BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
tikus



bell sekarang sedang tengkurap di atas kasur Kenzo,sambil menggambar dengan menggunakan krayon miliknya yg di berikan oleh Damian.


dengan noda crayon yg belepotan di pipinya.


"ssttt....nona....sstt"suara seseorang.


bell menghentikan acara gambar menggambar yg ia lakukan.


dan celingak-celinguk mencari asal usul suara itu.


"ssssttt......nona di sini"ucap seseorang di balkon.


"Epis....apa yg kau lakukan di situ??"ucap bell lalu beranjak membukakan pintu balkon untuk levis.


levis membutuhkan 3 jam untuk naik ke balkon lantai 2 itu tanpa ketahuan dari siapa pun,levis naik ke balkon melalui pohon yg berada di dekat balkon lantai dua.


"anu....nona sebenarnya,saya ingin meminta bantuan nona"ucap levis.


"karna hanya nona lh yg dapat menolongku,jika tidak aku akan di antarkan ke rumah dengan keadaan kepala yg berlubang" lanjut levis di dalam hati.


"begini nona,apakah nona ingin papa dan kakak-kakak nona senang??"ucap levis.


bell mendengar itu pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"eny mau!!"ucap bell.


"ssttt....jangan terlalu keras"ucap levis.


"jadi saya mempunyai cara agar papa dan kakak nona jadi senang"ucap levis.


"caranya??"ucap bell sambil memiringkan kepalanya.


levis mengisyaratkan agar bell mendekat,bell mendekat.kemudian levis membisukan sesuatu di telinga bell.


terkadang bell membentuk mulut nya bulat 0,kadang alis bell mengerut,kadang bell terkikik geli.


"lakukan apa yg aku katakan itu terus menerus kepada papa dan kakak-kakak mu,mereka pasti senang"ucap levis.


"dengan begitu saya akan selamat" batin levis.


tok....tok....


"nona,tuan muda kedua dan tuan muda ketiga ingin masuk"ucap Edward dari luar.


levis yg mendengar itu pun menjadi panik karna jika ia ketahuan makan ia akan dijadikan pangangan oleh kelurga devanzo.


"nona rahasiakan apa yg kita bicarakan ok"ucap levis sebelum turun dari balkon.


"bell......aku sangat merindukan mu"ucap devino masuk ke dalam.


sedangkan bell sedang fokus pada mengambarnya.


"kak devino"ucap bell ceria.


"kak mian"lanjut bell.


"tunggu!!"tiba-tiba devino berhenti berjalan dan malah mengendus-ngendus.


"ada bau tikus"ucap devino.


Damian mengerti kata tikus yg dikata kan oleh devino,dengan cepat melindunginya bell.


"tikus??"kata bell.


"ada orang jahat yg berada satu ruangan dengan bell,tapi sekarang sudah pergi"ucap Devino.


bell teringat levis yg langsung terjundati balkon karena sering ketakutannya,bell ingin mengatakannya namun ia teringat kalau levis mengatakan agar ia merahasiakannya.


"kak mian eny gambar"ucap bell mengalihkan pembicaraan.


"hm,hemat lh krayon mu eny,biar tidak cepat habis"ucap Damian.


"baik lh,kak mian nanti ajarkan eny gambar yg lebih bagus dari ini yh"ucap bell.


"tentu saja"ucap Damian sambil mengelus puncak kepala bell.


devino yg melihat itu menepis tangan Damian.


"bell tangan Damian kotor,nanti rambut bell bau. jadi biar kakak aja yg elus kepala bell"ucap devino.


"tangan kak mian bersih kok"ucap bell polos.


devino melihat kearah Damian dan mengartikan tatapan Damian yg berkata khehehekhh......bel berpihak kepada ku begitu lh arti tatapan Damian.


"uuhhh.....dasar damian yg tak mau mengalah"ucap devino.


"cih,siapa yg mau mengalah dari anjing buruk rupa seperti mu"ucap Damian.


kemudian keduanya saling tatap seperti ada petir yg keluar dari mata keduanya.


sampai......


BERSAMBUNG