BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
sedikit masalah



bell membuka kotak makan itu dan melihat isinya yg begitu banyak dan semuanya masakan yg enak.


bell merasa ia sedang perhatikan oleh seseorang sejak tadi,bell melihat kearah orang itu yg tak lain siswa pendiam itu yg ternyata diam-diam mengamati bell.


bell tersenyum tipis dan menggeser kan kursinya mendekati siswa itu.


"menjauh lh dari aku"ucapnya yg hendak berdiri dari kursinya,namun dengan cepat bell memegang lengan siswa itu.


siswa itu membulatkan matanya melihat bahwa tangan bell memegang lengannya.


siswa itu menepis tangan bell dan masih dengan raut wajah yang syok.


"kau...kau kenapa??"tanya bell bingung.


"pergi menjauh!!"teriak siswa itu yg mengundang banyak siswa-siswi datang ke dalam kls.


bell menjadi serba salah namun tiba-tiba siswa itu pingsan.


semua orang riuh dan memanggil guru.


guru-guru datang dengan panik namun yg mendekati siswa itu hanya guru laki-laki saja.


"sebastian.....sebastian......bangun"ucap guru laki-laki itu sambil menepuk-nepuk pipi siswa yg bernama Sebastian itu.


"cepat siapkan mobil kita akan bawa dia ke rumah sakit"ucap guru laki-laki itu.


"eehh....rumah sakiit....yg benar saja??apa aku semengerikan itu sehingga membuat anak orang dalam keadaan tak baik-baik saja"gumam bell.


kemudian berlari menyusul Sebastian yg di gendong oleh guru laki-laki itu.


namun di pertengahan jalan bell melihat Damian yg berlari kepadanya dengan wajah yg khawatir.


"kak Damian tak ada waktu untuk menghawatirkan aku,sebaiknya kita menyusul teman laki-laki yg pingsan gara-gara bell itu"ucap bell sambil menarik tangan Damian menuju parkiran.


"apa???tema....teman.... laki-laki??!!apakah bell akan melupakan ku?? tidak-tidak .....semoga tak terjadi,jika benar....aku ....aku....akan menghabisi bocah ingusan itu" batin Damian.


keduanya sampai di parkiran dan dengan cepat keduanya masuk kedalam mobil Damian dan melaju ke rumah sakit DE LAURENT DEVNCIAL rumah sakit terbesar di negara itu dan yg terdekat dari sekolah tersebut.


akhirnya keduanya sampai di parkiran mobil di rumah sakit,bell yg ingin membuka pintu mobil di tahan oleh Damian yg membuat bell menggerut kan dahinya bingung.


"kak Mian...ada apa??"tanya bell polos


"apa kau akan melupakan kakak,karena bocah laki-laki itu??apakah kau tak akan bermain LG dengan kakak??apakah kau tak ingin memasakkan kakak lg??"bell membeku mendengar Damian yg menimbunnya dengan pertanyaan yg ngawur.


"jawab aku bell.....aku...aku..."ucap Damian dengan mata yg berkaca-kaca.


tangan mungil bell terulur dan menyentuh kedua pipi Damian.


"kak Mian,bell akan selalu bersama kak Mian,kak devino,kak Kevin dan papa sampai kapan pun.dan juga bell akan memasakkan makanan kesukaan kak Mian jika kak Mian memintanya kapan pun"ucap bell


"bell hanya ingin memiliki teman,tapi bell tak menyangka kalau bell membuat sedikit masalah di saat hari pertama bell masuk sekolah di negara ini,jadi bell minta kak mian....jangan cemburu....much.."ucap bell lalu mencium pipi Damian yg membuat sang empu lalu bersinar lg.


"baik lh....tapi janji yh??"ucap Damian.


"janji"ucap bell mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Damian.


"baik lh....mari kita melihat keadaan bocah itu"ucap Damian.


BERSAMBUNG.....