
Kenzo dan yg lain berlari mencari bell,namun tiba-tiba Kenzo berhenti karena telinganya mendengar sesuatu.
"ayah mengapa ayah berhenti??"ucap devino.
Kenzo mengisyaratkan agar mereka diam.
"mamah cudah bunyuh mamah nya Damian bell acan cebus perbuatan mamah"ucap bell sambil berusaha berdiri meski ia merasa sakit di sekujur tubuhnya.
"hahha....kau sepertinya masih memiliki keberaniannya yh nona kecil??"ucap dion sambil mengambil ancang-ancang untuk memukul bell.
"ketemu!!,tapi mengapa anak itu bisa bersama dion??!" batin Kenzo.
"aku menemukan nya,ikuti aku"ucap Kenzo sambil berlari ke arah hutan utara tepat biasanya para tentara yg berlatih.
"bell.....cepat lari" ucap Damian.
"Damian??mengapa ada Damian juga??" batin Kenzo.
ya Kenzo mempunyai pendengaran yg tajam,bahkan suara langkah semut pun ia dapat mendengarnya.
"sial...!!"Kenzo mengeratkan rahangnya kemudian mempercepat langkahnya.
darahnya berdesir saat melihat dion yg ingin memukul bell dengan bogem mentahnya.
***
dion ingin memukul bell
namun.....
cras....
"ukh...siapa yg berani-beraninya??"ucap dion marah karena melihat sebuah pisau kecil menancap di lengannya.
namun saat dia berbalik ke arah dari mana datang nya pisau itu.
Kenzo berlari dan memberikan dion bogem mentah.
"apa yg kau lakukan kepada putri ku hah??"ucap Kenzo sambil gencar memukul wajah dion.
devino berlari dan memeluk bell agar ia tak melihat kesadisan Kenzo.
Damian berjalan mendekati devino dan bell.
"maaf ini kesalahan ku"ucap Damian.
"diam lh,kau juga korban di sini"ucap devino.
"pantas saja kau selalu pulang beban belur saat berlatih dengan dion ternyata ini yg terjadi sebenarnya"ucap devino.
"maaf"ucap Damian.
Kenzo mematahkan tangan dion,dan menarik pisau yg tertancap tadi ke bawah sehingga membuka luka yg cukup panjang di lengannya.
"tahan dia,dan jangan biarkan siapa pun menghukumnya selain aku aku"ucap Kenzo.
Kenzo kemudian berlari kearah bell yg masih berada di dalam drkapan devino.
"apa kah bell tak apa-apa??"tanya Kenzo.
devino membuka dekapannya.
Kenzo ingin memegang pipi bell namun bell menjauh dari Kenzo.
Kenzo melihat tangannya yg berlumuran darah pun bangun berdiri dan berjalan hendak pergi.
namun tiba-tiba ada yg menarik-narik celananya.
Kenzo melihat ke bawah dan menemukan bell yg memegang ujung celana Kenzo.
Kenzo menunduk menyelesaikan tinggi bell.
"maaf.....mamah bell cudah bunyuh mamah nya Damian cama devino"ucap bell lirih.
"bell...bell akan menebusnya"ucap bell.
"sudah,jangan di pikirkan lg...."namun belum selesai Kenzo berbicara.
bell terlihat sangat sulit bernapas,hidung kecilnya berusahan meraup udara.
namun pada akhirnya ia terjatuh tak sadar diri,terakhir yg dapat ia lihat adalah wajah khawatir Kenzo yg langsung menggendongnya menuju mansion.
****
bell sekarang berada di sebuah taman yg indah.
"bell ada di manya??"ucap bell.
tiba-tiba seorang wanita dengan rambut keemasan dan wajah yg di selimuti cahaya yg terang.
"ciapa camu??,apa kamu hancu??"ucap bell.
"hahaha...."bell terpesona mendengar suara hantu yg merdu.
"sayang,belum saatnya kau datang kemari"ucap wanita itu mendekati bell.
"cenapa??"tanya bell.
"karna ayah dan kakak-kakak mu sedang menunggu mu di sana"ucap wanita itu.
"camu ciapa??"ucap Bell
"hahaha....belum saatnya kau mengetahui siapa aku,sampai jumpa"ucap wanita itu kemudian semunya menjadi putih.
BERSAMBUNG.......