
Kairos mengajak Isobelle pergi jalan-jalan. Ia ingin membuat Isobelle senang, meski hanya untuk senyuman tipis. Isobelle awalnya menolak, ia ingin pulang.
Karena Kairos terus membujuk, ia akhirnya mau ikut pergi bersama Kairos.
"Baiklah, aku akan pergi denganmu." kata Isobelle.
"Kamu tidak merasa terpaksa, kan?" tanya Kairos.
Isobelle menggelengkan kepala, "Tidak sampai terpaksa juga. Jangan khawatirkan," jawab Isobelle.
***
Mereka pergi menuju pusat perbelanjaan. Kairos ingin membelikan semua yang Isobelle mau dan ingin dibeli.
"Nah, kita akan bersenang-senang di sini. Belilah apa saja yang kamu ingin beli. Habiskan semua uang dalam dompetku," kata Kairos.
"Apa kamu sedang pamer sekarang?" Tanya Isobelle menggoda Kairos.
"Ya, bisa dikatakan seperti itu. Punya suami yang banyak uang, harusnya kamu manfaatkan. Bukan kamu sia-siakan." sahut Kairos.
Isobelle tersenyum, "Dasar, pandai bicara sekali. Ayo, aku tidak berniat untuk sungkan hari ini." kata Isobelle yang langsung berjalan pergi meninggalkan Kairos.
Saat tahu ia dibawa ke pusat perbelajaan, Isobelle pun sedikit terkejut. Ia mengira hanya akan dibawa ke caffe atau tempat lain yang tenang.
***
Pikiran dan perhatian Isobelle mulai teralihkan. Ia tertarik untuk melihat-lihat sebuah toko pakaian anak. Penjaga toko segera menghampiri Isobelle dan menyambutnya.
"Selamat datang, Nyonya." sapa penjaga toko.
"Ya, hallo. Aku mau melihat-lihat dulu. Bisa tunjukkan pakaian anak laki-laki untuk usia satu sampai tiga tahun?" tanya Isobelle. Meminta penjaga menunjukkan apa yang ia inginkan.
Penjaga itu mengantar Isobelle ke temoat yang Isobelle inginkan. Penjaga toki juga menawarkan beberapa produk terbaru dan menunjukkannya pada Isobelle.
"Bagaimana dengan ini, Nyonya?" tanya penjaga membawa beberapa pilihan produk terbaru di tokonya.
"Bagus juga. Apa ada pilihan warnanya?" tanya Isobelle melihat pakaian yang ditunjukkan.
"Untuk produk ini hanya ada dua warna. Biru dan hijau. Kalau Anda ingin yang pilihan warnanya banyak, saya akan tunjukkan model yang lain." kata Penjaga.
Isobelle mengangguk, ia meminta ditinjukkan karena ingin tahu. Penjaga pun pergi megambil pakaian yang ingin ditinjukkan pada Isobelle. Sembari menunggu, Isobelle pun kembali melihat-lihat beberapa model yang lain.
Kairos mengikuti Isobelle di belakang, ia tidak mau mengganggu Isobelle yang sedang asik melihat-lihat. Ia hanya mengamati Isobelle yang sedang memilih.
Isobelle memalingkan kepala, "Kamu tidak ingin memilih pakaian untuk Anakmu?" tanya Isobelle.
Kairos kaget, "Ya, aku? Ahh ... aku tidak pandai memilih. Kamu saja yang pilihkan. Aku yang akan bayar tagihannya," jawab Kairos.
Isobelle tersenyum, "Ok, akan aku habiskan uangmu hari ini." kata Isobelle.
Tidak lama penjaga kembali dan membawa beberapa pilihan pakaian yang mungkin saja akan disukai Isobelle.
Isobelle tertarik dengan apa yang ditawarkan penjaga toko. Ia juga langsung mengambil beberapa pakaian yang menurut Isobelle cocok dengan Sean.
"Kamu hanya akam beli ini?" bisik Kairos.
"Kenapa?" tanya Isobelle.
"Bukan apa-apa. Hanya saja, di sini kan banyak pilihan. Membeli satu untuk setiap model yang ada pun tidak masalah buatku," kata Kairos menyarankan.
Isobelle menatap Kairos dan menolak, ia menjelaskan, kalau terlalu banyak membeli, pasti nantinya ada yang tidak terpakai dan malah kekecilan saat ingin dikenakan.
Isobelle sengaja membeli beberapa, ia tahu kalau anak-anak seusia Sean akan cepat tumbuh besar, sehigga pakaiannya pasti akan berubah ukuran sesuai pertumbuhan.
Kairos menganggukkan kepala, ia baru tahu kalau ada yang seperti itu. Yang ia tahu hanya pekerjaan. Cara menghasilkan banyak uang.
"Aku tidak tahu kalau ada yang seperti itu," kata Kairos.
Mendengar kata-kata Kairos, Isobelle lantas tertawa. Ia sudah menduga, jika Kairos akan berkata seperti itu. Isobelle pun merangkul lengan Kairos dan berkata, tidak apa-apa meski Kairos hanya tahu bekerja mencari uang. Yang terpenting Kairos bertanggung jawab penuh pada keluarga.
Melihat kemesraan Kairos dan Isobelle, penjaga toko pun memuji. Penjaga toko itu bertanya apa Kairos dan Isobelle adalah pengantin baru? Isobelle menjawab, kalau ia dan Kairos sudah hampir satu tahun menikah.
"Anda berdua tampak serasi sekali," puji penjaga toko.
"Benarkah? terima kasih," jawab Isobelle senang dipuji.
Setelah selesai memilih dan melakukan transaksi pembayaran, mereka berdua pun pergi meninggalkan toko.
Kairos membawa barang-barang yang dibeli, Isobelle merangkul lengan Kairos dan berjalan beriringan bersama.
"Hm, kemana lagi, ya ... " gumam Isobelle.
Saat melihat sebuah kaus dengan warna yang sekiranya cocok untuk Kairos, Isobelle pun segera menarik lengan kairos agar mengikutinya.
"Ah, aku tahu kita harus ke mana. Ayo," ajak Isobelle.
Kairos bertanya, Isobelle akan ke mana? Isobelle menjawab, jika ingin membelikan Kairos pakaian.
Sesampainya di toko, Isobelle langsung memilih-milih pakaian. Dua orang penjaga toko juga merekomendasikan kemeja, stelan jas, dan kaus pada Isobelle. Dirasa cukup memilih, Isobelle pun meminta Kairos mencoba pakian pilihannya. Awalnya Kairos menolak, ia meminta Isobelle langsung beli saja. Isobelle memaksa, ia menatap Kiaros dengan tatapan tajam yang menakutkan.
Kairos pun mengalah. Mau tidak mau ia menuruti permintaan Isobelle. Ia hanya berharap, dengan ini Isobelle akan melupakan sejenak masalah tentang Joshua. Kairos mencoba satu demi satu pakaian pilihn Isobelle, Tidak disangka, pakaiannya pas dan sangat cocok untuk Kairos.
Kairos cukup terkejut, ia cocok mengenakan pakaian berwarna lembut, seperti biru muda, cokelat dan merah muda. Selama ini ia selalu mengenakan pakaian dengan warna yang cenderung gelap atau putih. Ia pun memuji selera Isobelle yang bagus. Isobelle bangga dengan kecermatan matanya. Ia terlihat sangat senang dan puas.
"Lihat, kan. Kamu cocok dengan semua warna. Jangan hanya pakai warna gelap. Sesekali kamu harus mencoba warna-warna seperti ini saat pergi ke kantor, Kai. Agar suasana di kantor lebih berwarna." saran Isobelle.
"Kalau menurutmu ini cocok, maka akan aku coba. Terima kasih, sudah memilihkannya untukku." kata Kairos tersenyum tampan.
"Ya, sama-sama." jawab Isobelle.
Pakaian Sean sudah dibeli, pakaian Kairos juga sudah dibeli, Isobelle lantas mengajak Kairos pergi membeli mainan untuk Sean. Kairos menolak. Ia menggandeng tangan Isobelle dan membawa Isobelle masuk ke dalam sebuah toko yang menjual khusus pakaian wanita. Ada juga beberapa pakaian pasangan di sana.
Isobelle tidak bisa menolak, ia pun mengikuti apa kata Kairos. Isobelle memilih beberapa pakaian dan langsung mencoba. Kairos juga melihat-lihat, ia melihat sebuah gaun yang indah. Yang pasti akan cocok dengan Isobelle. Kairos terpikirkan sebuah ide, Ia ingin memberikan gaun itu sebagai hadiah rahasia untuk Isobelle. Segera ia meminta ukuran yang sesuai dengan tubuh Isobelle dan minta pelayan toko membungkusnya secara terpisah. Kairos juga meminta sebuah kartu ucapan dan menulis sesuatu di sana. Cepat-cepat ia menulisa dan memberikan pada pelayan toko. Ia membayar lebih dulu gaun itu agar tidak ketahuan Isobelle.