CEO and Top Model's Secret Wedding

CEO and Top Model's Secret Wedding
Bab 42. Godaan



Karena terus menangis, Isobelle yang kelelahan pun tertidur dipelukan Kairos. Meski sebenarnya tidak nyaman, Kairos tidak punya pilihan selain terus memeluk Isobelle. Sampai-sampai ia tertidur dengan posisi duduk bersandar memeluk Isobelle.


***


Keesokan harinya. Isobelle menggerakkan tubuhnya, tapi kesusahan. Ia merasakan tubuhnya didekap erat oleh tangan besar yang kekar.


"Umh, apa ini?" batin Isobelle.


Isobelle mengusap- usap sesuatu yang keras yang ternyata itu adalah dada bidang Kairos.


"Apa ini? Hm, keras sekali ..." batin Isobelle.


Isobelle masih belum menyadari, jika ia terlelap di dekapan Kairos. Setelah beberapa saat, barulah Isobelle merasa ada yang aneh.


Isobelle langsung membuka mata, "Jangan bilang ini ... " batin Isobelle manatap sesuatu di depannya.


Dan benar saja. Itu seperti dugaannya. Isobelle pun terkejut dan terdiam. Ia sampai tidak bisa berkata-kata karena bingung.


"Wah, gila! Aku, aku, aku ... aku tertidur dipelukannya? gila, gila, gila! Isobelle, kamu sudah gila, ya?" batin Isobelle terkejut.


"Umh, Kai ..." panggil Isobelle.


Posisi Isobelle sangat aneh. Ia berada dipangkuan Kairos, bahkan sampai tertidur lelap dipelukan Kairos. Memimirkan itu, seketika wajah Isobelle memerah. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Yang jelas ia ingin segera bangun dan melompat dari tempat tidur.


"Bagaimana caranya aku membangunkannya, ya?" batin Isobelle menatap wajah tampan Kairos yang terlelap tidur.


Seperti tersihir. Bukannya membangunkan Kairos, Isobelle justru asik menikmati pemandangan indah di hadapannya. Apalagi kalau bukan wajah tampan Kairos.


"Bagaiaman bisa dia punya wajah setampan ini, ya? bensr-benar seperti karwkter komik yang pernah kubaca. Pria dengan tampang seperti ini, bukankah seharusnya ia menjadi gula yang dikeburingi semut?" batin Isobelle.


Jari telunjuk tangan kanannya menunjuk dahi, turun ke hidung dan turun lagi sampai ke bibir Kaieros. Tepat saat jari telunjuk Isobelle menyentuh bibir, mata Kairos terbuka. Membuat Isobelle tidak bisa mengelak lagi.


"A-a-aku tidak melakukan apa-apa. A-aku, a-aku ... aku hanya, hanya ... " kata-kata Isobelle terhenti, saat Kairos tiba-tiba mengecup kilas bibir Isobelle.


Isobelle kaget, matanya melebar saat bibirnya dan bibir Kairos bersentuhan. Wajah Isobelle pun menjadi merah.


"Hanya apa? bilang saja kalau kamu sangat menikmati memandangi wajah tampanku. Benar, kan?" goda Kairos.


"A-pa yang kamu katakan? aku tidak begitu," sahut Isobelle mengelak.


Kairos mendekatkan wajahnya ke wajah Isobelle, "Yang benar? sungguh tidak tertarik pada wajahku?" kata Kairos tersenyum.


Senyum tampan Kairos begitu menyilaukan. Sampai-sampai Isobelle pun terdiam sesaat seperti tersihir dan hampir saja goyah.


"Wah, gila! Dia pria yang licik. Bisa-bisanya menggunakan wajah itu menyerangku," batin Isobelle.


"He-hentikan, Kai. Ok, aku mengaku. Kamu sangatlah tampan, bahkan aku sampai silau melihat senyumanmu. Apa kamu puas? Sudahlah, aku mau mandi dan pergi jalan-jalan dengan Sean. Kamu juga kembalilah ke kamarmu. Mandi dan pergi ke kantor," kata Isobelle.


Saat Isobelle ingin bangun dari pangkuan Kairos, tiba-tiba tubuhnya jatuh dan ditindih Kairos. Pandangan Isobelle dan Kairos bertemu. Melihat Kairos menatapnya lekat, membuat Isobelle tidak nyaman. Ia pun bertanya kenapa Kairos menatapnya? Jawaban Kairos mengejutkan. Ia mengatakan, jika Isobelle juga sangat cantik. Sampai-sampai mampu menggetarkan hatinya.


"Apa?" kata Isobelle kaget.


"Ahh, aku memang sudah gila


Bisa-bisanya aku blak-blakan berkata seperti itu padanya," batin Kairos malu. Wajah Kairos memerah.


"Katakan lagi ... " gumam Isobelle.


Isobelle mengalungkan tangannya ke leher Kairos. Meminta Kairos mengulang kata-katanya yang yg tadi. Isobelle ingin dengar dengan jelas. Apa yang dikatakan Kairos.


Kairos mengeryitkan dahi, "Kalau aku katakan. Boleh aku menciummu?" tanya Kairos dengan berani.


Isobelle kaget, "Apa? Kamu ingin men-ci-um-ku?" gumam Isobelle mantap dalam mata Kairos.


"Ya, aku ingin menciummu. Bukan, bahkan aku ingin lebih dari menciummu. Bagaimana? apa kamu mengizinkannya?" tanya Kairos lagi memastikan.


Deg ... deg ... deg ...


Kairos tersenyum, "Aku akan kataka lagi dengan penuh keyakinan. Jika kamu adalah wanita tercantik yang pernah kutemui. Dan juga satu-satunya wanita yang mampu membuatku berdebar." kata Kairos.


"Dasar ... kamu membuatku malu," Gumam Isobelle.


"Sekarang, aku akan menciummu." kata Kairos berbisik di telinga Isobelle.


Kairos mendekatkan wajahnya. Isobelle menutup mata karena merasa gugup. Kening Isobelle dikecup, lalu hidung, lalu kedua pipi, lalu dagu. Dan terakhir Kairos mengecup bibir Isobelle.


Tidak hanya sampai disitu, Kairos bahkan dengan berani mencium leher dan mengigit lembut daun telinga Isobelle. Mebuat Isobelle tanpa sadar melengkuh merasakan sensasi aneh dalam tubuhmnya.


"Umh, mhh ... " gumam Isobelle masih dengan mata terpejam.


"Apa ini? apa aku memang sudah gila? Ini ... ini ... ini bukan mimpi kan? Seseorang yang ada di hadapanku ini benar-benar Kairos, kan?" batin Isobelle


Kairos menatap Isobelle, Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Isobelle, ingin mencium Isobelle. Belum sampai bibir mereka bersentuhan. Ponsel Kairos yang ada di atas nakas bergetar dan membuat Kairos juga Isobelle terkejut. Mereka bersamaan menatap ke arah ponsel.


Kairos memejamkan mata, "Hahh ... dasar pengganggu!" batinnya.


Kairos pun mengambil ponselnya dan melihat Issac menghubunginya.


"Issac? untuk apa dia menghubungiku pagi-pagi begini?" batin Kairos.


"Kenapa tidak diangkat?" tanya Isobelle.


Kairos menatap Isobelle, "Ah, ini bukan panggilan yang penting. Tidurlah lagi. Aku keluar, ya." kata Kairos mengusap kepala Isobelle.


Kairos berbalik dan melangkah pergi, tapi tangan Kairos dipegang Isobelle. Membuat Kairos menghentikan langkah dan berbalik menatap Isobelle. Di luar dugaan, Isobelle langsung mengecup bibir Kairos lembut.


"Terima kasih, sudah menemaniku dan menghiburku." kata Isobelle.


Kairos tersenyum, "Dengan senang hati. Apapun akan aku lakukan untukmu, selama aku bisa melakukannya." jawab Kairos.


Wajah Isobelle memerah, "Dasar ... " gumam Isobelle.


"Dasar? Dasar apa?" tanya Kairos.


Isobelle menggelengkan kepala, "Tidak. Bukan apa-apa. Sana pergi," jawab Isobelle mengusir Kairos.


"Kamu mengusirku?" tanya Kairos.


"Bukan mengusir. Hanya memintamu pergi. Bukannya kamu tadi mau pergi?" kata Isobelle menatap Kairos.


"Bagaimana kalau aku mengurungkan niatku? apa boleh aku tetap di sini?" tanya Kairos.


"A-apa? apa yang ingin kamu lakukan di sini?" tanya Isobelle kaget mendengar perkataan Kairos.


Kairos berjalan perlahan mendekati Isobelle. Ia sengaja ingin menggoda Isobelle. Baginy wajah Isobelle saat terkejut sangat lucu dan menggemaskan.


Isobelle melangkah mundur. Ia mengerutkan dahi tidak tahu apa yang akan Kairos lakukan padanya.


"A-apa yang kamu ingin lakukan?" tanya Isobelle.


Kairos tiba-tiba mengambil sebuah berkas dokumen yang ada di atas nakas. Ia tersenyum menatap Isobelle.


"Aku mau ambil berkas dokumenku. Kamu kira apa? Atau ...  " kata Kairos menjeda ucapannya.


"Atau?" sambung Isobelle.


"Atau kita lanjutkan saja yang tadi." kata Kairos tersenyum tampan.


"Tidak! Tidak mau!" kata Isobelle naik ke atas tempat tidur dan menggulungkan tubuhnya ke selimut.


Kairos tersenyum melihat tingkah lucu Isobelle. Ia pun berbalik dan langsung pergi dari kamar Isobelle.