
Kemudian keduanya saling tatap seperti ada petir yg keluar dari mata keduanya.
sampai.....
brak..
"apa yg kalian lakukan dikamar ku keluar!!"ucap Kenzo.
bell tersentak mendengar itu kemudian beranjak turun dari kasur dan ingin pergi.
Kenzo berjongkok di depan bell.
"bukan kamu,ini juga kamar bell jadi tidak ada yg dapat mengusir mu"ucap Kenzo.
"hoyo kau ayah..."ucap devino
kemudian Kenzo mengendong bell ke kasur.
alis Kenzo mengerut melihat gambaran bell
"apa yg kau gambar??"ucap Kenzo.
"bell gambar kak devino,kak mian dan papa yg di tengah pangku bell"ucap bell menunjuk orang-orang yg ia gambar.
"mengapa tidak kakak saja yg pangku bell??"ucap Damian.
"tidak,harusnya aku yg pangku bell"ucap devino.
"itu karna hanya aku yg berhak"ucap Kenzo.
"mengapa aku mempunyai gigi yg panjang seperti vampir??"ucap devino.
"itu karna gigi taring kak devino yg lucu"ucap bell.
"ewhhh...dan ini....phfffhahhaha"tawa devino.
"sejak kapan rambut ayah berantakan??"ucap devino sambil tertawa.
Kenzo merasa malu.
sedangkan bell merasa bingung mengapa devino tertawa,padahal itu lh yg ia lihat saat ia bangun pagi tadi,Kenzo bangun dengan rambut yg berantakan.
"biar aku menyimpannya"ucap Kenzo.
"eehhh....tapi pertyy bilang bell punya tiga kakak,tapi bell gk tau wajah kakak satunya lg"ucap bell.
"ehhhh......sebaiknya tidak usah bell,dia sangat jelek"ucap Damian.
"dan sebaiknya kau tak usah bertemu dengannya" batun Damian.
"papa.....bell mau di peluk sama papa"ucap bell sambil menunjukan wajah imutnya.
kenzo merasa dunia seakan-akan berhenti.
kemudian bell langsung memeluk Kenzo dengan erat
Kenzo melirik kedua putranya yg menatapnya sinis.
kemudian Kenal membalas pelukan bell,dan tersenyum devil ke arah devino dan Damian.
seolah-olah tatapan Kenzo mengatakan lihat bukan kh bell adalah milik ku??. begitu lh arti tatapan Kenzo.
"bell gk mau banyak penjaga,bell cuman mau pertyy,lisa dan Edward aja.yg terlebihnya bell pengen sama papa saja"ucap bell.
sedangkan levis yg melihat itu seakan-akan ingin muntah karena seakan-akan melihat ribuan kupu-kupau yg terbang mengelilingi Kenzo.
"bell.....aku juga....mau di peluk....kk.."ucap devino.
"eny,kakak juga mau di peluk"ucap Damian.
Kenzo melepas pelukan bell dan memang ku nya,serta memberi tatapan yg mematikan kepada devino dan Damian.
"sebaiknya kelian keluar dari kamar ku"ucap kenzo.
"tapi,ayah kami......"ucap Damian dan devino ingin menyangkal.
"devino kau 3 hari berturut-turut selalu absen dari kelas mu,Damian kau sudah memecat guru fisika yg ku atur"ucap Kenzo datar.
"kembali ke kelas kalian,dan jangan datang menemui bell,jika kalian tidak menyelesaikan kelas kalian"ucap Kenzo yg mengancam keduanya.
keduanya keluar dari kamar Kenzo dengan setengah hati.
****
sekarang bell berada di sebuah meja dengan boneka ayam,monyet,jerapah dan bebek.
kemaren Kenzo memborong toko permainan,untung saja bell tidak tau apa artinya memborong,lalu hanya menerimannya.
"Kenzo....apa kau menyukai tehnya??"ucap bell kepada boneka bebek
"iya,aku sangat menyukainya"ucap bell seolah-olah bineka itu yg menjawabnya.
"eehh...aha...kita ketempat kak mian dan kak devino aja"ucap bell.
BERSAMBUNG......