
Kairos memberitahu Isobelle. Jika Joshua pergi menemui Joel. Dan Joshua terus gigih ingin bertemu dengannya, bahkan sampai mendesak meminta nomor telepon.
"Pikirkan saja, apa yang dia lakukan kalau sampai mencariku. Tujuan utamanya ingin tahu keberadaanmu, kan." kata Kairos menatap Isobelle
"Hm, tentu akan seperti itu. Tidak ada orang lain yang dekat denganku lagi selain kamu. Jadi dia sedang ingin menggali informasi darimu," jawab Isobelle.
Isobelle sudah menduga, Joshua akan sibuk mencarinya. Sejak awal bekerja sama dengan Joshua, ia merasa sikap Joshua terus mendominasinya. Meski itu semua tertutup oleh sikap baik dan perhatian. Setiap Isobelle pergi, selalu harus melapor pads Joshua dengan alasan yang selalu sama. Joshua terus menekankan, sebagai manager ia harus selalu tahu di mana dan apa saja yang Isobelle lakukan. Bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kebaikan Isobelle. Memang benar, tugas manager adalah terus berada di sisinya. Membuat Isobelle mau tak mau harus terbiasa dan akrab dengan kehadiran Joshua di hidupnya.
"Begitulah, selama ini aku dengan Joshua. Kami memang dekat, karena dia managerku yang menangani semua jadwalku." jelas Isobelle.
Kairos bertanya, apa saja hal yang diketahui Joshua tentang Isobelle? seperti rahasia atau sesuatu yang Isobelle beritahukan hanya pada Joshua.
"Kamu tidak menceritakan semua hal padanya, kan?" tanya Kairos.
Isobelle berpikir, ia pun menjawab tidak ada rahasia apapun. Karena ia merasa Joshua bisa dipercaya, ia pun tidak ragu berbagi cerita.
"Karena dekat, aku sering bercerita sedikit dan lama-lama terbiasa mengeluh padanya tentang apa saja. Dia orang yang cukup tanggap dengan keluhanku. Karena itu juga aku mempercayainya," jelas Isobelle.
Kairos bertanya lagi, apakah Joshua juga tahu, jika Isobelle dan Papanya tidak memiliki hubungan yang baik setelah perginya Isobelle?
Isobelle menganggukkan kepala, ia mengatakan, jika itu adalah cerita yang pertama kali ia beritahukan pads Joshua. Bahkan Joshua tahu, jika Isobelle sedang melarikan diri dari seseorang yang tidak lain adalah mantan tunangan Isobelle.
"Bisa-bisanya dia menceritakan semuanya pada pria yang hanya menjadi Managernya. Bagaimana kalau pria itu mengkhianatinya?" batin Kairos.
Kairos kembali bertanya, lalu kenapa saat pergi berlibur Isobelle memilih diam? Dan Isobelle menjelaskan, jika ia akhir-akhir ini merasa ada yang aneh dengan Joshua.
"Entahlah. Perasaanku aneh setiap bersamanya," gumam Isobelle.
Selain cara bicara yang tidak biasa, sikap dan gerakan tubuh Joshua seolah menunjukkan, jika Joshua merahasiakan sesuatu darinya. Isobelle memberitahu, jika Joshua sering memberinya surat misterius, kata Joshua itu datang dari seseorang yang tidak dikenal.
"Bukankah itu aneh?" kata Isobelle menatap Kairos.
Kairos mengeryitkan dahi menatap Isobelle, ia bertanya maksud ucapan Isobelle.
"Tunggu, maksudmu surat misterius itu apa? kenapa kamu tidak pernah cerita apa-apa padaku?" tanya Kairos.
Karena Isobelle tidak mau lagi diam, ia pun menceritakan surat-surat misterius yang terus berdatangan padanya. Isobelle mencurigai, surat tersebut ditulis oleh mantan tunangannya. Hanya saja Isobelle masih tidak mengerti, kalau memang semudah itu menemukan keberadaannya, kenapa mantan tunangannya itu tidak langsung menemuinya dan justru membuatnya gelisah dengan surat tidak jelas.
"Maaf, bukannya aku ingin menyembunyikannya darimu. Hanya saja aku masih ragu apakah itu benar surat yang ditulis Alexander atau bukan. Lagipula aku tidak ingin membuatmu ikut terlibat. Maafkan aku," ucap Isobelle.
Kairos mengusap kepala Isobelle, "Sudahlah. Tidak apa-apa. Aku mengerti," kata Kairos.
Kairos pun meminta Isobelle menunjukkan surat-surat itu, ia penasaran apa isi dari surat misterius itu.
Isobelle mengatakan, jika semua surat ada di laci nakas kamarnya. Ia pun ingat, kalau ia pernah memfoto surat tersebut lewat ponselnya. Isobelle mengambil ponsel di dalam tasnya lalu membuka galeri di ponsel tersebut.
"Sebentar, ya. Aku cari dulu," kata Isobelle.
Kairos curiga ada yang tidak benar. Hanya saja ia tidak mau menyalahkan orang tanpa bukti yang kuat. Tidak tahu kenapa, Kairos punya firasat kuat, jika Joshua ikut terlibat dengan surat misterius yang ditujukan pada Isobelle.
"Kalau memang dia ada hubungannya dengan surat-surat itu, apa tujuannya? bukankah aneh kalau dia tidak tahu apa-apa?" batin Kairos.
"Maksudku dia berpura-pura tidak tahu pengirimnya karena sesuatu hal. Aneh saja menurutku." kata Kairos mengungkapkan isi pikirannya.
Isobelle terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Ada perasaan takut dan khawatir yang menghampirinya.
Rasanya ia sudah berdiri di tepi jurang dan siap untuk di dorong jatuh.
Isobelle menatap Kairos, bertanya apa maksud ucapan Kairos. Apa Kairos mencurigai Joshua ikut terlibat? dan Kairos pun mengiakan pertanyaan Isobelle.
Kairos menjelaskan lagi, jika aneh saja Joshua tidak menyelidiki pengirimnya dan hanya menduga-duga. Terlebih surat yang diterimanya lebih dari satu kali. Bukanka seharusnya ia sibuk mencari pelaku yang mengirim? sebagai seseorang yang peduli pada Isobelle, Joshua dinilai kurang cekatan. Itulah yang menyebabkan Kairos mencurigai Joshua. Karena tidak ada bukti, ia tidak bisa sembarangan menuduh Joshua.
"Ini hanya dugaanku yang membuatku mencurigainya. Jangan salah paham," kata Kairos.
Isobelle menunjukkan foto-foto yang diambilnya.
"Ini surat-suratnya, semua aku fofo. Lihatlah," kata Isobelle memberikan ponselnya.
Kairos menerima dan langsung membaca isi surat dengan seksama. Semua isi surat hampir sama. Menanyakan kabar Isobelle dan menyatakan kerinduan pada Isobelle.
"Apa maksudnya ini?" batin Kairos.
Kairos menyakinkan Isobelle, apa benar itu adalah tulisan tangan mantan tunangan Isobelle?
"Kamu yakin?" tanya Kairos.
Dan Isobelle pun menganggukkan kepala, ia yakin tulisannya sama. Karena Isobelle sering melihat mantan tunangannya menulis.
"Aku yakin. Dulu aku sering melihatnya menulis di buku atau kertas," jawab Isobelle yakin.
"Baiklah, kalau memang seperti ini. Hanya bisa mengawasi Joshua secara langsung." Kata Kairos.
"Maksudmu? mengawasi bagaimana? memata-matainya?" tanya Isobelle tidak mengerti.
"Ya, seperti itu kira-kira." jawab Kairos.
Kairos mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Joel. Ia meminta Joel mengawasi Joshua. Melaporkan padanya apa saja yang dilakukan Joshua sampai Joshua bertemu dengan siapa saja. Kairos juga meminta Joel untuk berhati-hati, karena bisa saja Joshua atau orang lain berniat jahat pada Joel.
Kairos tidak tahu tujuan Joshua apa kepada Isobelle. Hanya saja ia tidak akan pernah memaafkan Joshua kalau sampai membuat Isobelle terluka atau sampai menyakiti Isobelle.
"Kai ... " panggil Isobelle melihat Kairos diam melamun.
Kairos menatap Isobelle,"Ya?" jawab Kairos.
"Apa yang kamu pikirkan sampai diam begitu?" tanya Isobelle.
Kairos menggelengkan kepala perlahan, "Bukan apa-apa. Hanya berpikir semoga saja Joshua memang orang baik. Kalau sampai dia punya niatan tidak baik atau menyakitimu, aku akan membuat perhitungan dengannya," kata Kairos mengertakkan gigi.
Isobelle tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia memang merasa aneh dengan Joshua, meski Joshua terlihat baik. Mungkin karena selama ini dia mengabaikan perasaan tidak enaknya, ia jadi menurunkan kewaspadaannya pada Joshua.