BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
tawar-menawar



Bell membuka surat tersebut dan mengerutkan dahinya.


kemudian dengan cepat meremasnya.


"ada apa bell??"tanya keempat orang yg berada di meja makan tersebut.


"bukan apa-apa kok"ucap bell


"ternyata itu semua bukan hanya mimpi tapi mama mengatakan kebenaran buat bell" batin bell sambil mencengkram kuat gaunnya sehingga kusut.


"sdah,jangan di pikirkan.mari kita makan bersama"ucap bell sambil tersenyum.


kemudian mereka makan didalam diam.


tak berapa lama bell meletakkan alat makannya.


"anu....papa...itu...bell mau ketempat paman William"ucap bell.


Kenzo mengangguk sedikit tak rela.


"aiss...bell....mengapa kau harus pergi,kau hanya makan sedikit saja"ucap devino.


"benar bell,setidaknya habiskan makanan mu dulu baru kau bisa pergi"ucap Damian.


"tpi...."ucap bell ingin mengelak.


"vinka....ingat aku tak ingin kau sakit,jadi habiskan dulu makanan mu"ucap kevin.


jika kevin sudah bersuara maka bell akan menurutinya.


bell makan dengan wajah cemberut.


"mari aku suapkan"ucap Kenzo.


"benarkah??!"ucap bell yg tiba-tiba berseri-seri.


kemudian Kenzo menyuapi bell dengan telaten.


****


bell mengetuk pintu ruangan William di rumah sakit.


"masuk"sahut william dari dalam.


"paman aku datang"ucap bell sambil membuka pintu ruangan William.


"ternyata kau bell"ucap William lalu melepas dokumennya.


"paman,apa kau bisa membantu ku??"ucap bell.


"jika aku bisa,aku akan membantu mu,jadi apa yg kau minta kali ini"ucap William sambil melipat tangannya dan meletakkan dagunya diatas tangannya.


"aku ingin membunuh seseorang"ucap bell the point.


"hahahaha......aku benar-benar tak percaya dengan pendengaran ku??!"ucap William tertawa


"paman,berhenti lh tertawa.itu membuat mu semakin berubah menjadi tua"ucap bell tanpa ekspresi.


"berbeda paman,kali ini aku ingin mengunakan tangan ku sendiri"ucap bell.


"tapi bell kau baru berusia 10 thn,kau bahkan terlihat berumur 6thn"ucap William.


brak....bruk..


meja William terbelah menjadi dua karena pukulan yg di layangkan bell dengan menggunakan kemoceng.


"paman,jangan anggap aku seperti anak kecil lg"ucap bell.


"haha..baik....lh.."ucap William tergagap.


bell kembali duduk di sofa dan di ikuti William yg juga duduk di sofa sebab mejanya sudah hancur.


"jadi seperti apa rencana mu??"tanya William.


"aku ingin 15 anak buah yg terlatih dalam organisasi didunia gelap milik mu"ucap bell.


"hahaha...aku hanya mempunya para profesor saja di rumah sakit"ucap William tertawa hambar.


bell melempar flashdisk ke atas meja.


"aku sudah menguntitmu dengan lincah paman"ucap bell sambil bersedekap dada.


"hahaha...ternyata kau yg membuat organisasi ku seperti sedang di awasi"ucap William tertawa kagum.


"tentu"ucap bell.


"baik lh besok kau boleh datang ke tempat organisasi ku untuk memilih 15 orang itu"ucap William sambil mengusap puncak kepala bell.


"trimakasih paman"ucap bell


"eitts....semuanya tak gratis"ucap William.


"aku tau tabiat mu paman,apa yg kau inginkan dari ku paman??"ucap bell


"sangat simpel.kau harus pergi ikut aku ke taman mainan kanak-kanak"ucap William.


bell bagaikan membeku seperti batu mendengarkan permintaan bell.


"hehe....paman boleh kau mengubahnya??mungkin memasak??ahh....atau memanggang anak buah mu??asal jangan membawa ku ketempat seperti itu"ucap bell.


William mengetuk dagunya seolah-olah sedang berpikir keras.


"aku sudah memutuskannya"ucap William.


bell berbinar mendengar itu.


"keputusan ku sudah bulat,kita akan ke taman bermain"ucap William.


namun sebuah bogem mentah yg cukup kecil membuat kacamata William terjatuh dari wajahnya.


BERSAMBUNG......