BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
bell sudah siuman



"ughh..."suara merdu nan serak keluar dari bibir bell.


"bell....vinka"ucap kempat lelaki itu.


bell mengedip-ngedip matanya menyesuaikan penglihatan ya.


"apa yg kau rasakan??"tanya ken


"vinka....apakah kau merasa sakit??"tanya kevin


"apa kh kau ingin muntah??"tanya devino.


"apakah kau ingin sesuatu bell??"tanya Damian.


pertanyaan yg beruntun yg di tujukan kepada bell.


"kalian ini benar-benar manusia gila,bell baru saja siuman kalian malah membuatnya ingin mati dengn mendengar ocehan kalian"ucap William.


bell tiba-tiba memeluk Kenzo dengan erat.


"papa....papa kembali....bell...bell....senang"ucap bell lirih.


kenzo membalas pelukan bell,kemudian bell melepas pelukan mereka.


pupil mata bell teralih pada kevin.


"kak evin kau sudah berjanji"ucap bell.


"tpi.....,baik lh aku akan menepatinya,tapi sampai kau sembuh total"ucap kevin agak ragu.


tiga pasang mata menatap kevin tajam.


"aku akan mengajari bell menjadi orang yg kuat"ucap kevin menjelaskannya.


"TIDAK BOLEH!!!!" seru ketiga orang itu bersamaan.


"ini kemauan bell"bukan kevin yg menjawab itu namun bell


"tapi..."kenzo ingin menyangkal namun William memegang pundak Kenzo


"biarkan ia mendapat apa yg ia inginkan,jangan membuat emosinya berantakan dan membuatnya kecewa"bisik William.


Kenzo mengeratkan genggaman tangan ya kuat,menyalurkan amarahnya.


"baik lh,tapi seperti yg kevin katakan sehabis kau sembuh total"ucap Kenzo.


"hm...tentu saja papa,bell janji"ucap bell.


beberapa hari sikap bell agak berubah,ia tidak lg bermain boneka lh,sifatnya sedikit bertumbuh dewasa.


sekarang bell dan ketiga kakaknya sedang bermain di lapangan.


mereka bermain kejar-kejaran di lapangan.


namun saat itu bell terjatuh.


"bell kemari pengang angan kakak"ucap Damian.


"jangan tangan Damian tidak bersih,tangan kakak yg bersih"ucap devino.


"jangan tangan kakak aja yg bersih"ucap kevin.


bell menatap datar ketiganya.


bell tersenyum mengetahui siapa itu.


Kenzo mengulurkan tangannya,dengan cepat di smbut oleh bell.


"bell senang papa datang,kalau besat nanti bell pengen menikah dengan papa saja yh"ucap bell.


"tentu,tapi kau harus menolak segala lamaran busuk dari semut berbau itu"ucap Kenzo sambil melirik ketiga putranya yg menatapnya penuh dendam.


Kenzo membawa bell ke ruang kerjanya,bell merasa senang karena ini yg ia tunggu-tunggu yaitu belajar bagaimana Kenzo mempelajari begitu banyak dokumen.


"hay nona kecil lama tak berjumpa"ucap levis.


"papa turunkan bell"ucap bell.


Kenzo menurunkan bell dari gendongannya.


bell menghampiri levis,dan kemudian membungkuk.


"trimakasih waktu itu evis dan Edward mau nolongin bell"ucap bell.


levis tak dapat membendung air matanya,dan ingin memeluk bell namun Kenzo melirik tajam levis.


seakan-akan tatapannya berkata


'jauhi tangan kotor mu dari putri ku'.


levis hanya dapat menelan pil pahit dalam hidupnya.


bell mengerti apa yg sedang terjadi pun memeluk levis,yg membuat Kenzo sangat jengkel.


"tak perlu takut evis"ucap bell.


kemudian bell melepas pelukannya,dan kembali pada Kenzo.


"papa....,papa tak perlu marah,bell hanya akan selalu menjadi milik papa"ucap bell.


Kenzo merasa dunianya berbunga-bunga mendengar perkataan bell.


Kenzo mengendong bell fan duduk di kursinya.


"hukum buat tiga orang penguping di luar"ucap Kenzo datar.


"sial,pria tua itu mengetahui keberadaan kit"ucap kevin.


"gawat"ucap devino.


"ck...aku akan membekas dendam ku,karena ayah sudah merebut bell kesayangan ku"ucap Damian.


kemudian ketiganya bersiap-siap untuk kabur namun terlambat levis sudah berada di belakang mereka.


"maaf tuan-tuan muda,saya hnya menjalankan tugas.tuan Damian dan tuan devino silakan kembali ke kelas kalian dan jangan bertemu dengan nona kecil selama tiga hari"ucap Levis tersenyum prihatin.


"apa??ini tidak adil"uap Damian dan devino.


"saya tau perasaaan tuan-tuan muda,tapi bagaimana lg ini perintah tuan besar"ucap levis.


Damian dan devino dengan membawa dendam mereka pergi ke kelas mereka masing-masing,dan sekarang tersisa kevin seorang


BERSAMBUNG......