
bell mengangguk kemudian berjalan menuju tempat duduknya,namun siswi yg mengatai bell tadi menjulurkan kakinya agar bell tersandung.
bell tersenyum amat tipis tak terlihat.
kaki bell melangkah kemudian menginjak keras kaki siswi itu.
bruk...
"akh..."ringis siswi itu.
"aduh..."ucap bell yg sekarang terduduk dilantai.
"kau benar-benar kurang ajar!!!kau menginjak kaki ku"ucap siswi itu.
"ma...maaf...aku tak sengaja...lagian mengapa kaki mu berada di samping??"uap bell seolah-olah terlihat lemah.
tangan siswi yg bernama yuni itu terangkat dan ingin menampar bell.
"jika kau berani menampar ad...dia...maka jangan harap kau akan hidup dengan utuh di sekolah ini"ucap seseorang yg sedari tadi merasa geram ketika bell di perlakukan seperti itu.
"siapa kau ikut campur??"ucap yuni.
bell tersenyum tipis kepada pemuda itu.
"aku khawatir kau tak bisa lepas dari kandang singa itu" batin bell.
"aku??"ucap pria yg menggunakan kemeja lengan panjang dan kacamata.
"semuanya mari perkenalkan ini wali kelas baru kalian,pak Damian"ucap pak gani.
semua siswa-siswi menjadi riuh karena guru baru mereka sangat tampan dan muda.
"kau.....bersihkan lh seluruh toilet di sekolah ini,jika aku datang melihat nanti dan mendapatkan secuil noda maka persiapkan diri mu"ucap Damian.
siswi yg bernama yuni itu bergemetar takut dan dengan cepat melaksanakan hukumannya seking takutnya.
kemudian Damian mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju bell dan mengulurkan tangannya kepada bell.
"apa perlu kakak memusnahkan semua keluarganya??"bisik Damian.
"hehe....kau sangat kejam,tapi biarkan saja.jangan menimbulkan masalah kak Damian"balas bell berbisik.
"baik lh,padahal aku ingin sekali membunuhnya"bisik Damian.
"masalah hari ini akan menjadi pelajaran buat semuanya,buka buku kalian semua"ucap Damian datar.
sedangkan bell kembali melanjutkan jalannya dan duduk di samping pemuda yg acuh-acuh dengan apa yg sudah terjadi tadi.
-
-
-
waktu istirahat pun tiba bell tak berniat untuk keluar dari dalam kelas,apalagi banyak siswa siswi yg menatapnya takut.
bell memutar bola matanya malas,pandangan bell berhenti saat melihat siswa laki-laki yg terlihat dingin tadi.
bell sedikit tertarik dengan sikapnya yg terlihat acuh dengan semua hal di sekitarnya.
bell berdiri dan berjalan mendekati siswa itu.
"Hay.....boleh kh aku...."belum selesai bell berbicara siswa itu memotong ucapannya.
"menjauh lh dari ku dan jangan menyentuh ku"ucapnya dingin.
"ehhh??!....tapi aku.....sungguh aneh"gumam bell.
lalu kembali ke tempat duduknya,namun saat itu Damian datang dan membawa kotak makan siang di tangannya dan berjalan menuju bell.
bell yg melihat itu pun bangkit dan ingin melarikan diri melalui pintu belakang kelas.
"kau....kemana kau akan pergi"ucap Damian yg menghentikan langkah bell.
Damian kemudian menyodorkan kotak makan kepada bell yg membuat beberapa siswa yg berada di sana curiga dengan perlakuan yg di berikan oleh Damian.
"wali mu tadi menitipkan kotak makan mu yg tertinggal"ucap Damian.
"maaf merepotkan ka....pak Damian"ucap bell.
Damian sangat ingin protes dengan kata 'pak damian' yg di katakan bell,yg membuatnya ia seperti seorang bapak-bapak yg sudah tua.
kemudian Damian keluar dari kls meninggalkan bell yg tersenyum penuh arti dan arti itu hanya dapat di ketahui oleh Damian dan bell.
BERSAMBUNG......