
Di kantor. Kairos mengenakan plaster untuk menutupi bekas gigitan Isobelle. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian dan bahan gosip. Terlebih ia akan rapat.
"Bisa terjadi masalah kalau sampai para staf tahu leherku ada bekas gigitan," Batin Kairos.
Kairos menatap cermin, ia memastikan bekas gigitan Isoobelle tertutup sempurna.
Joel yang melihat pun ingin tahu kenapa leher Kairos diplaster.
"Pak, leher Anda?" tanya Joel.
Kairos tidak menjawab, ia hanya diam. Bukan karena tidak ingin menjawa, tetapi malu. Tidak mungkin baginya mengatakan, jika Isobelle semalam menggigit lehernya. Ia tidak mau membuat Joel salah paham.
Joel tersenyum, sepertinya ia sibuk berimajiansi dengan pikirannya sendiri. Tatapannya yang menatap Kairos mmenjelaskan semuanya.
"Apa yang kamu pikirkan, Joe?" tanya Kairos menatap dingin ke arah Joel.
"Ti-tidak, tidak. Saya tidak memikirkan apa-apa, Pak. Sungguh," jawab Joel tersenyum.
"Senyummu mencurigakan. Apapun yang kamu pikirkan, itu bukanlah yang sebenarnya terjadi, ok." kata Kairos.
Joel kaget, "Memangnya Pak CEO tahu apa yang saya pikirkan?" tanya Joel.
Kairos tersenyum, "Semua terlihat jelas di wajahmu, Pak Asisten. Sudahah, ayo kita pergi ke ruang rapat. Semua orang pasti sudah menunggu kita." kata Kairos.
"Oh, i-iya, Pak. Saya akan bawa berkas-berkasnya," kat Joel.
Kairosa dan joel pun meninggalkan ruang kerja CEO dan pergi ke ruang rapat.
***
Saat rapat semua orang menatap aneh ke arah leher Kairos yang tertempel plaster. Beberapa menduga Kairos sedang terluka, atau digigit serangga. Beberapa mengira Kairos memiliki kekasih dan semalam telah melakukan sesuatu yang membuat leher Kairos harus diplaster. Mereka berbisik-bisik dengan teman sebelah. Masing-masing dari mereka larut dalam pikirannya sendiri. Menerima pandangan tak biasa, Kairos merasa aneh. Ia berpikir, seharusnya ia datang ke kantor mengenakan pakain berkrah tinggi agar plasternya tak terlihat. Meski demikian, rapat berjalan lancar seperti biasanya.
Saat hendak masuk ke dalam ruangan, Sekretaris pribadi Kairos melapor, jika ada seseorang yang ingin bertemu.
"Pak CEO, ada seseorang yang ingin bertemu Anda secara pribadi. Saya tidak bisa sembarangan membawanya masuk ke dalam ruangan Anda, jadi saya memintanya menunggu di ruang tunggu." kata Sekretaris menjelaskan.
Kairos menatap Joel, seakan bertanya apakah ada jadwal janji temu di kantor? Joel yang tanggap pun langsung bertanya pada Sekretaris, siapa yang ingin bertemu?
"Siapa orang yang ingin bertemu Pak CEO, Bu Sekretaris?" tanya Joel menatap Sekretaris yang berdiri di sisinya.
Sekretaris menjawab, seorang wanita bermana Agnes Ricardo. Mendengar nama yang tak asing, membuat Kairos seketika mengernyitkan dahi.
"Agnes? untuk apa dia ingin menemuiku?" batin Kairos.
Ia tidak mengerti, untuk apa Agnes datang ke kantornya. Kairos pun meminta Joel menemui Agnes dan diminta bertanya apa tujuan Agnes datang. Jika tidak ada kepentingan, maka Joel diminta mengantar Agnes keluar dari gedung kantor.
"Pergilah, Joe. Temui dia. Tanyakan apa tujuannnya dataang. Kalau tidak ada kepentingan, antar saja dia pergi. Kamu mengerti kan maksud ucapanku?" jelas Kairos menatap Joel.
Joel menganggukkan kepala, "Baik, Pak. Saya permisi," pamit Joel pergi menemui Agnes.
Kairos menatap dan meyampaikan sesuatu pada Sekretarisnya, jika ia tidak ingin siapapun menemuinya secara pribadi di kantor tanpa janji temu lebih dulu.
"Baik, Pak. Maafkan saya," jawab Sekretaris merasa bersalah. Ia tidak tagu kalau menerima kedatangan Agnes akan membuat Kairos tidak senang.
"Aku harus lebih memperhatikan ini. kalu tidak aku bisa kehilangan pekerjaanku," batin Sekretaris.
"Tidak apa-apa. Lanjut saja bekerja," jawab KKairos yang membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam.
***
Saat pintu ruangan terbuka, Agnes mengira itu Kairos. Ia langsung mengembangkan senyuman. Begitu tahu yang datang Joel, Agnes langsung terdiam. Senyumnya seketika sirna. Joel menyapa dan menyampaikan kedatangannya menggantikan Kairos.
"Saya Joel, Asisten CEO. Ada keperluan apa Anda datang? Silakan sampaikan maksud kedatangan Anda, Nona." kata Joel sopan dan ramah.
Saat Agnes bertanya di mana Kairos, Joel menjawab, jika Kairos sedang rapat dan tidak bisa diganggu.
Agnes mengerutkan dahinya, ia tetap bersikeras ingin menemui Kairos dengan alasan ada yang ingin disampaikan.
"Panggilkan saja Kairos. Ada yang mau aku katkan padanya langsung," kata Agnes terkesan memaksa Joel.
Joel menegaskan, jika Agnes bisa menyampaikan padanya sebagai ganti Kairos yang sibuk.
"Silakan sampaikan apa yang ingin Anda katakan, Nona. Pak CEO tidak bisa digaggu, karena memimpin rapat yang sangat penting." jawab Joel menegaskan, agar Agnes mengerti keadaan Kairos.
Agnes tersinggung, ia pun marah pada Joel karena dinilai tidak sopan. Keduanya pun berdebat.
"Kamu ini tidak sopan, ya. Saya itu tamu, hargai tamu dan bersikplah selayaknya pekerja yang baik. Jaga sikapmu!" sentak Agnes.
Joel kaget, "Maaf, Nona. Apa Anda tidak salah bicara? di mananya saya tidak atau kurang sopan pada tamu? Saya bahkan sudah menegaskan pada Anda supaya Anda mengerti, tetapi Anda tetap bersikeras tidak mau mengerti dan memaksa." kata Joel hilang kesabaran.
Tidak ingin berkelanjutan, Joel menghubungi keamanan dan meminta keamanan datang ke ruang tunggu. Agnes pun dibawa paksa dari ruang tunggu dan diminta meinggalkan gedung perusahaan.
***
Di tempat lain. Di kantor Isobelle. Saat jam istirahat, Isobelle sedang makan. Hans datang menghampiri dengan membawa kotak bekalnya, ia ingin makan bersama Isobelle. Hans lebih dulu meminta izin, setelah diizinkan, ia lantas duduk di hadapan Isobelle. Hans bertanya-tanya soal pekerjaan pada Isobelle. Bertanya apakah Isobelle akan menandatangani kontrak dengan sebuah brand ternama sesuai yang diinformasikan Direktur, atau tidak? Isobelle terdiam. Sendok yang sudah di depan mulut pun kembali diletakkan ke piring. Isobelle menarik napas panjang, lalu mengembuskan perlahan. Melihat begitu sulit Isobelle menjawab, Hans pun menduga Isobelle sedang bimbang.
"Ada apa? sesuatu terjadi?" tanya Hans menatap Isobelle.
"Aku sedang memikirkannya. bukan hal mudah bagiku mengambil keputusan," jawab Isobelle.
Isobelle menjawab jujur, jika ia masih memikirkan tawaran yang diberikan padanya. Ia merasa sulit mengambil keputusan.
Saat ditanya, apa alasan Isobelle harus berpikir lebih dulu? Isobelle menjawab, jika ia punya alasan pribadi. Isobelle meminta Hans untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan pribadinya.
"Sebaiknya kamu tidk banyak bertanya, Hans. Jangan juga mencampuri sesuatu yng bukan urusanmu. Kamu mengerti?" kata Isobelle menatap Hans.
Ia juga menegaskan, jika Hans sebaiknya tutup mulut soal Kairos. Menganggap tidak pernah melihat dan tahu apa-apa tentang Kairos.
Hans menganggukkan kepala tanda mengerti. Ia bertanya, apakah Isobelle melakukan sebuah pernikahan rahasia? Hans hanya asal menebk sajja, karena ia tidak tahu situasi sebenarnya, apa yang terjadi antara Kairos dan Isobellle. ternyata Isobelle tanpa ragu menganggukkan kepalanya. Membuat Hans terkejut sampai tersedak saat
sedang makan. Lagi-lagii Isobelle menyampaikan, jika ini adalah rahasia antara ia dan Hans, karena tidak ada yang tahu soal Kairos apalagi tahu, kalau Isobelle telah menikah.