
Kenzo membawa bell ke sebuah kamar dengan pintu yg besar.
bell melihat Kenzo dengan tatapan bingung.
"mulai saat ini kau tidur bersama ku"ucap Kenzo.
"eehh...kenapa??"tanya bell.
"karna......"ucap Kenzo sambil memandang bell.
"jika kau tidur sendiri kau akan semakin pendek"ucap Kenzo kemudian masuk ke kamarnya.
levis yg mendengar apa yg Kenzo katakan hanya menepuk jidat nya
padahal tadi dia sudah mengajari Kenzo untuk mengatakan 'karna aku ingin selalu mendengar suara putri ku' namun jawaban Kenzo sangat jauh dari yg di ajarkan oleh levis.
kenzo berhenti dan berbalik.
"ada apa tuan??"tanya levis.
"keluar lh"ucap Kenzo datar.
"ahh...tapi.....ehhb....dadah nona kecil..."ucap levis sebel pintu di tutup kasar oleh Kenzo tepat di depan wajahnya.
"uhh....nona kecil aku hanya khawatir dengan nona kecil jika satu ruangan dengan moster yg mengerikan itu"cicit levis.
namun Kenzo yg memiliki pendengaran yg tajam meski di dalam ruangan yg kedap suara itu pun.
Kenzo memikirkan rencana untuk menghukum tangan kanannya itu.
"biasanya kau tidur seperti apa??"tanya ken kepada bell.
"hah??ehh.....tutup mata??"ucap bell polos
Kenzo menurunkan bell di kasur ukuran king size miliknya.
walaupun sudah pernah masuk ke kamar Kenzo,bell tak bisa tak menahan untuk terkagum-kagum dengan kemewahan kamar Kenzo.
bell tau kamar Kenzo karena saat ia bangun dari pingsannya saat sehabis kejadian dimana dion memukulnya ia terbangun di kamar kenzo.
"apa yg pengasuh mu lakukan sebelum kau tidur??"tanya ken.
"oohh....itu pertyy bacain eny buku dongeng"ucap bell
"mau ku bacakan buku??"tanya Kenzo.
"tanpa di bacakan buku pun eny bisa tidur kok"ucap bell
"kau yakin tak mau di bacakan,padahal aku ingin membacakan sebuah buku yg menarik"ucap Kenzo
bell melihat kalau Kenzo sangat ingin membacakan bell buku pun akhirnya mengguk setuju.
Kenzo berjalan mencari sebuah buku dan kembali dengan sebuah buku di tangannya,yang berjudul 'sirigala pembantai' jika levis tau maka akan ada kasus acara seorang tangan kanan dari tuan Kenzo gantung diri di menara mansion keluarga Devanzo.
******
"ahh....ternyata sangat panas sekali di ruang tank"ucap devino
"cih kau berbohong lg,kau bolos bukan??"ucap Damian kepada devino.
"hehehe......kau sangat mengenal ku Damian,aku tak rela jika kau sangat berleluasa bersama bell sepanjang hari"ucap devino.
tok....tok....
"silakan masuk"ucap Damian.
"maaf tuan muda,saya menganggu waktu anda,tapi saya ingin mengambil nona karna waktunya sudah tidur siang"ucap pertyy.
"hhaaahh....baik lh,eny.....selamat tidur,semoga mimpi indah"ucapndamian sambil mencium pipi bell yg mulai berisi.
"ehh..apa-apa kau Damian??,bell aku juga mau mencium mu uummmm....."ucap devino.
tak....
buku tebal menempel di bibir devino.
"pertyy sebaiknya kau jauh kan bell dari jangkauan anak ini"ucap Damian.
"selamat tidur bell"ucap Damian.
"hmm,bell akan bermain lg dengan kan mian dan kan devino"ucap bell.
bell di bawa keluar oleh Edward dan pertyy.
semenjak kejadian dimana bell di pukul oleh dion,Kenzo memerintahkan 60 tentara elite yg selalu mengikuti bell.
*****
dikelas.
damian berdiri dari bangku nya dan ingin beranjak keluar dari kelas fisika yg sangat ia gemari.
"tuan muda,pelajarannya belum selesai"ucap guru fisika tersebut.
"benar,namun saya sangat bosan dengan pelajaran fisika yg anda ajarkan pak dekwan,mari kita akhiri saja pertemuan kita,silakan datang lg saat upacara pemakaman saya"ucap Damian,sambil tersenyum manis.
namun arti dari kata-kata Damian adalah datang lh jika mempunyai keberanian Damian keluar dari kelas tersebut meninggalkan pak dekwan yg terbengong-bengong.
Damian pergi hanya ke satu tempat yg ia tuju,tempat apa lg jika bukan kamar Kenzo yg sekarang dimana bell berada.
BERSAMBUNG.......