BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
Damian tidak lemah,Damian kuat!!



,saat di depan mansion Kenzo bertemu dengan devino dan para pelayan yg berlari ke arah mereka.


"sudah ku duga,anak moster seperti mu tak akan pingsan hanya karna jatuh dari kuda"ucap Kenzo.


"hehehe....maaf ayah,namun sekarang hal yg penting adalah bell menghilang"ucap devino.


"lewi,hubungi semua tentara dari segala benua untuk mencari bell sekarang"ucap kenzo.


"ayah aku akan ikut dengan mu untuk mencari bell,karna ini juga kesalahan ku yg membuat bell hilang"ucap devino.


*****


bell berlari masuk jauh ke tengah hutan.


"ayo lh tuan muda mengapa kau sangat selemah ini" bell mendengar sebuah suara yg membuatnya berhenti berlari.


"aku tak akan berhenti,guru dion" bell mendengar suara Damian.


bell berjalan menuju arah suara itu.


disana Damian terjatuh dengan kemeja yg penuh darah.


"rasakan ini dasar lemah"ucap pria itu sambil menendang perut Damian.


buk....bak....buk...


"apakah ini kekuatan dari putra kedua Devanzo???kau bahkan sangat lemah,tidak seperti tuan devino yg kuat"ucap pria itu.


"kau tak perlu menghina anggota keluarga devinzo"ucap Damian.


"hehhe....rasakan ini khe....hehe...khe..."ucap pria itu sambil lebih gencar memukul dan menendang Damian.


"Damian paci cecacitan,tapi Damian benci cama bell" batin bell


bell menutup mulutnya agar suara nya tak keluar.


"kau dasar lemah tuan muda Damian"ucap dion.


"tapi bell hayus coyong Damian,bell gk mau Damian cacit caya bell yasacan caat di pucul cama mama" batin bell.


bell keluar dari persembunyian nya.


"beyhenci...!!jangan pucul Damian laji" ucap bell setelah mengumpulkan keberaniannya.


"apa yg kau lakukan pergi.....cepat pergi bell"teriak Damian.


bell terdiam sesaat mendengar teriakan Damian pada akhirnya ingin mengambil ancang-ancang ingin berlari,namun sudah terlambat dion sudah menangkap rambut panjang bell.


"akh....cakit.....yepaskan..."ucap bell


dion mengangkat bell tinggi.


buk....brak...


"sudah lh tuan muda,bukan kh kau sangat lemah??"ucap dion.


"damian...tidak yemah,Damian cuat.....damian tidak lemah,Damian hanya tak inyin mengeuarkan cici cuatnya"ucap bell berteriak.


Damian terdiam mendengar perkataan bell


dion marah dan menendang perut bell.


"hahha...apa kau tau gadis kecil,jika aku membunuh mu aku akan di beri penghargaan oleh tuan besar karena sudah membunuh anak dari wanita iblis yg sudah membunuh nyonya keluarga devanzo"ucap dion.


"wanita iblis??"beo bell


"hahaha.....apa kau tak percaya,sebaiknya kau bertanya kepada tuan Damian"ucap dion.


bell beralih memandang Damian.


"benyar??"tanya bell kepada Damian.


"ya semuanya benar,aku membenci mu karena kau lahir dari orang yg telah membunuh orang yg ku sayang,orang yg dapat mengakui ku di keluarga devanzo ini....."ucap Damian mulai meluapkan amarahnya kepada anak kecil yg tak tau apa-apa.


"aku sangat membenci mu....sangat!!!,kau datang dengan nasib yg memprihatinkan dan mengambil kepercayaan ayah dan devino dengan wajah polos mu itu,kamu pasti tetap lh anak dari wanita iblis itu.....aku tau aku egois karena membenci mahkluk kecil seperti mu.....namun harus ku tekan kan aku sangat membenci mu....sekarang kau sudah tau,sekarang cepat pergi dari sini..!!"ucap Damian.


bell ingin melepaskan diri namun karna dion sangat cepat merah rambut panjangnya lg ia tertangkap.


"akh....yepaskan"ucap bell


"hahaha....melepaskan mu??apa kau kesakitan??"ucap dion sambil menarik keras rambut bell.


Bell memandang dion dengan tatapan nan tajam.


"bell gk cecacitan,capi....bell jijik cama cangan mu yg jambak yambut bell"ucap bell


Dion marah dan melempar bell ke udara.


bell terlempar ke batang pohon besar.


"dion hentikan!!"teriak Damian.


"dasar bodoh cepat pergi bell"teriak Damian.


"mamah cudah bunyuh mamah nya Damian bell acan cebus perbuatan mamah"ucap bell sambil berusaha berdiri meski ia merasa sakit di sekujur tubuhnya.


"hahha....kau sepertinya masih memiliki keberaniannya yh nona kecil??"ucap dion sambil mengambil ancang-ancang untuk memukul bell


BERSAMBUNG.......