BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
bersekutu melawan ayah



"aku memberikan waktu tiga hari untuk mu untuk membuktikannya,jika tidak maka kau akan diantarkan ke keluarga Han dengann kepala yg....."


cklek....cklek...


Kenzo memasukan isi pistol nya kemudian meletakannya di depan levis.


kaki levis bergemetar takut,namun ia berusaha menutupinya.


"hahha,baik lh....tapi anu...ada satu syarat......"ucap levis sedikit ragu.


"........."Kenzo terdiam menunggu apa yg dikatakan oleh levis.


orang pertam yg meminta Kenzo satu syarat.


"izinkan saya tidur 8 jam sehari,bergerak semau ku,dan menikah suatu saat"ucap levis.


Kenzo berdecih,sejak kapan dia melarang levis untuk tidak boleh menikah??


mendengar Kenzo hanya berdecih dan tak melakukan sesuatu bertada lampu hijau bagi levis.


"ahhh....terimakasih tuan....groookkk....grokkkk"levis langsung tidur beralas tangannya.


"dasar pejaka tua,jangan tidur diatas meja ku"ucap Kenzo marah.


*****


"es chim"ucap bell


"hahah....sekali lagi ulangi...es krim"ucap Damian.


Damian mengajukan sebagai guru privat bell,Kenzo mengizinkannya karena ia mengetahui kecerdasar yg di miliki oleh Damian.


"es krim"ucap bell.


"bagus....eny pintar"ucap Damian kemudian mengelus puncak kepala bell.


"kak mian......es krim itu apa??,apakah bisa di makan??"ucap bell sambil mengayunkan kakinya di kursi belajar yg tinggi itu.


"emm.....eny benar.es krim itu manis dan meleleh di lidah mu,tapi aku tak menyukai makanan manis jadi hampir lupa dengan rasanya"ucap Damian.


kemudian Damian mengisyaratkan kepada pelayan yg ada di situ untuk mendekat.


"buatkan es krim dengan berbagai rasa sekarang"ucap Damian.


"baik tuan muda"ucap pelayan itu.


Damian mendekati bell dan menunjuk menjajarkan tingginya dengan bel yg sedang duduk di kursi.


"sambil menunggu es krimnya jadi,mau....kakak temani eny menungangi kuda??"ucap Damian.


"tidak boleh"bukan bell yg mengatakannya melainkan devino yg sedari tadi mengikuti kemanapun bell pergi,bahkan ia mau ikut masuk ke perpustakaan yg sangat ia benci demi bisa bersama bell.


devino yg melihat itu pun merampas bell dan menggendongnya seperti memikul karung di pundaknya.


"dasar bodoh,devino....eny bisa muntah jika kau bawa seperti itu"ucap Damian marah kemudian merebut bell dari devino.


"eny...sebaiknya kita pergi jauh-jauh dari manusia tak waras itu"ucap Damian sambil melirik devino.


kemudian Damian berlari kearah pintu keluar.


"sialan kau Damian"umpat devino.


cklk...


Kenzo berdiri di depan pintu perpustakaan.


"maaf,bisa ayah menyingkir,saya dengan bell ingin pergi menunggangi kuda"ucap Damian.


"ayah...lihat Damian,hajar dia ayah"ucap devino menyalakan api di antara kedua nya.


Kenzo mengambil bell dari gendongan damian,bell memeluk erat leher Kenzo.


"ayah,ini masih jam belajar eny....jangan mengangu"ucap Damian protes.


"benar....ini masih waktu belajar bell"ucap devino yg berawal melawan Damian malah bersekutu lg dengan Damian.


"sudah waktunya bell beristirahat"ucap Kenzo kemudian berlalu pergi.


"apakah caraku mengendongnya sudah baik??"ucap Kenzo kepada levis.


"anu.....itu tuan kau mencekiknya"cicit levis.


levis merasa jika ada hawa yg panas nan menusuk yg ia rasakan.


"mati aku,anak-anak keluarga devanzo benar-benar moster kejam,kecuali nona kecil" batin levis sambil mengusap tengkuknya merinding.


Kenzo merasa punggungnya seperti di tusuk jarum yg tajam,sipa lg kalau bukan tatapan penuh permusuhan yg di layangkan oleh Damian dan devino.


"Devino..."ucap Damian


"apa??"ucap Devino


"mari kita bersekutu melawan ayah"ucap Damian sambil tersenyum sinis.


"ehhh....b...baik lh....aku setuju,lagian aku tak rela pria tua itu selalu melekat pada bell"ucap devino


Kenzo yg sudah keluar dari perpustakaan pun hanya berdecih karna ia masih mendengar percakapan kedua anak laki-laki nya.


"sebenarnya mereka anak siapa sih??" batin Kenzo.


BERSAMBUNG......