BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
penerjemah bahasa isyarat



dari hari itu bell selalu sarapan bersama dengan Kenzo.


namun selama itu juga Damian tak ingin makan bersama dengan mereka.


yg membuat bell terkadang bersedih hati.


kemaren bell sangat senang karena mendapat permen dari devino,ia bahkan menyimpan ya di stoples dan membanya ikut tidur.


suatu malam Kenzo mendatangi kamar bell.


pertyy terkejut dengan kedatangan Kenzo ke kamar bell.


"selamat malam tuan besar"ucap pertyy.


"hm,apakah dia sudah tidur??"ucap Kenzo datar.


"ya,nna kecil baru saja tertidur"ucap pertyy.


"hm,pergi lh"ucap Kenzo datar.


pertyy menunduk kemudian keluar dari dalam kamar tersebut.


Kenzo duduk di samping bell yg sedang memeluk sebuah stoples yg berisi permen dari devino.


"lewi,perman dadi siapa ini??"ucap Kenzo.


"ahh...permen itu di berikan tuan devino,menurut laporan pertyy nona kecil menyimpannya dan membawanya tidur seolah-olah takut kehilangan"ucap lewi.


Kenzo mengeratkan rahangnya marah.


"lewi pastikan besok penerjemah bahasa isyarat itu harus datang"ucap Kenzo.


"ehh??tapi...dia harus mengurus surat-surat kepindahannya"ucap lewi.


"seret dia,dan siapa kan semua keperluannya di sini"ucap Kenzo.


"aku tak bisa menahan untuk tidak mengetahui hari-hari apa yg sebenarnya di lalui anak kecil ini"ucap Kenzo.


"ba..baik lh"ucap lewi menghela napas lelah.


keesokannya bell berdiri di depan Kenzo dan devino yg duduk di sofa.


lewi merasa kasihan dengan bell yg seperti akan diadili.


di samping bell berdiri seorang penerjemah bahasa isyarat.


devino memaikan pematik api.


"benar-benar bangsawan yg mempunyai aura yg kuat"batin penerjemah sambil bergemetar melihat Kenzo.


"namun tenang aja,demi kekayaan kau haru bertahan" batin penerjemah itu.


"siapa nama mu??"ucap Kenzo yg mulai mengorek informasi.


bell membunyikan ikat rambut loncengnya.


"nona kecil tak mempunyai nama...namun orang-orang memanggil nona bell"ucap penerjemah yg mulai menerjemahkan.


bell memperagakan bahasa isyarat.


"umur nona tahun ini 6 thn"ucap penerjemah yg bernama roni itu.


"enam tahun??tapi,mengapa terlalu kecil"ucap devino.


"ceritakan lh sehari-hari mu"ucap Kenzo.


"aku tinggal di loteng rumah yg kumuh,mamah tidak memperbolehkan bell tinggal di tempat yg bagus nanti bell bisa mimpi buruk kata mamah"


"bell pernah di pukul sama mamah,karena memakan ikannya kucing.waktu itu bell sangat lapar.tapi mamah bilang bell tidak berguna"


"mati di lahap api pun tak akan bisa membayar semuanya"ucap Kenzo mengeratkan rahangnya.


"parah....apakah aku akan di pecat??"batin roni berkeringat dingin.


"bell kesakitan,kalo malam bell susah napas,rasanya sakit sekali"


"bell pernah tinggal di panti sampai umur 3 tahun,tapi habis itu mamah dan papah datang untuk ngambil bell"


bel mengatakan jika saat ia di panti ai mendapat satu permen karna ia berbuat baik,namun karena sayang untuk memakannya bell menyembunyikannya di kaus kaki milik nya.


namun saat ia ingin memakannya permen ya sudah hilang karena kaosnya bolong.


"kemari lh"ucap kenzo kepada bell.


bell mendekati Kenzo.


Kenzo memberikan sebuah lolipop besar kepada bell.


"hadiah untuk mu karena sudah makan banyak hari ini"ucap Kenzo yg tak mau kalah dengan putra ketiganya.


bell menerima permen itu berbinar dan berlari mengambil stoples nya dan memasukan permen besar itu.


kemudian bell berjalan dan menarik celana Kenzo kecil.


Kenzo menunduk melihat bell.


bell mengatakan bahasa isyarat kepada Kenzo.


"nona mengatakan apakah ia boleh membawa semua permen ini ke panti asuhan??"ucap penerjemah.


Kenzo dan devino saling pandang.


bell yg tak mendapat jawaban dari Kenzo pun menjadi murung.


kemudian bell mengembalikan permen Kenzo.


"itu permen mu,maafkan bell"ucap bell dengan suara yg merdu.


semua orang tertegun dengan suara bell yg merdu.


namun setelah mengatakan itu bell tak mau bicara lagi.


BERSAMBUNG....