BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
keadaan darurat



sekarang Kenzo dan Kevin baru sampai di bandara internasional di Indonesia.


"woahh....negara ini tempat bell tinggal!!!sangat indah"puji Kevin.


Kenzo mengambil ponselnya dan menelpon Damian.


"hallo ayah...kenapa kau menelpon aku??" jawab Damian di sana yg terdengar seperti sedang berlari.


"kau dimana??dimana bell??"tanya Kenzo.


"kami sedang di rumah sakit"ucap damian


"apa yang terjadi dengan bell???kirimkan alamat rumah sakitnya!!sekarang"ucap Kenzo lalu seenaknya mematikan teleponnya.


"ada apa??"tanya Kevin.


"bell....di masuk rumah sakit"ucap Kenzo.


"apa....bagaimana bisa??cih ayo cepat kita menyusul vinka ke rumah sakit"ucap Kevin yg kemudian dengan asal mengambil mobil orang yg ada di bandara.


"cepat menyingkir aku dalam waktu darurat"ucap Kevin kepada pengemudi perempuan.


"hey.....enak saja emang ni dunia milik Lo"ucap perempuan itu.


Kevin melepaskan sabuk pengaman pada perempuan itu dan mengangkatnya ke kursi penumpang di samping.


"hey....dasar apa yg kau lakukan b*****k"ucap wanita itu.


"ayah....ayok masuk"ucap Kevin lalu Kenzo dengan santai memasuki mobil berwarna hitam itu.


"hey...apa yg kalian lakukan??apa kalian pencuri....aku akan melapor kalian pada polisi...."ucap wanita itu.


namun sebelum wanita itu melanjutkan kata-katanya,Kevin langsung menancap gas full yg membuat jantung wanita itu seakan-akan ingin copot dengan kecepatan yg bagaikan angin.


sedangkan Kevin dengan santainya mengelak mobil-mobil di jalan raya.


******


sedangkan di rumah sakit beberapa menit yang lalu;


"cih dasar pria tua yg paling mengesalkan"ucap Damian yg kesal karena Kenzo yang enaknya mematikan teleponnya sepihak tanpa mendengar penjelasannya


lalu melanjutkan langkahnya menyusul bell yg sudah berlari duluan ke ruang ICU.


"paman....bibi...maaf saya tak sengaja"ucap bell yg sekarang membungkukkan badannya kepada pasangan suami-istri yg sudah parubaya itu


"maaf mengganggu,tapi bisa kh kalian memaafkan adik ku??dan mungkin itu harus kalian lakukan"ucap Damian dengan senyum manisnya namun kata-katanya sungguh menyiratkan jika mereka harus melakukannya.


"seharusnya kami yg minta maaf,dr.hendra...mohon beritahukan"ucap sang suami yg bertepatan dengan seorang dokter laki-laki keluar dari ruang ICU.


"tak terjadi apa-apa dengan tuan muda Sebastian,ini untuk pertama kalinya.sekarang tuan muda sudah bangun,dari pingsannya yg hanya karena shock saja"ucap dr.hendra.


"memangnya dia kenapa dokter??"ucap bell.


sebelum dr.hendra menjawab Kenzo dan Kevin berlari menuju mereka.


Kenzo yg sampai di depan bell lalu dengan cepat membolak-balik tubuh bell.


"apa kau tak apa-apa bell??dimana luka??kau masih mempunyai darah bukan??apa hidung mu masih dapat menghirup udara??"tanya Kenzo yg sudah kelewatan dari pemikiran otak orang b**o.


"papa...bell gk apa-apa,bell ke rmh sakit karena bell berbuat nakal dan membuat teman bell sakit"ucap bell.


kini Kenzo menyadari jika bukan hanya dia,bell,Kevin dan Damian saja.


"Kenzo.....itu benar kau??"ucap si suami parubaya tadi.


"Levin"ucap Kenzo yg ternyata mengenal suami parubaya itu.


"papa...papa apa kau mengenal paman ini??"ucap bell.


"tentu saja"ucap Kenzo.


"wah-wah.....ternyata si iblis masih tak berubah saja hahaha.....oh ya jadi dia putri imut mu??"ucap Levin.


"ya...akhirnya aku mempunyai putri,dan jangan sekali-kali tangan kotor mu memegang helai rambut putri ku"ucap Kenzo.


"heh??kau semakin aneh ketika bertemu.memangnya knapa....??lihat lh pipi chubby nya itu sangat gemas"ucap Levin.


"kalau ku katakan tak boleh maka tak boleh, karena hanya aku lh yg berhak"ucap Kenzo.


"ssttt....sayang....apakah ini Kenzo si dingin cuek akan semua hal itu??"bisik Levin pada istrinya yg bernama camelin.


"entah lh....sikapnya lebih parah saat Rika masih ada"ucap camelin kembali berbisik.


"berhenti berbisik,bahkan suara gorila saja lebih kecil dari suara kalian"ucap Kenzo.


"jadi apa yg sebenarnya yg telah putri ku lakukan kepada anak mu??"ucap Kenzo.


BERSAMBUNG.......