
dor....
"akh......mengapa aku salah sasaran lg"desis devino.
"bagaimana cara mu bisa menembaknya dengan tepat Damian??"ucap devino.
"bidik dan tembak"ucap Damian
ya da main sudah menemukan jati dirinya yaitu ia dapat mengunkan pistol alat tembak yg baru bisa kevin kuasai saat berumur 15 thn.
"dasar bodoh,tentu saja aku tau"ucap devino kesal.
"hmmmm,akhirnya aku mengerti,ternyata kau lh yg bodohnya"ucap Damian sambil melepas pelatuknya dan menembak ke sasaran dengan tepat.
"kak mian.....kan devino...."teriak seorang gadis kecil yg menggunakan gaun biru tua yg mekar.
Damian dan devino tersenyum. berbunga-bunga,melihat bell.
namun alis mereka menggerut melihat bell yg berlari dengan kaki nya ke tempat latihan itu.
"apa yg kalian lakukan dan membiarkan bell berjalan sendiri??"ucap devino marah.
"ma...ma..maaf"ucap mereka.
sebuah pasang tangan kecil menarik-narik ujung baju Damian dan devino,Damian dan devino sontak menoleh ke bawah.
"kak mian,kak devino.....jangan marahin pertyy,lisa,sama Edward.bell yg mau jalan sendiri.karna bell mau ketemu sama kak mian sama kak Devano"ucap bell.
Damian melepas peralatan,dan kemudian mengendong bell.
"lain kali bell harus di gendong sama Edward,karna rumput itu bisa saja melukai kaki mu,jika itu sampai terjadi mungkin ada pertumpah darah"ucap Damian sambil tersenyum ke arah pertyy,lisa,dan Edward.
ketiganya menggigil ketakutan mendengar acaman yg tersirat yg di katakan oleh Damian.
******
sekarang bell sedang minum teh boongan dengan boneka-boneka nya.
"ken...apa yg harus kita lakukan hari ini??"tanya bell kepada boneka bebek.
"bagaimana jika kita menjalankan misi kita?"ucap bell seolah-olah boneka bebek lh yg menjawabnya.
"benar.....bagaimana jika kita mengunjungi papa ke kantor??kata levis papa pasti senang jika bell ke kantornya papa.ok,ino ayo temani bell"ucap bell sambil mengambil boneka monyet.
-
-
-
krak....krak..
bunyi patah tulang boneka phantom.
itu boneka phantom yg ke 19 yg sudah di temukan oleh Kenzo,Kenzo rela membeli boneka jelek yg satunya memiliki harga yg mahal.
"apakah tidak ada boneka yg lebih kuat lg??"ucap Kenzo
"justru boneka itu lh yg lebih kuat yg digunakan oleh para pratek kedokteran dari dari tulang nona kecil"ucap levis.
Kenzo menegang mendengarnya.
"jika tuan tetep.tidak selembut......lembut....sekali....makan tuan tidak akan bisa memandikan nona kecil"ucap levis.
"diam kau"ucap Kenzo yg berkosentrasi kepada boneka phantom yg baru di berikan oleh levis.
****
sekarang Kenzo berada di ruangannya dengan di temani dengan setumpuk laporan.
*tok....tok...
cklk*...
bell muncul dari balik pintu,yg membuat Kenzo reflek melempar semua laporan ke lantai.
"apa papa.sibuk??"tanya bell.
"tidak.aku tidak sibuk kok"ucap Kenzo sambil berjalan menuju bell.
kemudian mata bell melihat levis yg sedang memungut kertas-kertas yg berserakan.
"nona saya tak apa-apa,ini hanyalah sampah.benar ini adalah sampah"ucap levis sambil memungut kertas-kertas itu sambil menangis di dalam hati.
Kenzo menggendong bell dan mendudukkannya di pangkuannya.
"bagaimana keseharian mu??"tanya Kenzo.
bell bercerita tentang apa yg ia lakukan sepanjang hari ini.
Kenzo yg mendengarnya pun mengeratkan rahangnya marah.
"mengapa kau tak mengajak ku minim teh??"ucap Kenzo.
bell memandang Kenzo bingung.
"tapi tiap pagi dan malam bell selalu minum susu bersama papa??"ucap bell.
sedangkan levis menepuk jidat nya tak habis pikir karna Kenzo cemburu dengan boneka-boneka yg minum teh boongan bersama dengan bell.
"yaampun....itu main minum teh pura-pura tau" teriak levis dalam batinnya.
"dasar boneka-boneka sialan itu" batin kenzo.
BERSAMBUNG.