
seorang gadis kecil meringkuk di sisi ruangan yg kumuh itu.
sambil memeluk perutnya.
brak...!!!
"hey.....anak malas cepat sana kamu masak"ucap seorang wanita.
gadis kecil itu beranak berdiri dan berjalan menuju dapur.
sambil memasak tangannya bergemetar.
prang....
piring pecah karena ia tak sanggup menahannya dengan kedua tangan kecilnya yg rapuh.
"hey!!!apa yg kau lakukan??dasar anak tak berguna"ucap wanita itu sambil mengambil cambuk.
plak....plak.....plak....
"hiks......hiks....."gadis kecil itu menangis menahan rasa sakit yg menjalar di punggung dan kedua tangannya.
"sana kua masuk ke gudang,hari ini aku tak akan memberikan secuil makan mu"ucap wanita itu.
gadis kecil itu berjalan menuju gudang di loteng rumah tersebut,yg netobenya sebagai kamarnya sampai saat ini.
blar......
gadis kecil itu mendengar sesuatu yg meladak dan berjalan mengintip.
asap tebal keluar dari dapur,gadis kecil itu berjalan turun dari loteng dan melihat dapun yg sekarang sudah di selimuti api dan asap yg tebal.
gadis kecil itu teringat bahwa ia belum memadamkan api di kompor tadi,dan berusaha menerobos api.
namun karena rasa sakit dan asap yg tebal membuat ia merasa sesak di dadanya dan berakhir pingsan tak sadarkan diri.
ngiu.....wiu....(anggap aja bunyi ambulan dan pemadam kebakaran)
"cepat padamkan apinya,jangan biarkan mereka yg ada di dalam lenyap semuanya.ini perintah dari tuan Kenzo"ucap seorang pria parubaya.
"baik tuan lewi"ucap pasukan pemadam kebakaran serempak.
akhirnya api yg besar itu berhasil di padamkan.
"tuan kami menemukan seorang anak kecil dan satu orang pembantu yg masih hidup"ucap mereka.
"anak??sudah lh cepat bawa mereka ke rumah sakit dan selalu awasi mereka"ucap pria parubaya yg diketahui namanya lewi.
lewi merongoh ponsolnya di saku jasnya.
"tuan,kami tidak dapat menolong suami istri itu,karena mereka sudah mati karena terbakar di dapur rumah itu,namun kami menemukan seorang anak kecil dan satu orang pembantu yg sedang sekarat"ucap lewi.
"seorang anak kecil???" suara yg berat di sana menyahut.
"benar tuan"ucap lewi.
"baik tuan"ucap lewi.
****
gadis kecil itu membuka matanya dan terbangun,ia merasa bingung dengan ruanan serba putih dan selang yg di tusukan ke tangannya.
"nona kecil,sepertinya nona sudah bangun,apa nona merasa sakit??"tanya lewi.
gadis itu terkejut sesaat,namun kemudian kembali tenang dan menggelengkan kepalanya bertanda ia tak apa-apa.
"ah...baik lh,maukah nona kecil ikut dengan ku??"ucap lewi.
gadis kecil itu menatap lewi lama,namun kemudian mengangguk bertanda ia setuju.
gadis kecil itu dibawa oleh lewi ke suatu mansion yg layaknya bangunan istana yg megah dan elegan bergaya eropa.
mulut gadis kecil itu terbuka lebar.
"selamat datang nona kecil,ini adalah mansion keluarga Devanzo yg berarti juga rumah nona kecil"ucap lewi.
banyak pelayan menyambut mereka.
"nona kecil apakah nona kecil mau memberitahukan nama nona kecil??"ucap lewi.
gadis kecil itu tak bergeming dan malah menunduk.
"ah...baiklah...aku tak memaksa nona kecil,pelayan kemari lh"ucap lewi sambil memanggil salah satu pelayan.
"ya tuan lewi??"ucap seorang pelayan.
"pertyy,suruh koki untuk membuat cookies dengan bentuk yg imut untuk nona kecil ini"ucap lewi.
"baik tuan lewi"ucap pelayan yg bernama pertyy itu lalu pergi.
"nona kecil saya tinggal dulu,kau tak apa-apa di sini bersama mereka"ucap lewi.
lalu lewi naik ke lantai tiga dan masuk ke ruangan dengan desain warna abu-abu kehitaman.
tok...tok..
"masuk"jawab pria di dalam sana
"tuan.....nona kecil keluarga mirren sudah datang"ucap lewi.
"...."
"hah....apakah tuan tak ingin melihatnya??"ucap lewi.
tak..!!
sebuah pena yg di pegang pria tadi menancap di dinding melewati samping kepala lewi dan menancap sempurna di dinding belakang sana.
BERSAMBUNG....