BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
De javu



Kenzo masih menggunakan bathrobes hitam yg terbuka di bagian dadanya,sehingga menampilkan dada bidangnya


kemudian Kenzo berbaring di kasur king size miliknya dengan warna hitam semuanya.


Kenzo teringat tentang apa yg dikatakan oleh lewi.


kemudian Kenzo bangun dan berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar tamu di mana tempat nona kecil berada.


Kenzo membuka pintu ruang tamu dan melihat seorang gadis kecil yg berbaring di kasur ukuran dauble bed.


Kenzo menghampiri gadis kecil yg tidur terlelap atas kasur tanpa terusik dengan apa pun,dengan menggunakan piama kebesaran milik Putra ketiga Kenzo.


Kenzo duduk dipinggir kasur.


"apa ini hanya sebuah boneka??tangan sekecil itu takutnya jika di pegang akan patah"ucap Kenzo.


kemudian pandangan Kenzo teralih ke wajah kecil milik gadis kecil itu.


Kenzo mengerutkan alisnya merasa de javu saat melihat wajah kecil itu.


Kenzo menyelipkan rambut gadis kecil itu ke belakang telinganya.


Kenzo semakin merasa de javu.


cklk..


"akhirnya tuan menyadarinya"ucap lewi.


Kenzo memang mengetahui dari ia keluar dari kamarnya lewi selalu mengikutinya namun,Kenzo membiarkannya.


"lewi......batalkan semua surat pengajuan ke panti asuhan"ucap Kenzo.


"mulai saat ini dia akan tinggal di sini"ucap Kenzo.


"benarkah??terimakasih tuan"ucap lewi senang.


Kenzo menyelimuti gadis kecil itu sebatas leher.


kemudian iaeninghalkannya.


-


-


-


mata gadis itu terbuka dan terkejut dengan nuansa kamar yg elegan dan mewah itu.


dan ia merasa ia berbaring di tempat tidur yg lembut dan harum,yg meskipun ia berguling-guling sebanyak 10 kali ia tak akan jatuh.


kemudian matanya teralih kepada baju kebesaran yg dikenakannya.


"apa.....karna bell bau,mereka Menganti baju bell,mereka pasti jijik dengan bell"batin gadis itu yg sering di panggil bell itu.


kemudian bell turun dari kasur nya dan melihat ke selimut yg ia pakai.


"bell akan bersihkan selimut ini sendiri,nanti mereka jijik dengan bell"batin bella di dalam hati.


cukup lama bell bergulat dengn selimut yg tebal itu.


kemudian bell celingak-celinguk mencari tempat untuk ia menaruh selimut itu.


bell mendorong pintu itu dengan kedua tangannya.


kemudian ia berjalan menjelajahi koridor mansion yg layaknya istana itu.


sampai akhirnya bell sampai di depan pintu hitam yg besar dengan lambang singa emas di pintunya.


bella melihat pintu itu terbuka sedikit dan kemudian ia masuk.


ia terpana dengan nuansa abu-abu kehitaman yg mendominasi ruangan itu.


"eh...lihat pintu ruang kerja tuan Kenzo terbuka"ucap salah satu penjaga yg patroli.


kedua penjaga itu berjalan menuju pintu tersebut.


bell yg mendengar ada orang yg akan ke situ pun berlari mencari tempat sembunyi.


akhirnya ia bersembunyi di bawah kolong meja kerja.


"hey...apa yg kau lakukan??"tanya salah satu penjaga itu.


"yah,menutup pintu lh"ucap penjaga satunya.


"mati kau,jika tuan Kenzo tau ada orang yg masuk ke ruangannya maka ia akan membunuh kau"ucap penjaga pertama.


"oh....baik lh mari kita lanjutkan berpatroli lagi"ucap penjaga satunya.


"apa??bell akan di bunuh!! tapi bell gk salah,bell bukan orang jahat,bell gak berani"ucap bella di dalam hati smbil menangis di dalam diam.


***


di meja makan keluarga Devanco sekarang duduk Kenzo di tengah dan Damian putra kedua Kenzo di sebelah kanan bersama dengan devino putra ketiganya.


"ayah.....aku mendengar jika ada nona kecil?"ucap devino.


"devino sebaiknya kau berhenti berbicara,kau menganggu suasana makan"ucap Damian.


"huh,apa kau tak penasaran dengan nona kecil yg kemaren menghebohkan mansion??"ucap devino.


Damian mengangkat bahunya acuh.


"untuk apa aku ingin mengetahui anak orang baik itu"ucap Damian


brak.....


seorang pelayan yg bernama petryy mendobrak masuk pintu ruangan makan.


tatapan mematikan di dapatkan oleh petryy dari Kenzo.


"ma...ma..maaf...tuan,tapi....saya......saya ingin mengatakan....nona kecil menghilang"ucap petryy tergagap.


BERSAMBUNG....