BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
menunggangi kuda hitam



hari-hari telah berlalu,tak terasa sudah dua minggu bell tinggal di mansion keluarga Devanzo.


bell sekarang di.temani oleh pertyy,lisa dan Edward sedang bermain di halaman samping mansion.


sedangkan Kenzo sekarang berada di ruang kantornya.


"tuan sampai kapan tuan memeriksa satu dokumen itu??"ucap lewi.


"........"Kenzo tak menjawab namun matanya sering kali ia melihat ke luar ke taman samping mansion yg tepat di bawah kantor Kenzo.


sesekali Kenzo tersenyum tipis karena melihat kelakuan bell yg di temani pertyy,Edward, lisa dan roni bermain namun yg terlihat bermain adalah mereka bukan bell.


"nona kecil....sudah waktunya makan malam"ucap pertyy.


kemudian bell mengangguk kan kepalanya.


kemudian mengandeng tangan pertyy dan lisa untuk masuk ke mansion.


saat sampai di depan mansion bell melihat Damian berjalan tertatih-tatih.


bell melepas tangannya dan berlari menuju Damian.


Damian yg melihat bell berlari ke arahnya,kemudian menstabilkan jalannya.


"wah...ternyata nona kecil habis bermain???"ucap Damian tersenyum.


namun bell menunjuk kepada lengan Damian dan menarik lengan baju Damian.


tiba-tiba wajah Damian berubah datar.


"lepaskan aku,jangan kira karena kau mempunyai darah Devanzo,kau merasa meraja lela di mansion ini"ucap Damian.


"huh,anak yg datang dengan penampilan yg sungguh kasihan ternyata baik-baik saja,bahkan ayah dan devino pun kau pikat,benar-benar anak wanita iblis"ucap Damian sambil menepis kasar tangan bell dan pergi masuk ke dalam mansion.


bell menatap sedih punggung Damian yg manjauh dari mereka.


"ternyaca benyar......Damian....benci cama bell" batin bell.


"sudah lh nona,mungkin tuan muda kedua tak ingin di ganggu"ucap pertyy.


kemudian mereka masuk ke mansion


di kamar Damian.


Damian melipat kemeja lengan panjangnya dan mencelupkan tangannya pada seember air.


"arrrggh......."Damian meringis kesakitan.


ember yg berisi air bening tadi sekarang berubah menjadi merah.


"aku membenci mu bell......karna kau harus lahir dari wanita jahat yg telah membuat bunda meninggal"ucap Damian lirih.


Damian menekan lukanya.


*****


hari ini sangat cerah,di lapangan yg luas dan hijau di mansion keluarga Devanzo.


sekarang bell dan devino berada di arena berkuda dengan lapangan yg di tumbuhi rumput lembut.


Devino dan bell menggunakan baju berkuda dengan warna yg serasi.


semua orang yg di sana terpesona dengan keserasihan keduanya.


"bell lihat....ini adalah kuda yg cocok untuk mu,namanya unigracion"ucap devino.


namun mata bell tidak teralih dari seekor kuda hitam yg gagah dengan kalung emas.


"bell....itu namanya beigrifins,kuda milik ayah,dia hanya bisa di jinakan oleh ayah.ya..... meski aku bisa sih mengendalikannya"ucap devino.


devino menghela napas pasrah,karena bell benar-benar tak mau mengalihkan pandangan dari kuda hitam itu.


"baik lh mari kita menunggangi kuda hitam itu"ucap devino.


bell meloncat-loncat bertanda ia sangat senang.


devino menaiki kuda hitam gagah itu,kemudian mengulurkan tangannya kepada bell.


bell menyambut uluran tangan devino.


semua orang sangat terpesona dengan kedua orang tersebut yg serasi tersebut,dengan baju berkuda dengan desain yg sama.


kemaren devino menghebohkan mansion dengan menyuruh penjahit terkenal untuk membuat baju berkuda untuk mereka dua bell.


bell berdebar-debar saat kuda itu mulai berjalan.


"tenang saja aku ada bersama mu,lihat lah ke depan dan nikmati lh pemandangan"ucap devino.


cukup lama devino dan bell menunggangi kuda bersama.


namun tiba-tiba kuda hitam itu tiba-tiba lepas kendali.


degup jantung bell terpicu ia memejamkan matanya takut.


"bell jangan takut kita tak apa-apa,bersiapa lh"teriak devino mengisyaratkan kepada penjinak kuda agar mereka mengendalikan kuda hitam itu setelah ia dan bell terjun.


devino memeluk bell dan terjun dari kuda itu dengan bell di dalam pelukannya.


BERSAMBUNG......