lembut pada mereka ternyata memiliki kepribadian buruk.