
Kairos sedang rapat bersama para staf perusahaan. Agenda rapat hari itu adalah, untuk melihat data statistik Hotel cabang yang ada di Korea Selatan. Kairos mendengar salah satu stafnya yang sedang membacakan hasil data bulanan. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Kairos melihat nama "Istri" diponselnya dan dengan segera menghentikan staf yang sedang membaca laporan. Kairos meminta waktu untuk mengangkat panggilan, dan rapat dihentikan sementara.
"Maaf, rapat kita tunda lebih dulu. Saya harus menerima panggilan," kata Kairos yang langsung berdiri dan pergi dari dalam ruangan.
Joel melihat Kairos yang tiba-tiba lagsung pergi. Begitu juga para staf yang tampak kebingungan. Ini pertama kalinya Kairos mendadak pergi menerima panggilan disela-sela rapat.
Kairos menerima panggilan Isobelle. Saat Isobelle bertanya apakah Kairos sibuk? dengan cepat Kairos menjawab sedang luang. Padahal ia sedang berada di depan pintu ruang rapat. Kairos tidak mau membuat Isobelle tidak enak karena merasa mengganggu, maka dari itu Kairos berbohong.
Isobelle pun meminta waktu Kairos sebentar untuk bicara. Isobelle menyampaikan, jika ia ingin pergi jalan-jalan ke luar negeri. Apakah Kairos mengizinkan?
"Boleh, kan?" tanya Isobelle.
Kairos kaget, ia pun bertanya apa alasan Isobelle ingin pergi jalan-jalan sampai ke luar negeri? apa ada sssuatu yang membuat Isobelle tidak nyaman?
"Katakan sejujurnya. Tidak boleh berbohong," kata Kairos khawatir, sesuatu terjadi pads Isobelle.
Isobelle menjawab, jika ia butuh ketenangan, karena ia juga berencana akan pensiun dini dari dunia permodelan.
"Tidak perlu khawatir begitu. Aku baik-baik saja. Hanya murni ingin bepergian saja," tambah Isobelle, tidak ingin Kairos khawatir.
Kairos semakin terkejut karena itu hal yang tidak pernah diduga olehnya sebelumnya. Kairos diam sesaat, lalu meminta Isobelle menunggunya pulang. Kairos berkata saat pulang nanti akan membahas hal ini bersama Isobelle.
"Kita bicarakan ini lagi nanti, saat aku pulang. Sekarang aku harus bekerja karena ada rapat. Apa tidak apa-apa?" kata Kairos. Karena harus kembali masuk ruang rapat, Kairos pun harus berpamitan.
"Oh, ya. Silakan lanjutkan pekerjaanmu. Maaf, ya. Aku menganggu. Kita bicaranya nanti saja di rumah. Sekali lagi, maaf. Semangat bekerja, Kai." kata Isobelle yang merasa tidak enak mengganggu Kairos.
"Tidak apa-apa, Iso. Jangan merasa tidak enak begitu. Ok, sampai nanti." Pamit Kairos.
Ia mengakhiri panggilan dari Isobelle. Kairos lantas kembali masuk ke ruangan dan melanjutkan rapat.
Kairos memikirkan perkataan Isobelle yang ingin pergi liburan. Ia pun melihat berkas dokumen dan mendapatkan sebuah ide.
"Apa kubawa saja dia ke sini, ya?" gumamnya menunjuk seuah berkas dokumen.
Kairos lantas bertanya pada Joel, apakah terlalu cepat, jika dalam waktu dekat ia ingin meninjau Hotel cabang yang ada di Korea?
"Aku ingin memajukan jadwalku kalau bisa," kata kairos menatap Joel.
Joel terkejut, ia memastikan kembali apa yang didengarnya.
"Ya? apa Anda serius, Pak? Biasanya Anda hanya akan mengirim saya atau orang lain untuk meninjau," kata Joel tidak mengerti isi pikiran Kairos.
Kairos mengatakan, sebagai CEO perusahaan, ia ingin langsung meninjau Hotel cabang. Sekalian ingin mencoba langsung pelayanan dan fasilitas di Hotel.
"Bukankah lebih baik begitu? jika aku rasa semuanya sempurna, pasti tamu-tamu lain juga demikian, kan?" jawab Kairos.
Setelah tiga puluh menit, rapat pun akhirnya selesai. Kairos kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena rapat.
***
Sore harinya. Kairos dan Isobelle berbincang. Mereka berada di ruang baca Kairos. Kairos langsung menawari Isobelle untuk ikut denganya ke Korea. Menjelaskan, jika ia ingin meninjau Hotel cabang di Korea sekalian berlibur bersama Isobelle, Sean dan Enny.
"Bagaimana menurutmu? atau, kamu ingin pergi ke tempat lain saja?" tawar Kairos.
Isobelle menatap Kairos, ia bertanya, apakah itu bukan masalah untuk Kairos?
"Kamu mengajakku ke Korea? wah, ini mengejutkan. Sebenarnya aku tidak masalah ke manapun. Aku hanya ingin suasana baru saja. Apa tidak apa-apa seperti itu? bekerja sambil berlibur?" tanya Isobelle.
Kairos menjawab jujur, sebenarnya ia akan meninjau Hotel sekitar tiga bulan mendatang, tetapi ia tidak bisa mengabaikan permintaan Isobelle yang ingin berlibur ke luar negeri. Kairos mengatakan, jika ia sudah berdiskusi dengan para stafnya, dan semuanya setuju. Sambil bekerja, bisa sambil liburan. Bukankah itu hal yang menyenangkan, ungkap Kairos menatap Isobelle.
"Semua bisa diatur. Jangan merasa tidak nyaman seperti itu," tamba Kairos tersenyum.
Isobelle tersenyum, mengucapkan terima kasih. Ia tidak sangka Kairos akan mengabulkan keinginanya.
"CEO A& Grup memang berbeda, ya. Apa saja bisa dengan mudah dilakukan, seperti membalik telapak tangan," Puji Isobelle.
Kairos menjawab, bukan masalah besar. Selagi bisa ia lakukan, maka akan ia lakukan, apapun keinginan Isobelle.
Kairos lantas bertanya, Apakah Isobelle serius dengan kata-katanya? jika ingin pensiun dini?
"Oh, mengenai ucapanmu tadi di trlepon. Apa kamu sungguh-sungguh akan pensiun? ada alasannya?" tanya Kairos penasaran.
Isobelle menganggukkan kepala. Ia lantas menjelaskan alasannya, bahwa ia ingin fokus pada Sean.
"Aku kan sudah jadi Mama. Jadi aku ingin sepenuhnya fokus pada Sean. Entahlah, aku merasa lebih tenang di rumah dan bermain bersama Sean." jawab Isobelle.
Kairos menjelaskan, jika itu terpaksa, maka Isobelle tidak boleh melakukannya. Kairos menegaskan, ia tidak masalah Isobelle bekerja dan berbagi waktu untuk pengawasan Sean dengannya. Akan tetapi ia tidak bisa melihat Isobelle sedih setelah pergi meninggalkan dunia hiburan. Kairos meminta Isobelle kembali memikirkan dengan baik. Dengan pikiran yang jernih.
"Aku tidak yakin itu benar-benar alasanmu, Iso. Bagus, jika memang kamu mengutamakan Sean. Akan tetapi kamu juga harus mengutamakan perasaanmu. Sean tidak akan masalah meski hanya sebentar bermain denganmu. Enny menjaganya dengan sangat baik. Dia juga merupakan pengasuh yang sabar. Hmm ... bagaimana aku mengatakannya, ya? begini saja, kamu pelan-pelan pikirkan soal pekerjaanmu. Soal berlibur kita sudah sepakat ke Korea, dan aku yang akan mengurus semuanya." kata Kairos.
Isobelle meganggukkam kepala, "Ya, aku mengerti maksud ucapanmu. Kalau begitu aku pergi dulu, karena aku mau memasak makanan untuk Sean dan makan malam kita. Lanjutlah bekerja," kata Isobelle tersenyum. Ia pergi meninggalkan Kairos sendiriam di ruang kerja.
Kairos menghubungi Joel, meminta Joel mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk perjalanan bisnisnya ke Korea. Kairos mengatakan, ia tidak tahu pasti berapa lama akan tinggal di Korea, karena ia ingin Isobelle merasa nyaman tanpa tekanan.
"Tolong, ya. Aku ingin semuanya berjalan baik, Joe." kata Kairos.
Joel mengerti, ia mengiakan permintaan Kairos. Panggilan pun berakhir.
Kairos membuka surel dari Issac. Surel tersebut berisikan data-data mengenai Luciano Williams, baik itu keluarga, usaha dan latar belakang. Serta perusahaan-perusahaan yang menyokong keluarga Williams. Kairos mempelajari semua data agar ia bisa tahu lebih lagi tentang keluarga Isobelle. Karena bagaimanapun, Adiknya dan Kakak Isobelle terlihat dalam hubungan pernikahan meski tanpa restu kedua orangtua kedua belah pihak. Ia harus tahu, seperti apa keluarga Isobelle, agar ia tahu apa yang dirasa Isobelle selama ini.