BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
bell menghilang



Devino memeluk bell dan terjun dari kuda itu dengan bell di dalam pelukannya.


bruk...


bell merasa tidak sakit.


"tuan muda,nona kecil"seru pertyy dan lisa mendekati mereka.


bell bangun dan terkejut dengan devino yg tak sadar diri.


"cepat panggil dokter"ucap pertyy.


"tuan muda bangun,ya ampun bagaimana ini??"ucap para pelayan khawatir.


bell menggoyangkan tubuh devino,namun devino tidak bergeming.


bell menangis diam sambil mengundang tubuh devino.


"ini semua gara-gara bell" batin bell.


flashback on.


"bell kapan kau mau memanggil ku kakak??"tanya devino saat mereka bermain di taman beberapa hari yg lalu.


bell hanya menatap devino.


"hahh...baik lh jika begitu aku tak memaksa kok"ucap devino sambil mengacak-ngacak rambut panjang bell.


flashback off.


"ka...kakak..."ucap bell lirih.


"itu yg ku tunggu-tunggu dati tadi"uap devino yg membuka matanya.


bell terkejut.


bell kemudian bangun dari duduknya dengan mata yg masih berair namun ia memandang devino dengan tatapan tajam,semua orang tertegun melihat tatapan tajam itu.


selama ini yg memiliki tatapan paling tajam yaitu Kenzo,namun ini adalah seorang gadis kecil namun memiliki tatapan yg tajam tak tersentuh.


"anu...bell maaf aku sudah membuat mu khawatir"ucap devino.


bell menagis diam dan berusaha menghapus air matanya tetapi tiba-tiba bell terlihat sulit bernapas,semua orang khawatir,namun bell dengan cepat berlari pergi dari situ.


"hey...bell!!"seru devino.


"apa yg kalian lihat,cepat kejar bell"ucap devino kepada para pelayan.


semua orang mengejar bell,namun pada sebuah persimpangan mereka tak menemukan bell.


bell sembunyi di dekat dinding.


"tapi surat-surat itu sudah dibakar tuan,perlu waktu yg lama untuk membuatnya"ucap lewi.


bell yg mendengar itu pun menajamkan pendengaran nya.


"panti acuhan??bell mau di cirim ce panti acuhan lg.bell gk mau lebih baik bell maci caja" batin bell sambil menutup mulutnya agar isakan tangisnya tak terdengar.


kemudian bell berlari ke arah hutan bagian utara mansion.


pertyy pernah mengingatkan bell jika di hutan itu banyak binatang buas dan tumbuhan beracun yg dapat membuat orang bisa mati.


"bell gk mau ngeyepocin ciapa-ciapa lagi,lebih baik bell maci caja " batin bell sambil berlari menuju hutan tersebut.


*****


"tapi tuan..."ucap lewi


"tidak tapi-tapian lewi,ini tempat teraman bagi bell,agar dia tak terlibat dalam masalah ini"ucap Kenzo.


"jika manusia-manusia menjijikan itu mengetahui bell dan menjadikan bell sebagai kelemahan ku maka aku takut bell akan kenapa-kenapa"ucap Kenzo dengan rahang mengetat.


"baik lh tuan"ucap lewi.


brak...


pertyy masuk kedalam ruang kerja Kenzo yg membuat lewi terkejut dan menjatuhkan tumpukan laporan yg sudah ia susun.


"apa yg kau lakukan perty....???apa kau sudah menghilangkan kata sopan santun di kepalamu"ucap lewi marah.


"hosh...hosh..maaf....,tuan...hosh........tadi tuan devino dan nona kecil jatuh dari kuda anda"ucap pertyy.


Beberapa saar ini telinga Kenzo sangat sensitif dengan kata 'nona kecil'.


Kenzo dengan cepat bangun dari kursinya dan berjalan cepat kearah pintu.


"apa yg terjadi dengan anak itu??apakah tulangnya patah,apakah kepalanya pecah" batin Kenzo.


"jadi apa tidak terjadi apa-apa dengan nona kecil dan tuan devino??"ucap lewi.


"tidak terjadi apa-apa dengan nona kecil,namun tuan devino tak sadar diri"ucap pertyy.


Kenzo menghentikan langkahnya.


"anak moster itu bisa pingsan??tidak mungkin" batin Kenzo,namun kemudian melanjutkan langkahnya,saat di depan mansion Kenzo bertemu dengan devino dan para pelayan yg berlari ke arah mereka.


"sudah ku duga,anak moster seperti mu tak akan pingsan hanya karna jatuh dari kuda"ucap Kenzo.


"hehehe....maaf ayah,namun sekarang hal yg penting adalah bell menghilang"ucap devino.


BERSAMBUNG....