
"kevin jangan kau mempermainkan ku,apa kau mempunyai bukti??"ucap Kenzo yg masih tak percaya.
kevin mengambil selembar kertas dari kantongnya.
Kenzo,Damian,dan devino pun mendekat melihat kertas itu.
mata Kenzo memerah dan berakhir mengeluarkan air mata.
"dia...putri ku??!"ucap Kenzo lirih.
"apa kau sudah menyelidikinya kevin??"tanya Kenzo.
"semuanya masih dalam penyelidikan ku"ucap kevin.
lampu ruang oprasi mati,para dokter memindahkan bell ke kamar rawat inap VVIP.
seorang Professor keluar dengan Professor lainnya.
Kenzo mendekati mereka.
"bagaimana keadaan putri ku"ucap Kenzo.
Professor yg lain langsung berkeringat dingin saat melihat Kenzo.hanya Professor yg memimpin mereka tidak gemetaran seperti mereka.
"aku mempunyai dua kabar,kabar baik dan kabar buruk,jadi tuan Kenzo dan tuan-tuan muda memilih yg mana dulu??"ucap Professor itu.
" William,apa kau ingin mati sekarang juga??"ucap Kenzo geram.
"kalian kembali lh dulu"ucap William kepada Professor yg lain.
setelah semuanya sudah pergi.
"hahah.......maaf Kenzo,aku hanya mencobai mu saja,tenyata kau lebih ganas lg yh??"ucap William.
"sudah lh paman William,katakan yg sebenarnya"ucap Damian.
"baik lh,aku akan menyampaikan kabar baik dulu"ucap William menjeda.
"seperti yg kalian lihat kami,dapat menyelamatkan nona kecil yg terluka cukup parah,hanya beberapa hari ia di rawat di rumah sakit ini,kemudian kalian boleh membawanya kembali ke mansion untuk merawatnya di rumah"ucap William.
kenzo,Damian dan devino bernapas lega mendengar itu.
"namun,karna luka parah yg di alaminya itu bisa saja mengubah emosi yg ada di dalam dirinya.jadi kalian berusaha lah untuk membuatnya senang,jika dia tidak bisa membendung amarahnya kemungkinan besar ia akan mengalami pecahnya pembuluh Darah di otaknya"ucap William.
kevin meninju dinding rumah saki sehingga retak.
"aku gagal melindungi vinka......aku gagal"ucap kevin sambil memegang kepalanya.
Damian menghembus napasnya menenangkan pikirannya yg kacau balau.
"ayah,aku percaya bell tak apa-apa,namun....."ucap Damian sambil melirik William.
"ya,tentu saja.seret William ke kediaman devanzo ketika bell sudah di perbolehkan di rawat di rumah"ucap Kenzo.
"bukan kh paman yg mengatakan agar aku menjadi orang yg kuat di masa depan??"ucap Damian.
*****
bell berada di tempat yg sama dengan dia pertama kali bertemu hantu bersuara merdu itu.
"kenapa bell ada di sini lg??"ucap bell lirih.
"ooohh.....kasihan kau kembali lg bertemu ku,padahal beberapa minggu yg lalu kita sudah bertemu,sungguh malang sekali nasib mu bell"ucap wanita yg bersuara merdu itu.
kemudian cahaya terang menyinari bell,wanita itu berjalan mendekati bell,bell membuka matanya dan melihat wajah cantik milik wanita itu,wanita yg sama dengan foto di kamar kenzo.
"kamu....mama...nya evin,mian dan devino kn??"tanya bell.
"hahaha ....kau pintar,aku memang ibu mereka,tapi kau juga putri ku"ucap wanita itu.
"putri??"ulang bell.
"benar kau putri kandung ku,dengan kata lain kau bukan putri mirren,tpi kau putri ku dan Kenzo"ucap wanita itu kemudian memeluk erat bell sambil terisak menangis.
"jadi....mama...."ucap bell lirih.
"hmm...apa sayang??"ucap wanita itu.
"bell....bell...gak ngangka kalau bell anak kandung mama dan papa"ucap bell sambil menangis.
"sayang berhenti lh menangis,rahasiakan ini semua di antara kita.waktu kita bertemu sudah habis,kau memiliki jalan hidup yg masih panjang,jangan terlalu sering kemari.pergi lh"ucap wanita itu sambil mendorong bell.
"ingat musuh masih berkeliaran,mirren belum mati"ucap wanita itu.
cahaya terang menyelimuti bell.
sedangkan di kediaman devanzo di hebohkan dengan detak jantung bell yg tiba-tiba menghilang,membuat empat orang lelaki itu merasa frustasi dan mengamuk.
sedangkan William bersama dengan asistennya berusaha menyelamatkan nyawa bell.
akhirnya detak jantung bell kembali normal,kenzo,Damian,kevin dan devino masuk dan mengelilingi bell.
Kenzo menangis melihat putrinya yg terlihat lemah,apalagi melihat bell tiba-tiba mengeluarkan air mata.
kevin beranak dari samping bell dan mencengkrm krah baju William.
"apa yg kau lakukan paman,lihat vinka ku menangis,apa dia merasa kesakitan??"ucap kevin.
"ck,kau ini.lepaskan dulu cengkraman mu aku bisa mati seketika nanti"ucap William.
"dia tak apa-apa,bell akan bangun beberapa saat nanti"ucap William sambil memperbaiki bajunya yg kusut akibat dari cengkraman kevin.
"ughh..."suara merdu nan serak keluar dari bibir bell.
BERSAMBUNG....