CEO and Top Model's Secret Wedding

CEO and Top Model's Secret Wedding
Bab 40. Alexander Adalah Psikopat?



Kairos bertemu Issac di sebuah bar. Issac menggoda Kairos, ia bertanya apakah saat pergi, Kairos sudah izin atau belum. Jika Kairos pergi diam-diam, maka ia akan memberitahu Isobelle.


Kairos menjawab, kalau sudah izin dan diperbolehkan. Mendengar jawaban Kairos, Issac pun kaget. Ia tidak sangka Kairos benar-benar izin. Padahal ia hanya ingin menjahili Kairos saja dan iseng bertanya.


"Kamu serius?" tanya Issac.


"Tentu saja. Kamu pikir aku sedang bergurau. Sudahlah, cepat katakan apa alasanmu memintaku datang ke sini? apa kamu tidak ada pekerjaan sampai datang ke sini dari Korea?" tanya Kairos menatap Issac yang duduk di sampingnya.


Kairos pun menyudahi gurauan Issac dan bertanya tentang alasan Issac ingin bertemu malam-malam. Issac mulai serius. Ia pun memberitahu sebuah informasi penting pada Kairos terkait seseorang bernama Alexander Noah.


Mendengar nama yang tidak asing, membuat Kairos langsung mengernyitkan dahi. Ia sangat tidak senang mendengar nama menjengkelkan itu disebut-sebut.


"Kenapa Issac msmbicarakan si bedebah itu?" batin Kairos.


"Ada apa dengan bedebah itu?" kata Kairos dingin.


"Wah, kamu memanggilnya be-de-bah?" tanya Issac terkejut. Ia melihat temannya seakan sedang kesal.


Issac menatap Kairos yang kesal, dan bertanya apa Kairos tahu atau mengenal seseorang bernama Alexander Noah?


"Apa kamu tahu tentangnya? atau mungkin kenal dia?" tanya Issac menebak. Setelah melihat ekspresi wajah Kairos.


Kairos menjawab, jika seseorang itu adalah mantan tunangan Isobelle.


"Aku kesal mendengar namanya kamu sebut-sebut. Bedebah itu kan yang membuat Iso ... ahh, lupakan. Lanjutkan saja bicaramu." kata Kairos yang hampir kelepasn bicara.


Issac mengerutkan dahi. Ia pun memberitahu Kairos, jika perusahaan milik keluarga Noah adalah penyokong paling dominan untuk keluarga Williams.


"Kamu pasti sudah baca apa yang ku kirim waktu itu, kan. Karena aku ppenasaran, aku diam-diam melanjutkan penyelidikan. Maaf, aku tidak izin dulu padamu," kata Issac merasa tidak enak pada Kairos.


"Tidak apa. Katakan padaku, informasi apa saja yang kamu dapatkan darinya?" tanya Kairos penasaran.


"Hm ... dia itu seorang psikopat gila. Bahkan keluarganya pun sampai pusing dibuatnya. Dia pernah membunuh calon istrinya yang menampar wajahnya karena tidak wanita itu tidak mau diajaknya tidur bersama. Apa itu masuk akal? dia benar-benar berandalan gila, kan?" kata Issac bercerita heboh.


Kairos terkejut, "Dia sudah gila sebelum bertemu Isobelle ternyata. Apa jangan-jangan dia juga bersikap menjijikan begitu pada Isobelle?" batin Kairos.


"Bedebah sialan!" gumam Kairos memaki sembari mengepalkan tangan.


"Ya, apa? apa maksudmu?" tanya Issac.


Kairos menggelengkan kepala. Ia tidak mau menceritakan masalah yang kemungkinan menimpa Isobelle. Ia pun mengalihkan pembicaraan dan meminta Issac bercerita lebih banyak lagi tentang Alexander.


Issac melanjutkan ceritanya. Benar saja apa yang dipikirkan Kairos, setelah hampir setahun tragedi mengerikan itu, Alexander dan Isobelle pun dijodohkan. Keluarga Noah bersedia membantu dan berinvestasi dalam jumlah cukup besar untuk perusahaan keluarga Isobelle. Dengan alasan, agar perusahaan keluarga Isobelle bisa lebih maju dan berkembang. Padahal itu hanya dalih, agar keluarga Isobelle tidak mengorek keburukan tentang Alexander.


"Kalau aku jadi Papanya, aku akan kirim dia ke rumah sakit jiwa. Meski dia adalah putraku satu-satunya. Lebih baik aku tidak punya anak daripada punya anak gila yang bahkan membunuh orang." kata Issac mengutarakan isi pikirannya.


Kiros semakin geram mendengar cerita Issac. Ia menilai keluarga Isobelle hanya peduli pada reputasi dan perkembangan perusahaan tanpa memikirkan keluarganya. Kairos tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang Ayah tega memberikan putrinya pada bedebah gila yang  seperti sampah busuk.


"Apa yang sudah dipikirkan Ayah Isobelle? apa tidak curiga sampai putrinya melarikan diri," batin Kairos seakan kecewa.


"Tenanglah, Kai. Tenangkan dirimu. Jangan sampai membuat kekacauan. Apalagi kamu sedang bersama Issac." batin Kairos menenangkan hatinya.


Issac pun selesai menceritakan apa yang sudah ia ketahui. Tiba-tiba Issac mendapatkan panggilan, ia harus menerima panggilan yang masuk diponselnya dan pergi meninggalkan Kairos.


Kairos mengeluarkan ponselnya. Ia mengirim pesan pada Isobelle. Bertanya, apakah Isobelle sudah tidur apa belum? Isobelle langsung membalas pesan Kairos, mengatakan, kaalau ia belum tidur. Isobelle tidak bisa tidur karena tidak ada Kairos. Membaca pesan itu, seketika wajah Kairos memerah karena malu. Sepertinya Isobelle sengaja menggoda Kairos.


Issac kembali setelah menerima panggilan. Baru saja Issac ingin mengatakan sesuatu, Kairos langsung berpamitan ingin kembali pulang. 


"Kamu sudah kembali? aku pamit pulang, ya." kata kairos, berdiri dari duduknya.


Issac awalnya mencegah, ingin Kairos menemaninya sebentar lagi.


"Ke-kenapa pulang? kamu bahkan belum minum denganku. Ayolah, kita kan jarang bertemu. Temani aku satu jam saja," bujuk Issac.


Kairos lantas berkata, jika Isobelle tidak bisa tidur kalau sendirian.


"Ada seseorang yang menungguku pulang," kata Kairos dengan wajah memerah.


Mendengar itu, Issac pun terkejut dan menyuruh Kairos cepat pergi. Issac menggoda Kairos dengan berbisik hal yang memalukan. Wajah Kairos memerah mendengar ucapan Issac. Kairos langsung mengatai Issac gila dan pergi begitu saja.


***


Isobelle tidak bisa tidur. Ia pun bermain game di ponselnya. Baru saja ingin bermain, ada notifikasi pesan yang masuk dari Kairos. Isobelle langsung membuka dan membaca pesan dari Kairos. Isobelle pun membalas pesan Kairos dan berkata ia tidak bisa tidur. Ide ingin menjahili Kairos punmuncul. Ia mengatakan, tidak bisa tidur kalau tidak ada Kairos.


"Haha ... dia pasti sangat kaget." batin Isobelle.


Isobelle mengirim pesan lagi. Ia meminta Kairos tidak banyak minum dan pulang tengah malam, karena khawatir.


Kairos membalas pesan Isobelle, jika ia akan mengingat pesan Isobelle. Meminta Isobelle untuk cepat tidur.


Isobelle meletakkan ponselnya dan pergi dari kamar untuk melihat Sean. Ia ingin memastikan keadaan dan kondisi Sean sebelum pergi tidur.


***


Kairos masuk ke dalam kamar. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Kairos pergi ke kamar Isobelle. Ia membuka pintu pelan-pelan, lalu masuk ke dalam kamar. Ia berjalan mendekati tempat tidur dan naik ke atas tempat tidur. Ia melihat Isobelle terlelap tidur.


"Dia lelap sekali. Sampai tidak sadar ada orang yang menyelinap masuk ke kamarnya. Dan naik ke tempat tidurnya." batin Kairos.


Kairos membelai rambut Isobelle, "Bagaimana bisa kamu tidur seperti putri tidur dalam cerita dongeng, Iso. Bagaiaman kalau yang masuk ke kamarmu bukan aku, tapi pria lain? dasar tidak waspada," Kairos berbisik ditelinga Isobelle.


Tiba-tiba saja Kairos teringat cerita Issac tentang Alexander. Ia kesal, ingin sekali menghajar si gila Alexander sampai tidak bisa bicara lagi. Ia tidak bisa membayangkan, bagimana si gila itu sudah menyakiti Isobelle.


"Aku sungguh ingin menghancurkannya!" batin Kairos kesal.