BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
makan bersama



"mari kita pergi nona kecil"ucap lewi.


Edward mengendong bell dan lewi memimpin jalan mereka.


mereka sampai di pintu ruangan dengan warna keemasan dan lambang singa di pintu.


pintu besar itu terbuka dan terlihatlh ruang makan yg elegant.


di meja makan yg panjang itu duduk Damian dan devino si sisi kiri dan Kenzo di tengah.


Edward menurunkan bell,namun bell langsung bersembunyi di belakang Edward.


"nona....tidak apa-apa,jangan takut"ucap Edward lembut.


"kau kamari lh"ucap Kenzo datar.


bell berjalan maju.


"kalian keluarlh"ucap Kenzo mengisyaratkan agar Edward,lewi dan pertyy untuk keluar.


namun tiba-tiba bell bersembunyi lg di balik kaki Edward.


"aku tak menyuruh mu pergi,kemari lh"ucap Kenzo.


"nona kecil,pergi lh"ucap Edward.


kemudian mereka keluar dari ruang makan tersebut meninggalkan bell yg di tatap oleh ketiga pria itu.


"duduk"ucap Kenzo datar.


bell terkejut kemudian langsung duduk di lantai dengan karpet bulu yg lembut.


"hey,sipa yg menyuruh mu duduk dilantai??"ucap devino.


bell terkejut dan lansung berdiri,kemudian meremas gaun merahnya.


Damian berdiri dari duduknya.


"ayah izinkan aku melakukannya"ucap Damian sopan.


ya Damian memiliki sikap kesopanan yg tinggi namun memiliki lidah yg bagaikan pisau.


Damian mendekatai bell dan berlutut di.depan bell.


"nona kecil,apa kau bisa bahasa isyarat??"tanya Damian


bell mengaguk kan kepalanya


"tidak ada yg menyuruh mu duduk di lantai,duduk lh di kursi"ucap damian mengunakan bahasa isyarat


"ya,mungkin kau tidak di besarkan dengan baik-baik saja,ahh....mungkin nona kecil sangat malang"ucap Damian lirib sambil tersenyum.


bell menatap Damian dengan kedua mata bulatnya.


pria dengan kemeja lengan panjang dan menggunakan kacamata itu.


"apacah.....kakak ini benci cama bell??" batin bell


kemudian Damian kembali ke tempatnya.


bell berjalan mendekati bangku sebelah kanan Kenzo.


bell berusaha menaiki bangku panjang itu.


bell menjadi tontonan seru bagi Kenzo,Damian dan devino,karna cara bell menaiki kursi yg panjang itu sangat lucu.


Kenzo yg melihat itu pun menghela napas dan bangkut berdiri ingin membantu bell,namun bell sudah dapat menaiki kursi itu.


Kenzo betdehem dan kembali duduk karena merasa terhina karena itu pertama kalinya ia ingin membantu seorang anak kecil yg tak tau apa-apa.


bell berhasil melalui kursi yg panjang itu namun sekarang ia harus mendongakkan kepalanya untuk mengapai meja.


tiba-tiba Damian bangun dari duduknya.


"hey...Damian mengapa kau tidak sarapan??"tanya devino.


"aku sudah kenyang,ayah mohon saya ingin kembali ke kelas,hari ini pak Merdi akan masuk dengan cepat"ucap Damian sopan.


"kenyang??tapi kau tak menyentuh sama sekali makanan mu"ucap devino heran.


"semua hal di sini sudah membuat saya kenyang davino"ucap Damian tersenyum manis penuh arti.


"pergi lh"ucap Kenzo menyetujuinya.


bell yg melihat itu sedikit tak enak hati.


"pasci ini cemua carena bell,bell mimang cembaya cial" batin bell


"ahh....nona kecil tak perlu di pikirkan,mungkin dia tergesa-gesa karena dia orang yg tertib"ucap devino yg mengurangi rasa tak enak yg di rasakan oleh bell.


"siapa nama mu??"tanya Kenzo.


bell mengambil ikat rambut lonceng miliknya kemudian membunyikannya.


Kenzo dan devino saling berpandang.


"lonceng....??"tanya devino.


bell mengeleng.


"bel??!"ucap Kenzo datar menebak.


bell mengangguk mendengar jawaban Kenzo.


"lewi masuk lh"panggil Kenzo datar.


lewi masuk.


"ya,saya di sini tuan"ucap lewi.


"cari penerjemah bahasa isyarat untuk anak itu"ucap Kenzo.


"baik tuan"ucap lewi.


BERSAMBUNG.....