BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
Kevin Arkha Devanzo



"hahaha...tenyata kau benar-benar polos sayang"ucap pria itu sambil berjalan mendekati bell


bell semakin bingung dengan apa yg di katakan pria itu.


pria itu duduk disamping bell,dan kemudian mengelus puncak kepala bell.


pria itu menatap tajam bell,namun bell tak merasa takut.


"hahaha....ini baru adik ku,kau benar-benar tak takut dengan ku??"tanya pria itu.


"untuk apa bell takut dengan kmu"ucap bell polos.


"knapa??"tanya pria itu sambil mengangkat dagu bell dengan jari telunjuknya.


"karna.....kamu tampan.....gk kayak hantu"ucap bell super super polos.


"hahahah..."tawa pria itu membahana.


brak...


pintu kamar Kenzo di dobrak oleh dua orang.


"ball apa kau tak apa-apa??"tanya Damian,kemudian berlari ke arah bell dan memeluk bell erat.


"kevin,jangan sesekali tangan mu melukai bell,meski kau kakak ku makan aku akan membunuh mu bagaimana pun caranya"ucap devino.


akhirnya bell mengerti siapa pria itu,pria itu adalah Kevin Arkha Devanzo putra pertama Kenzo.


"apa aku terlihat seperti ingin menelannya??"ucap Kevin santai sambil mengisap rokoknya.


"karna dari tatapan mu,kau merencanakan hal yg jahat bukan??!!"ucap devino.


"devino cukup!!,kakak kevin saya mohon kak kevin jangan melukai bell,jangan seperti ku yg menyesal telah membenci bell"ucap Damian.


"hahaha....kalian suguh menghawatirkan ku,jika ayah tak memanggil ku kembali maka aku tidak akan berada di sini"ucap Kevin.


"hey...adik kecil ku,kedepannya berhati-hatilah dengan ku"ucap kevin sambil terkekeh.


"sialan kau kevin"ucap devino yg ingin melayangkan bogem ke wajah kevin.


"berhenti!!"teriak bell.


devino,Damian dan kevin terkejut dengan suara merdu dan melengking yg di lontarkan oleh bell.


"kak devino gk boleh pukul kak evin,apalagi semuanya gara-gara,bell gk suka"ucap bell marah.


kevin menyeringai melihat tatapan tajam yg di miliki bell yg di arahkan kepada devino.


setelah bell selesai memarahi devino.


"ampun bell,aku janji tidak akan memukulnya"ucap devino.


"terimakasih adik kecil ku,kau telah membela ku hahahahehe"ucap kevin kemudian keluar dari kamar kenzo sambil melambaikan tangannya.


*****


sekarang bell sedang menangis keras didalam pelukan Kenzo.


"papa....bell....gk mau papa...pergi....hua.....aaaa.........bell gk mau papa pergiii.....hiks...huaaaawwaa"tangis bell


Kenzo ingin rasanya tak ingin pergi,tapi pertahanan negara Z di serang oleh musuh yg membuatnya geram.


"bell dengarkan aku"ucap Kenzo.


"aku akan berjanji akan secepatnya pulang ke rumah,kau jangan takut ada kevin,d amin dan devino yg menjaga mu serta semua orang yg sudah ku tugaskan termasuk levis"ucap Kenzo.


"serahkan saja kepada kami"ucap Damian,devino dan levis bersamaan sedangkan kevin hanya menyeringai saja.


"tpu...hiks...hiks...bell gk...mau...papa...luka..hiks...hik bel sayang papa"ucap bell sambil segukgukkan.


"tidak akan"ucap Kenzo sambil memeluk bell.


akhirnya Kenzo pergi bersama para jendral yg ia pilih dan cukup banya tentara elite yg ia bawa ke medan pertempuran.


-


-


-


hari-hari yg di lalui oleh bell hanya dengan bermain dengan Damian,devino,levis,pertyy dan lisa.


tak terasa sudah satu minggu lamanya setelah kepergian Kenzo.


saat ini bell bermain dengan devino dan Damian di lapangan hijau yg luas di samping mansion.


"bell....aku akan menangkapa mu"ucap devino smbil mengejar kecil bell yg berlari.


sedangkan kevin melihat dari ruangan ayahnya,karna ia di jadikan sebagai CEO sementara di perusahaan ayahnya.


tiba-tiba.....


Bersambung.....