BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
memanggil 'dia'



"dasar boneka-boneka sialan itu" batin kenzo.


bell teringat tentang apa yg levis katakan padanya beberapa hari yg lalu.


tiba-tiba bell memeluk erak Kenzo.


Kenzo terkejut.


"bell sayang papa,nanti kalau bell sudah besar bell mau menikah dengan papa saja"ucap bell.


levis seakan melihat banyak kupu-kupu dan bunga mengelilingi kenzo.


"ya,tentu saja kau harus menikah dengan ku"ucap Kenzo membalas pelukan bell.


tiba-tiba bell melepas pelukannya.


"papa...papa,bell tadi melihat bidadari di kamar papa"ucap bell.


Kenzo terdiam mendengarnya.


"dia adalah istri ku"ucap Kenzo.


bell yg melihat itu merasa bersalah karena membuka luka Kenzo.


"maaf...."cicit bell.


Kenzo membawa bell kedalam pelukannya.


"tak perlu meminta maaf"ucap Kenzo.


****


Kenzo menatap laporan dengan serius.


"selama aku pergi berperang,pengawasan untuk bell belum cukup"ucap Kenzo


"belum cukup apaan???kau gila??5.000 tentara elite belum cukup untuk melindungi nona kecil??jika bisa saya ingin menggantung leher mu tuan" batin levis.


"apa aku perlu memanggilnya?!?"ucap Kenzo.


"memanggilnya,kau sudah gila tuan!!' teriak levis di dalam hatinya.


"benar,aku memang harus memanggilnya,karna jika ada dia aku akan tenang"ucap Kenzo.


yang dimaksud 'dia' adalah kevin arkha Devanzo putra pertama Kenzo.


jika Kenzo di juluki iblis berdarah dingin makan kevin di juluki pembantai gila.


****


bell menangkup pipinya dengan kedua tangan mungil nya.


sambil mengayunkan kakinya,menatap Damian yg memeriksa hasil pekerjaan nya.


"kak mian....,apa kak mian masih benci bell??"tanya bell


Damian mengangkat kepalanya dari tugas bell.


"sampai kapan pun kakak tidak akan membenci mu"ucap bell.


"aku tetap sayang eny"ucap Damian.


"benar kata papa,biar bell nakal pun bell tetap di sayang.jadi jika ada yg mengusik bell langsung bunuh saja"ucap bell.


"dasar pria tua itu" ucap Damian di dalam hatinya.


"kau tak usah mendengar kata-kata ayah,jika ada yg nyakitin bell,bell bilang saja dengan kakak biar kakak yg urus nya"ucap Damian sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati bell.


"kenapa??"tanya bell polos.


"karna tangan bell bersih tidak boleh bernoda,jadi biar tangan kakak saja yg kotor"ucap Damian.


*****


bell sekarang sedang di gendong oleh Edward di lorong mansion keluarga Devanzo.


seorang pria dengan luka yg memanjang di wajahnya melewati bell dan Edward.


bell melihat tatapan tajam dan tak suka yg di arah kan olehpria itu ke bell.


bell memeluk erat pundak Edward.


"ada apa nona??"tanya Edward.


"paman itu tadi benci sama bell yh??"tanya bell


"haha.....mana mungkin dia membenci nona,mungkin Dani menatap benci saya,karna saya memiliki sedikit masalah dengannya di masa lalu"ucap Edward menenangkan bell.


bell mengangguk.


"mungkin Edward benar,bell salah lihat saja,tpi ... " batin bell.


-


-


-


keesokan harinya bell terkejut dengan adanya seorang pria yg berparas tampan yg mirip dengan Kenzo,devino,dan Damian yg sedang duduk di sofa di kamar Kenzo dengan kaki di silangkan,sambil mengisap batang rokok.


bell terkejut,sekaligus kagum.


"hay....adik kecil baru ku"ucap pria itu.


"kamu siapa,kenapa kamu panggil bell adik??"tanya bell polos


"hahaha...tenyata kau benar-benar polos sayang"ucap pria itu sambil berjalan mendekati bell


bell semakin bingung dengan apa yg di katakan pria itu.


hanya satu yg masih berada di pikiran bell.


'siapa dia??'


BERSAMBUNG.........