BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
datang memeriksa bell



Damian dan devino dengan membawa dendam mereka pergi ke kelas mereka masing-masing,dan sekarang tersisa kevin seorang.


kevin mengira jika ia akan bebas dari masalah dan ingin berlalu pergi.


"tuan kevin ada di suruh memeriksa dokumen itu"ucap levis sambil menunjuk dokumen-dokumen yg sudah di keluarkan oleh beberapa pelayan dari ruang kerja Kenzo.


"periksa semua itu tanpa ada kesalahan setitik pun"ucap levis.


"hanya dokumen ini saja yh,dan jika ada kesalahan sedikit saja pasti dokumennya di tambahkan"ucap kevin santai.


levis menggelengkan kepalanya.


"anda salah tuan muda,jika tuan besar menemukan kesalahan alam dokumen yg tuan muda priksa maka hukuman yg di berikan kepada anda adalh........tidak boleh bertemu dengan nona kecil selama setahun,melihatnya dari jauh pun tak boleh bahkan menyimpan foto nona pun tak boleh sama sekali"ucap levis.


rahang kevin terjatuh seakan-akan tak ada kekuatan.


"dasar pria tua!!"teriak Kenzo.


kevin dengan cepat mengambil tumpukan dokumen itu dan pergi ke kamarnya.


****


"papa.....bell mau pergi ke tempat belajar dulu"ucap bell


Kenzo menampakkan raut yg tak ingin berpisah dengan bell,namun karna bell sudah memintanya Kenzo tak ingin membuat bell kecewa.


"baik lh,pergi lh.belajar lh dengan baik"ucap Kenzo sambil mengecup dahi bell.


bell kemudian mencium kedua pipi kenzo.


"bell akan sering mengunjungi papa"ucap bell.


-


-


-


bell sekarang di gendong oleh Edward menuju perpustakaan.


"Edward,trimakasih....turunkan aku,dan ikut lh aku masuk"ucap bell.


"baik nona"ucap Edward.


bell masuk ke perpustakaan dan menunjuk beberapa buku tebal.


"Edward......maaf menyusahkan mu"ucap bell.


kemudian bell kembali ke kamarnya yg dulu.


"trimakasih Edward kau bisa pergi"ucap bell.


ekspresi bell yg berseri-seri sudah berubah tanpa ekspresi di wajahnya.


"aku tak akan membiarkan wanita jahat itu,menghancurkan hidup ku dengan papa dan kakak-kakak ku"ucap bell lirih.


"mama....aku akan menjadi orang yg kuat buat melindungi mereka"ucap bell.


bell kemudian mengambil buku tersebut dan mulai membacanya,namun ia merasa aneh dengan dirinya mengapa apa yg ia pelajari dan ia baca seakan-akan melekat pada ingatannya.


"apa yg terjadi dengan ku??"ucap bell sendiri sambil memegang kepalanya bingung.


tok...tok...


"nona Professor William datang memeriksa keadaan nona"ucap Edward dari luar.


bell dengan cepat menyembunyikan buku-buku yg belum bisa di pelajari oleh anak yg berusia 6 thn.


"masuk lh"ucap bell.


William masuk dengan membawa peralatan medis nya.


"nona kecil bagaimana perasaan mu??"ucap William.


"aku baik-baik saja paman"ucap bell sambil tersenyum.


"berhenti lh tersenyum terpaksa seperti itu"ucap William.


bell terkejut,senyuman bell luntur dan kini wajahnya kembali tidak menampakkan senyuman.


"knapa??"ucap bell.


"aku tau hati mu sedang tidak senang sama sekali,kau tak bisa merasakan senyum lepasmu seperti dulu bukan??"tanya william sambil mengelus kepala bell.


bell mengangguk.


"paman,apa yg sebenarnya terjadi dengan ku,mengapa aku tak bisa tersenyum lepas dengan hati yg gembira lg??"ucap bell dengan mata yg sudah mengeluarkan air mata.


"benturan pada kepala,dan kejadian yg menimpa mu membuat emosi mu berantakan,waktu itu paman hampir tak bisa menyelamatkan mu"ucap William.


"tapi saat paman melihat wajah mu yg sama persis dengan Rika,membuat ku berjuang keras menyelamatkan mu"ucap William.


"kenapa??"ucap bell


"karna Rika adalah adik ku satu-satunya"ucap William.


"apakah jika aku bukan anak nya kau tak ingin menyelamatkan ku??"tanya bell.


william terdiam mendengan perkataan bell.


BERSAMBUNG.....